7 Cara Mendidik Anak Balita Agar Disiplin Dan Patuh Sejak Kecil Lengkap

Posted on

7 Cara Mendidik Anak Balita Agar Disiplin Dan Patuh Sejak Kecil Lengkap

Cara Mendidik Anak – Mendidik anak sejak kecil tentu menjadi kewajiban bagi setiap orang tua. Karena usia balita adalah masa-masa si kecil bebas melakukan hal sesuka hatinya. Cara yang ditempuh setiap orang tua dalam mendidik anak, tentu berbeda-beda. Ada yang bisa sabar, ada yang cenderung marah-marah, bahkan ada yang melibatkan kekerasan seperti menjewer, memukul dan membentak.

Salah pilih dalam cara mendidik anak malah akan membuat anak tersebut membangkang kepada orang tua, serta lari dari tanggung jawab. Daripada menggunakan kekerasan yang membuang energi, sebaiknya pakai cara yang lebih halus, namun fokus dan ampuh dalam membuat anak menjadi disiplin.

Tips Mendidik Anak Agar Tumbuh Dengan Disiplin Sampai Dewasa

Berikut ini cara dan tips dalam mendidik anak supaya tumbuh dengan disiplin sampai dewasa :

1. Konsisten

Menurut Claire Lerner, seorang spesialis perkembangan anak. Anak usia 2-3 tahun bekerja keras dalam memahami bagaimana perilaku mereka dalam memengaruhi orang-orang di sekitarnya. Lerner juga mengatakan bahwa pola asup yang diterapkan dengan rutin dan konsisten, bisa membuat anak merasa aman dan terlindungi. Anak menjadi tahu apa yang diharapkan oleh orang tuanya, dan ia bisa bersikap lebih tenang ketika diberi perintah.

Contohnya saat anda mengatakan jangan memukul, saat pertama kali ia memukul temannya maka kemungkinan keesokan harinya anak akan tetap memukul temannya tersebut. tetapi bila anda mengatakan jangan memukul untuk yang kedua, ketika, keempat kali dan sebagainya maka akan lebih memahami dan lebih tenang dalam bertindak. Untuk tidak memukul temannya lagi. Namun gunakan nada yang lebih tenang supaya ia tidak merasa terancam dan tidak membangkang.

Tetapi bila anda tidak konsisten, maka si kecil pun akan merasa bingung. Contohnya saat suatu hari anda tidak membolehkan ia main bola di depan rumah, tetapi keesokan harinya anda justru membiarkan ia bermain bola. Maka hal itu akan membuat sinyal anjuran dan larangan di otaknya bercampur, sehingga ia tidak tahu mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. Tak heran bila lambat laun ia menjadi tidak disiplin.

Baca Juga :   10 Perilaku Dan Ciri-Ciri Orang Cerdas "Yang Belum Anda Tahu"

Lakukan dengan berulang kali, sampai si anak mengerti akan perintah yang anda berikan. Anak juga akan menyerap perintah dan belajar untuk melakukan hal yang sama setelah 4-5 kali kejadian tersebut berulang.

2. Kenali hal yang membuat anak tantrum

Tantrum adalah hal yang wajar dan biasa terjadi pada anak. Maka orang tua harus tahu apa yang membuat anaknya menjadi tantrum atau rewel. Kebanyakan anak akan memiliki emosi yang meledak-ledak, ketika merasa lapar dan mengantuk. Sebaiknya hindari beberapa waktu ini untuk mengajarkan anak anda disiplin.

Contohnya saat anda ingin mengajarkan anak untuk disiplin pada waktu tidurnya, pastikan anda dan anak sudah berada di rumah di jam-jam ia tidur siang dan malam. Hindari membawanya ke suatu tempat saat ia sedang mengantuk atau lapar.

Di sinilah dibutuhkan kerjasama antara anda dengan anak, supaya proses mendidik berjalan dengan lancar. Bila anak anda masih tantrum maka beri mainan kesukaannya untuk memicu suasana hatinya menjadi lebih baik. Setelah itu anda bisa mengajaknya kembali bermain sambil belajar bertanggung jawab, dengan yang ia lakukan. Jangan lupa untuk memberi pujian padanya saat dia berhasil melakukan kegiatan positif versi dirinya.

3. Mengikuti pola pikir anak

Cara mendidik anak yang baik lainnya sejak ia masih balita adalah dengan mengikuti pola pikir anak tersebut. memang mudah sekali merasa kesal saat si kecil membuat rumah menjadi berantakan. Misalnya hari ini ia menggambar dinding rumah dengan krayon, esoknya ia menyebarkan mainan tanpa membereskannya lagi. Tentu sebagai orang tua anda menjadi pusing dibuatnya.

Tetapi ingat kembali, bahwa pola pikir anda berbeda dengan pola pikir anak. Bagi anda membereskan mainan adalah hal yang mudah diselesaikan, tetapi tentu tidak bagi si kecil. Jadi cobalah untuk mengikuti pola pikir anak anda.

Di seusianya, hal itu menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ingatlah bahwa anda juga melakukan hal yang sama saat seusianya. Karena usia balita adalah masa-masa belajar dan mengenal apa yang ada di sekitarnya.

Baca Juga :   Desain Produk : Pengertian, Fungsi, Konsep, Tujuan, Manfaat, Dan Contohnya Lengkap

Jadi dibanding kesal dengan apa yang ia lakukan, sebaiknya anda membantu membereskan mainannya untuk memberi contoh yang baik untuknya. Beri tahu juga anak anda bahwa hal itu penting dilakukan dan sudah menjadi tugasnya. Sehingga lama-lama ia akan terbiasa untuk melakukannya. Jangan lupa untuk memberi pujian juga, ketika ia berhasil membereskan mainannya sendiri.

4. Menciptakan lingkungan yang sesuai

Anda tahu bahwa anak kecil memiliki rasa penasaran yang tidak ada habisnya. Sehingga ia ingin menjelajahi banyak hal-hal baru. Untuk mengawali mendidik anak anda, hindari segala godaan yang dapat membuyarkan konsentrasi anak tersebut. dengan menciptakan lingkungan yang kondusif dan sesuai dengan keadaan si kecil.

Contohnya hindari penggunaan atau akses TV, handphone, tablet dan alat elektronik lainnya yang bisa mengganggu proses pembelajaran anak. Proses mendidik anak memang terkadang menjadi terganggu dengan tampilan video, yang menurutnya lebih menarik dibandingkan mainan miliknya. Padahal membaca buku atau memainkan mainannya, dapat merangsang kemampuan motorik dan sensoriknya.

Menurut Rex Forehand, Heinz, dan Rowena Ansbacher, profesor psikologi di University of Vermont, orang tua harus menciptakan suasana yang kondusif ketika mendidik anak mereka. Bahkan ketika si kecil mulai membangkang, orang tua tak boleh menghukum anak tersebut. tetapi sebaiknya memindahkan mereka pada aktivitas lainnya yang mampu mengalihkan perhatiannya.

5. Jangan ragu untuk memberi hukuman

Banyak orang tua yang merasa tidak tega bila memberi hukuman pada anaknya. Padahal hukuman bagi anak, juga diperlukan untuk menunjukkan sikap yang tegas dalam mendidik anak. Tetapi ukur kembali hukuman bagi si kecil, dan jangan terlalu memberatkannya. Hal itu dilakukan untuk kedisiplinan anak tersebut.

Contohnya pada saat si kecil mulai menggigit, memukul, atau melemparkan makanan. Bawa ia ke ruangan atau kamarnya. Lalu minta ia untuk diam di ruangan tersebut dan memikirkan kesalahan apa yang sudah ia lakukan. Kemudian ajak ia untuk bersikap lebih tenang, dan beri pemahaman padanya bahwa ia harus memperbaiki kesalahan dan alasannya. Contohnya, Adek tidak boleh melempar makanan karena makanan dan laintainya akan menjadi kotor.

Baca Juga :   Arti Implementasi : Pengertian, Tujuan, dan Contohnya Lengkap

Lakukan cara itu sekitar 1-2 menit, sampai anda selesai memberi pemahaman pada si kecil. Bila sudah selesai beri tanda pada si kecil bila ia sudah pergi dari lokasi hukuman tadi. Dan minta ia untuk berjanji tidak melakukannya lagi. Sehingga ia belajar bahwa semua hal bisa ia lakukan begitu saja, apalagi bila itu merugikan orang lain. Tentu ia akan merasa tidak ingin kembali ke ruangan hukuman lagi.

6. Tetaplah bersikap tenang

Hindari membentak atau memarahi anak saat ia tidak mau disiplin, karena hal itu akan membuat peran positif yang anda ajarkan hilang begitu saja. Ketika ia menangkap adanya aura negatif dari amarah orang tuanya, maka ia hanya akan melihat bentuk emosinya dan tidak akan mendengar apa yang anda katakan.

Usahakan untuk tetap bersikap tenang di depan anak anda. Tarik napas dalam-dalam, hitung sampai 3, dan tatap mata anak anda dalam-dalam. Karena menegur dan bersikap tegas tidak harus disertai dengan emosi.

7. Berpikir positif

Tidak ada orang tua yang sempurna. Sehingga tak perlu membanding-bandingkan kedisiplinan anak anda dengan anak orang lain. Karena setiap anak mempunyai masa perkembangan yang berbeda-beda, dan tidak dapat disamakan. Lakukan hal yang terbaik yang mampu anda lakukan.

Tak peduli seberapa stress anda berusaha untuk mendidik si kecil supaya disiplin, dan tetap berpikir positif. Percayalah bahwa anda mampu mendidik anak anda dengan sebaik-baiknya. Minta bantuan pasangan atau dokter anak untuk mendapat saran yang terbaik, dalam membuat anak selalu disiplin.

Karena selama anda tetap konsisten dengan aturan yang anda buat, maka si kecil akan belajar lebih disiplin dengan perlahan. Dan dengan hasil positif yang mengejutkan anda.

Demikian penjelasan tentang cara mendidik anak yang baik dan benar. Semoga anda dapat menerapkannya kepada anak anda, sehingga anak-anak akan menjadi disiplin dan patuh hingga dewasa.

Baca Juga :