35+ Motif Batik Tradisional Indonesia Dari Berbagai Daerah Lengkap

Posted on

35+ Motif Batik Tradisional Indonesia Dari Berbagai Daerah Lengkap

Motif Batik – Batik adalah kain khas Indonesia yang sangat indah dan idaman masyarakat Indonesia. Kain batik juga sering dipakai di acara adat, seragam sekolah, sampai acara resmi di pemerintahan. Kain batik memang menarik khususnya di mata masyarakat Indonesia, yang motifnya keren dan indah dan dipadukan dengan warna yang cerah atau kontras.

Motif Batik Tradisional Indonesia Dari Berbagai Daerah

Batik juga telah mendunia dan dikenakan dalam sentuhan busana desainer yang terkenal. Tak hanya masyarakat Indonesia saja yang mengakui keindahan batik, tapi banyak artis hollywood yang mengaguminya. Kain khas Indonesia tersebut terdiri dari berbagai macam motif yang dijelaskan dengan lengkap di bawah ini.

Motif Batik Aceh

Motif batik pintu Aceh merupakan representasi kepribadian penduduk Aceh dengan karakter yang rendah hati dan kesabarannya. Motif ini juga berbentuk seperti pintu dengan ukuran dan tinggi yang relatif rendah seperti pintu pada rumah adat Aceh.

Motif tolak angin adalah gambaran dari sejumlah ventilasi rumah adat Aceh. Makna dari filosofi inilah yang melambangkan sikap masyarakat yang memiliki kencenderungan yang mudah menerima keberagaman. Khususnya dalam hal perbedaan budaya dan juga prinsip antar suku bangsa.

Motif batik bungong jeumpa dalam bahasa Indonesia adalah bunga kantil. Bungau jeumpa ini dijadikan motif batik karena hampir seluruh wilayah Aceh memiliki bunga tersebut. sehingga motif ini mengandung unsur alam dengan bentuknya yang khas, yaitu bungong jeumpa yang indah.

Motif batik rencong juga berasal dari senjata tradisional Aceh. Senjata rencong mirip dengan belati yang bentuknya tajam, dan masyarakat pribumi menganggap rencong adalah representasi dari tulisan Basmallah.

Motif Batik Medan

Kota Medan adalah kota dengan tingkat heterogenitasnya yang tinggi, yang meletakkan sentuhannya pada motif batik. Motifnya cukup beragam dengan corak yang indah dan mengandung makna yang filosofis. Dari Suku Batak ini ada juga motif yang terkenal yang ada pada kain ulos seperti motif hara hara sundung langit, serta motif pani patunda asli dari Simalungun.

Selain itu ada juga corak Melayu misalnya motif pucuk rebung, semut beriring, dan itik pulang petang. Dan di daerah Toba, Suku Mandailing menciptakan motif mataniari. Ciri khas motifnya di kota yaitu berpaduan dengan kain ulos sehingga beda motifnya dengan provinsi lainnya.

Motif Batik Padang

Motif batik Rangkiang ini namanya berasal dari nama lumbung padi. Makna filosofis yang tersirat adalah kesejahteraan dan kehidupan Rakyat Minang, ada pula motif pucuk rebung yang berasal dari rebung yaitu makanan khas Sumatera Barat. Rebung ini mempresentasikan kesejahteraan, kesuburan, dan harapan.

Motif keluak daun pakis berasal dari tumbuhan pakis atau paku yang bisa ditemukan di pinggiran sungai. Dalam bahasa Minang Keluak artinya adalah meliuk-liuk.

Motif Batik Bengkulu

Motif batik besurek asli Bengkulu memiliki corak huruf Arab gundul, sudah dikenal sejak lama yaitu ratusan tahun yang lalu. Kaligrafi yang ada di dalam motif besurek tak mengandung makna dan hanya sebagai hiasan. Biasanya akan ditambah dengan ornamen bunga raflesia arnoldi atau bunga cengkeh. Ada pula motif Kaganga yang asalnya daru tanah Rejang dan tercipta diantara tahun 1985-1990.

Motif beremis ini bercorak burung walet dengan kulit remis, yang dipadukan dengan motif besurek. Batik beremis ini pada umumnya menggunakan kain sutra dan berasal dari Kabupaten Seluma Bengkulu.

Motif Batik Kepulauan Riau

Motif batik gonggong terdiri dari susunan gongong yang memanjang, berderet, dan juga berseling-seling dengan bentuk gelombang. Gonggong adalah siput laut yang bisa ditemukan di pinggir pantai. Makna filosofinya adalah dimanapun kita berpijak sebaiknya kita bisa menyesuaikan diri dengan baik.

Sedangkan untuk motif gelombang tercipta karena Kepulauan Riau yang mempunyai pemandangan yang indah, dan bisa dilihat dari berbagai sudut. Coraknya terdiri atas gabungan beberapa motif dan dibentuk dengan menyerupai gelombang laut.

Motif Batik Riau

Motif tabir dengan dominasi warna kalem yang lembut ada pada motif batik Riau. Corak dan motifnya pada umumnya memiliki tema tumbuhan. Motif batik Riau menggunakan motif bunga kundur, bunga hutan, kasih tak sampai, kipas lingga, dan tampuk manggis. Tapi ada juga motif yang memiliki tema hewan, yaitu Lebah Bergantung, Itik Pulang Petang, dan Semut Beriring.

Motif Batik Bangka Belitung

Ciri khas dari batik Bangka terletak pada kain cual yang dijadikan bahan dasar. Kain cual adalah kain tenun warisan leluhur. Motif cual ini dibagi menjadi dua jenis yaitu motif Flora dan Fauna. Filosofi dari motif ini adalah  keanggunan rezeki, kesucian, dan kebaikan. Ada pula motif unik lainnya yaitu gelas kopi.

Baca Juga :   Kader Dan Kaderisasi - Pengertian, Jenis, Faktor dan Cara Memaknainya Lengkap

Motif Batik Jambi

Motif bungo pauh berasal dari Kabupaten Sorolangun Jambi. Dan ada pula motif batik batanghari yang menjadi representasi Sungai Batanghari. Sungai itu kaya dengan nilai sejarahnya dan menunjang perekonomian rakyat sejak dahulu.

Motif batik kapal sanggat atau kapal karam terdiri dari dua jenis yaitu kapal sanggat tiga bendera dengan kapal sanggat empat bendera. Masing-masing motif melambangkan rakyat yang memiliki profesi sebagai peladang dan masyarakat maritim.

Motif batik duren pecah berbentuk dua bagian kulit yang terbelah, dan bertaut pada pangkal tangkai. Makna motif ini yaitu mencerminkan pekerjaan yang dilakukan berdasarkan keimanan serta ketakawaan. Yang juga didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan memberi hasil yang optimal.

Motif Batik Palembang

Motif batik dari Kota Pempek ini identik dengan warna cerah seperti warna merah dan kuning, yang sangat kental dengan budaya Melayu dan motif bunganya. Batik Palembang ini terdiri dari sekitar 17 motif yang diantaranya yaitu motif lasem, motif bunga teh, motif songket, motif jumputan, motif kembang jepri, dan motif sisik ikan. Jenis motif lainnya yaitu motif gribik, motif encim, motif kembang bakung, motif kerak mutung, motif salahi, dan motif sembagi.

Motif Batik Lampung

Batik Lampung mulai berkembang sejak tahun 1970 dan mempunyai ciri khas yang beda dengan motif batik dari provinsi lainnya. Motif batik Lampung ini kental dengan sentuhan budaya India dan Budha. Motif yang paling terkenal diantaranya yaitu motif pohon hayat dan motif perahu. Batik Lampung sendiri motifnya diinovasikan dengan motif kupu-kupu, siger, gajah, dan gamolan.

Bukan hanya batik tradisional Lampung, ada pula batik modern dengan nuansa kontemporer. Contohnya motif sembagi yang digunakan sebagai penutup mayat, di dalam suatu upacara adat. Batik sembagi ini terbagi menjadi dua motif yaitu sembagi sekebar dengan sembagi belando.

Motif Batik Banten

Motif batik Banten terinspirasi dari Artefak Terwengkal pada abad 17. Motif batik datulya diambil dari gambaran tata ruang keluarga Kesultanan Banten. Motif kaibon yang berasal dari bangunan pagar yang melingkari Istana Keraton Banten. Motif Kapurban merupakan nama gelar bangsawan Pangeran Purba karena jasanya yang telah menyebarkan agama islam.

Motif kawangsan diambil dari nama Pangeran Wangsan karena sudah menyebarkan agama islam di Banten. Ada juga motif Kesatriaan yang terinspirasi dari perkampungan yang ada di Kesultanan Banten. Motif momoloan diciptakan dari nama menara Masjid Pendopo Kesultanan Banten. Kemudian motif pamaranggen yang diambil dari nama tempat pengrajin keris.

Motif Batik Betawi

Untuk motif batik Betawi coraknya sangat kental dengan budaya Cina, Arab, India dan juga Belanda. Berikut ini enam motif batik Betawi yaitu motif salakanagara terinspirasi dari cerita kerjaan pertama di Betawi. Kedua adalah motif loreng ondel-ondel menggambarkan kesenian asli yaitu boneka ondel-ondel. Ketiga adalah motif nusa kelapa tercipta saat masa pemerintahan Prabu Siliwangi.

Motif keempat yaitu motif rasamala mendeskripsikan perjalanan Belanda saat memasuki Sunda Kelapa. Selanjutnya adalah motif ciliwung mendeskripsikan kehidupan masyarakat sekitar Sungai Ciliwung. Terakhir yaitu motif pucuk rebung khas pesisir dan bercorak pucuk batang bambu.

Motif Batik Bali

Motif batik Bali sering digunakan ketika proses acara upacara adat berlangsung. Dan batik ini diminati juga oleh para wisatawan. Batik Bali mempunyai beragam motif diantaranya yaitu motif batik Bali buketan, yang namanya berasal dari Bahasa Perancis. Coraknya berupa tumbuhan serta tanaman bunga yang dihiasi dengan kupu-kupu, burung hong dan burung bangau.

Batik Bali merak abyorhokokai terinspirasi dari burung merak Bali. Sedangkan motif batik Singa Barong menggambarkan kesenian tradisional Bali. Batik khas lainnya dari Bali yaitu motif Bali ulamsari mas, dan Bali jagatan pasar.

Motif Batik Solo

Batik Solo sudah terkenal di nusantara sampai mancanegara dan sudah diwariskan oleh nenek moyang sejak ratusan tahun yang lalu. Ciri khas dari batik Solo adalah pewarnaannya yang menggunakan bahan alami yaitu Soga. Berikut ini ragam motif batik Solo yang populer, yaitu motif sidomukti yang menggambarkan harapan kehidupan yang lebih baik, yang penuh dengan kesejahteraan, dan ingat kepada Allah.

Konon motif truntum adalah hasil kreasi dari Kanjeng Ratu Kencana, yang melambangkan cinta yang bisa bersemi kembali. Motif sawat sering digunakan oleh keluarga kerajaan, dan motifnya sering disamakan dengan lambang burung garuda. Motif parang adalah motif batik paling tua di Indonesia, parang adalah salah satu senjata tradisional Solo.

Ada juga motif kawung yang diumpamakan dengan bunga teratai yang mempunyai nilai kesucian dan panjang umur. Motif satrio manah sejak dulu sering dijadikan busana wali penganting pria ketika lamaran. Yang terakhir yaitu motif semen rante yang biasanya dijadikan busana oleh wanita yang sedang dilamar, motif ini juga melambangkan cinta.

Motif Batik Indramayu

Teknik pembuatan motif batik pada batik Indramayu yaitu bergaya bebas dengan corak abstrak, yang ditulis dengan menggunakan canting. Warna batik Indramayu sangat beragam dan menerapkan teknik mencelup serta mencolek. Contohnya motof etong yang terinspirasi dari marga satwa seperti misalnya ikan, udang dan juga ubur-ubur. Motif kapal terdampar menyiratkan kapal nelayan yang sedang berlabuh.

Ada pula motif ganggeng yang berupa pola rumput laut yang ditemukan di pesisir pantai Utara Jawa. Motif swastika melambangkan kekerasan pada rakyat ketika zaman penjajahan Jepang. Kemudian motif kereta kencana yang terinspirasi dari aktivitas Raja Wilarodra yang sedang berada di Kandang Kuda keraton.

Baca Juga :   Etika Ekonomi : Pengertian Dalam Distribusi Barang dan Jasa

Motif Batik Tasikmalaya

Batik Tasikmalaya terkenal dengan ragam hias dan pewarnaan yang kontras. Jika dilihat dari segi motifnya ciri khas dari Batik Tasikmalaya ini adalah nuansa parahyangan yang kental. Misalnya motif batik bunga anggrek, motif cala-culu, motif pisang-bali, motif sapujagat, dan motif awi ngarambat. Pengaruh pesisiran membuat batik Tasikmalaya menggunakan warna-warna yang cerah.

Motif Batik Cianjur

Batik Cinajur telah lahir sejak tahun 1920 yang diperkenalkan pertama kali oleh seorang pengrajin batik di Kelurahan Bojong herang. Ciri khas dari batik Cianjur adalah aktivitas pertanian. karena hampir seluruh penduduk Cianjur menggantungkan hidupnya dari hasil agraria. Sehingga seluruh warna dan motifnya pun sangat kental dengan nuansa pertanian.

Contohnya warna hijau pada motif bulir padi. Batik Cianjur sendiri mempunyai empat motif yaitu motif yaitu motif padi, motif kecapi suling, motif pencak silat, dan motif hayam pelung. Batik ini memberi kesan mencintai dan melestarikan tanaman hijau.

Motif Batik Ciamis

Daerah Ciamis memiliki tiga motif yang paling populer yaitu batu hiu, ciung wanara, dan galuh pakuan. Motif hiu terinspirasi dari tempat pariwisata pangandaran. Dan motif ciung wanara menggambarkan sejarah perebutan kekuasaan oleh para tokoh jawara, dan juga bangsawan dari Ciamis. Motif galuh pakuan melambangkan gagang keris Raja Galuh.

Motif Batik Garut

Batik Garut identik dengan motif batik tulis yang disebut dengan garutan. Batik tulis garutan ini selalu digunakan masyarakat untuk menggendong bayi. Motifnya berbentuk  geometris, flora, dan fauna. Warna yang mendominasi garutan dan menjadi ciri khasnya adalah warna cerah, pengrajin batik tulis garutan bisa ditemukan di Kota Garut.

Motif Batik Cirebon

Motif batik yang berasal dari Cirebon yang pada umumnya berbentuk awan dan dilukiskan dengan warna yang cerah. Yaitu merah, hijau, dan juga biru langit. Motif ini dikenal dengan nama megamendung yang melambangkan awan sebagai pembuka kesuburan dan juga kehidupan. Megamendung ini erat kaitannya dengan kisah bangsa Tiongkok yang hijrah ke tanah Cirebon.

Warna cerahnya diambil dari kehidupan masyarakat Cirebon yang ada di pesisir pantai. Motif batik tersebut bisa masuk ke dalam golongan batik keraton dan batik pesisir. Untuk pencampuran warnanya sangat mendetail dan proses pengulangan warnanya dilakukan lebih dari dua kali.

Motif Batik Yogyakarta

Yogyakarta adalah daerah pariwisata yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik domestik atau mancanegara. Batik Yogyakarta juga mempunyai motif yang khas seperti motif batik kawung yang bentuknya bulatan mirip dengan buah kawung. Kain kawung biasanya digunakan sebagai kain panjang. Dan motif kawung melambangkan harapan pemimpin dalam menjaga hawa nafsu dan juga nurani.

Motif parang mengandung makna perlawanan manusia pada hawa nafsu dan cara menjegah niat jahat. Lalu ada juga motif parang barong yang dianggap sebagai batik suci yang hanya digunakan oleh raja. Selain itu ada juga batik truntuntum yang tergolong klasik dan biasanya digunakan di resepsi pernikahan.

Ada pula motif tambal Jogja dengan mitos bila ada yang mengenakan batik dengan motif tambal Jogja maka akan sering sakit. Makna filosofinya yaitu untuk memperbaiki dan memperbaharui semangat. Motif semen Yogyakarta terdiri dari tiga bagian yang berhubungan dengan daratan, udara merepresentasikan burung, dan laut berhubungan dengan katak atau ikan.

Motif Batik Bandung

Kota Bandung dikenal dengan sebutan Paris Van Java, yang mempunyai jenis batik yang beragam. Motif batik Bandung ini berkaitan dengan budaya kerajaan Padjajaran seperti motif kampuh jayati, ragen penganten. Sesudah tahun 1579 batik khas Bandung mulai diinovasikan oleh penduduk menjadi motif kembang muncang jayanti, ragen penganten, dan pakuan padjajaran.

Zaman dahulu motif Pakuan Padjajaran lebih dikenal oleh penduduk dengan sebutan banyak nganteng. Kini para pengrajin batik Bandung sudah melahirkan beragam motif baru yang terinspirasi dari kota Bandung itu sendiri. Seperti misalnya motif dengan lambang jalak harupat.

Motif Batik Bogor

Batik Bogor terinspirasi dari ciri khas kota Bogor sebagai kota hujan, yang supaya tetap lestari sebagai tradisinya. Yang pertama yaitu motif kujang kijang yang menggambarkan kijang sebagai hewan yang perkasa dari kota Bogor. Dan ada juga motif bunga teratai dan bunga lainnya. Makna dari motif batik kujang kijang ini yaitu ketentraman dan keamanan di kota tersebut.

Selain itu motif khas yang menggambarkan kota Bogor adalah motif hujan gerimis. Yang dipadukan dengan warna cerah dan pola seperti awan dan rintik hujan. motif itulah yang paling laris di masyarakat karena terinspirasi dari julukan kota Bogor. Filosofis yang terkandung pada motifnya adalah air yang membawa kehidupan serta berkah yang berlimpah.

Motif Batik Surabaya 

Sedikit banyak motif batik Surabaya terinsiprasi dari sejarah dan juga lambang Kota Surabaya. Misalnya motif semanggi yang menjadi makanan khas Surabaya yang sudah langka. Yang dipadukan dengan warna cerah yaitu bitu, merah muda, dan kuning. Tercipta juga motif Cheng Ho yang terinspirasi dari kapal laut yang bernama Laksamana Cheng Ho.

Motif ikan sura dengan buaya adalah ikan dari kota Surabaya. Sehingga motif sura dan buaya ini sangat laris di pasaran, serta dengan pewarnaan yang agak gelap yaitu kecoklatan. Motif batik sawunggaling berasal dari legenda Joko Berek, yang identik dengan gambar ayam jago dan dengan sentuhan warna yang modern yaitu ungu.

Selain itu ada juga batik Surabaya yang paling banyak dicari oleh wisatawan, dan juga penduduk lokal. Yaitu motif mangrove. Nama lain dari batik tersebut adalah batik seru atau seni batik mangrove rungkut. Asal mulanya yaitu dari keprihatinan warga karena adanya kerusakan lingkungan di kawasan konservasi Pantai Timur Surabaya.

Baca Juga :   7 Ciri dan Contoh Orang Yang Kreatif Dalam Wirausaha

Motif Batik Surakarta

Batik Surakarta identik dengan kekhasan Kraton Surakarta dengan kejenuhan isen halus, dan tambalan. Disertai dengan warna-warna yang lembut dan dipadukan dengan warna cream, coklat kemerahan, biru laut. Bahan pewarnaannya pun dibuat langsung dari alam. Motif batik Surakarta yang paling terkenal adalah desain Keraton Surakarta.

Motif yang lainnya yaitu motif parang barong, motif parang curiga, motif parang sarpa, motif candi luhur. Para pengrajin batik di Surakarta juga melahirkan motif srikarton, motif bondhet, motif ceplok lung kestlop.

Motif Batik Semarang

Motif batik ini mempunyai ciri khas dengan warna terang dan motif kontemporer. Selain itu batik Semarang juga yang paling terkenal juga terinspirasi dari ikon kotanya yaitu Tugu Muda dan Lawang Sewu. Batik Semarang juga menggambarkan pohon asam yang asalnya dari lambang kotanya sendiri. Nilai filosofis pada batik Semarang yaitu sidoluhur, sidomulyo, sekarjagad, parang, dan udan iris.

Motif Batik Banyumas

Banyumas menjadi sentra pembuatan batik di Pesisir Selatan Pulau Jawa. Tepatnya di Kecamatan Sokaraja. Ciri khas dari motif batik Banyumas ialah identik dengan motif jonasan, ditambah dengan warna yang dominan yaitu hitam dan kecoklatan di bagian dasarnya. Motif lainnya yang berkembang yaitu satria busana, kawung jenggot, sekarsurya, jahe, cempaka mulya, dan madu bronto.

Setiap waktu masyarakat Banyumas sudah mengkreasikan motif batik di daerah tersebut. hal itu dilakukan supaya pasaran batik tetap diminati oleh konsumennya. Motif hasil inovasi dari pengrajin tersebut terinspirasi dari perkembangan mode contohnya motif batik abstrak.

Motif Batik Bantul

Bantul adalah salah satu Kabupaten di DIY Yogyakarta, yang memiliki kampung batik. Batik khas Bantul diproduksi oleh pengrajin setempat dengan batik tulis dan cetah. Motif batik Bantul diantaranya yaitu motif pring sedapur, motif galaran, motif gereh, dan motif gringsing. Kota Bantul juga menjadi sentra penjualan batik di Yogyakarta dan hasilnya sudah sampai ke penjuru nusantara.

Motif Batik Jepara

Kabupaten Jepara tidak hanya terkenal dengan hasil ukirannya saja yang sampai ke mancanegara. Tapi juga terkenal dengan batik Jepara yang ciri khasnya yaitu motif batik yang indah dan beda dari motif batik lainnya. Motif Jepara ini menambahkan sentuhan relief ukir. Contohnya motif parang poro yang dilukis dengan miring, dan stilisasi daun dan ranting yang berkaitan. Filosofisnya yaitu hidup manusia yang saling membutuhkan.

Motif elung bimo kurdo terinspirasi dari karakter perwayangan. Dan makna dari motif tersebut adalah koko, keagungan, dan wibawa tokoh. Motif kembang setaman merupakan ukiran dengan hiasan bunga dan juga kupu-kupu. Pesan yang tersirat dari motif itu adalah harmoni keindahan. Motif sidor arum yang menjadi motif klasik dan bermakna derajat atau pangkat manusia, yang bermanfaat untuk kehidupan.

Motif Batik Pacitan

Motif batik dari daerah Pacitan terbilang klasik dan sederhana. Motif yang dimiliki diantaranya yaitu motif sidomulyo, motif sekar jagat, motif semen romandan, dan motif kembang-kembang. Batik Pacitan juga sudah tersebar ke seluruh penjuru Jawa Timur dan menarik banyak pelanggan.

Motif Batik Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo juga mempunyai kampung batik yang memiliki beragam bentuk yang unik dan warna yang cantik. Motif khas dari Sidoarjo didominasi oleh bentuk flora dan fauna. Batik Sidoarjo ini juga tak mengalami banyak inovasi, tujuannya supaya tetap terjaga motif warisan leluhur mereka. Seperti motif beras kutah, motif krubutan, motif burung merak, dan motif abangan.

Motif Batik Tuban

Batik Tuban menjadi batik yang melambangkan ciri khas dari Jawa Timur, bahan dari kain batik Tuban ini sangat berkualitas dan indah. Karena dilalui dengan proses yang panjang. Benang yang digunakan untuk membuat kain batik Tuban ini dibuat dengan cara dipintal, kemudian ditenun. Setelah menjadi kain maka akan dibatik oleh para pengrajin. Batik Tuban ini disebut juga batik gedog.

Batik Tuban disebut mirip dengan corak batik Cirebon di pertengahan abad ke 19. Kemiripannya ada di benang yang dipintal dengan warna merah dan biru pada kain batik dari proses pencelupan. Motif batik Tuban sangat dramatis dan polanya didominasi oleh flora dan fauna.

Motif Batik Banyuwangi

Banyuwangi juga merupakan salah satu tempat batik nusantara berasal. Ada banyak motif batik Banyuwangi yaitu ada 21 jenis motif batik yang rata-rata didominasi oleh nuansa Bumi Blambangan. Corak batik yang berasal dari Banyuwangi yaitu motif gajah oling, motif kangkung setingkes, motif paras gempal, motif kopi pecah, dan motif indah lainnnya.

Motif khas dari Banyuwangi ini banyak terinspirasi oleh kondisi alam seperti motif gajah oling, sembruk cacing, dan motif gandengan. Melalui batik Banyuwangi yang kaya akan corak dan pewarnaan yang mencerminkan kekayaan alam yang hanya bisa ditemui di Banyuwangi.

Motif Batik Mojokerto

Motif batik Mojokerto mempunyai sentuhan budaya dari zaman Kerajaan Majapahit. Motifnya sangat unik dan beragam diantaranya yaitu, motif gedeg rubuh, motif matahari, motif sisik gringsing, motif surya majapahit, dan motif mrico bolong. Nama batik dari daerah ini terdengar sedikit asing karena menyerap bahasa dari zaman Kerajaan Majapahit.

Batik Mojokerto sudah dipatenkan oleh pemerintah dan ada jenis motif yang diantaranya yaitu mrico bolong, pring sedapur, sisik gringsing, rawan indek, koro renteng, dan matahari. Corak batiknya terinspirasi dari alam sekitar dan lingkungan hidup manusia. Seperti motif pring sedapur yang menggambarkan daun yang menjuntai dan rumpun bambu.

Dan motif gedeg rubuh tergambar pola seperti seutas anyaman bambu yang miring. Sedangkan Motif mrico bolong berupa gambaran merica yang berlubang. Lalu, motif merak bertengger dengan warna dasar putih, merah, dan biru.

Motif Batik Ponorogo

Ponorogo juga identik dengan tarian tradisionalnya yaitu Reog Ponorogo. Batik Ponorogo juga terkenal dengan keindahannya dan bermotif merak. Motif batik merak ini terinspirasi dari ikon daerah itu yaitu reog. Hingga saat ini Kabupaten Ponorogo sudah menyumbangkan 25 corak motif batik yang sangat indah.

Batik Ponorogo juga ramai penggemarnya dan cukup populer. Motif batik di daerah ini diantaranya yaitu motif merak tarung, motif sekar jagad, motif reog, dan motif merak romantis.

Sekian penjelasan tentang beragam motif batik yang ada di Indonesia, lengkap dengan nama daerah serta makna dan nama-nama motifnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua, dan menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai budaya Indonesia.

Baca Juga :