13 Aliran Seni Rupa – Pengertian, Macam – Macam Beserta Contohnya

Posted on

Aliran Seni Rupa Dan Penjelasannya Lengkap

Aliran Seni Rupa – Seni rupa merupakan cabang seni yang bisa ditangkap oleh indera penglihatan dan juga peradaban. Dengan menciptakan kesan estetika yang diperoleh melalui pengolahan pada titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan.

13 Aliran Seni Rupa - Pengertian, Macam - Macam Beserta Contohnya

Ada berbagai macam pendekatan yang digunakan untuk menciptakan karya seni yang sesuai dengan imajinasi seniman, pendekatan itu disebut dengan aliran seni rupa. Berdasarkan materialnya, bidang seni rupa dikategorikan menjadi tiga macam yaitu seni murni, seni desain, dan seni kriya.

Seni murni adalah sebuah bidang seni yang mengutamakan konsep keindahan. Seni desain yaitu gambar perencanaan dari suatu benda. Sedangkan seni kriya lebih menitikberatkan pada kegunaan karya yang dihasilkan serta proses produksinya.

Aliran seni disebut juga jiwa yang dipakai oleh seniman dalam memberi nyawa pada karyanya. Berikut ini beberapa macam aliran seni rupa yang telah banyak dikenal hingga saat ini, dan penjelasannya secara lengkap.

Naturalisme

Ciri utamanya yaitu objek inspirasi yang digunakan adalah alam atau nature, hingga disebut dengan naturalisme. Yang menggambarkan keindahan alam yang tertangkap oleh mata. Sehingga komposisi warnanya, proporsi, keseimbangan, hingga prespektif dibuat semirip mungkin dengan bagaimana mata manusia melihat benda aslinya.

Beberapa seniman yang terkenal dalam aliran naturalisme di antaranya Rembrant, William Hogart, Fans Hall, Raden Saleh, Basuki Abdullah, dan Abdullah Sudrio Subroto.

Realisme

Adalah aliran seni rupa yang berusaha untuk menggambarkan kejadian yang memang benar-benar terjadi. Di dalam aliran ini yang ditekankan adalah suasana saat kejadian itu berlangsung,  tidak spesifik pada suatu objek tertentu. Tokoh yang terkenal sebagai penganut realisme antara lain seperti Gustove Corbert, Fransisco de Goya, dan Honor Daumier.

Baca Juga :   Himpunan Semesta : Pengertian dan Contohnya Lengkap

Romantisme

Corak romantisme yaitu menampilkan hal-hal yang penuh dengan daya dan fantasi, tidak rasional, absurd, namun harus tetap indah. Biasanya pelukis akan melukiskan tentang cerita romantis yang dibumbui tragedi, penuh dengan dramatisasi kisah romansa. Penggambaran objeknya sedikit agak berlebihan. Beberapa tokoh seniman penganut aliran ini contohnya seperti Raden Saleh, Theobore, dan Gerriwult.

Impressionisme

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1874, dengan mengutamakan kesan pertama yang terlintas dari suatu obyek lukisan. Sinar matahari memiliki peranan penting dalam merefleksikan kesan dari objek yang akan dilukis. Biasanya lukisan dengan aliran ini mempunyai gambaran yang agak kabur, penyebabnya yaitu lukisan harus dilukis dengan cepat, karena mengandalkan pencahayaan dari matahari.

Seniman dengan aliran impressionisme yang dikenal adalah Claude Monet, Aguste Renoir, Kusnadi, Solichin, dan Affandi.

Ekspresionisme

Sesuai dengan namanya, lukisan ini mengedepankan pencurahan perasaan yang tanpa batas dan bebas. Penggambaran objeknya ada dalam kuasa si seniman, sesuai dengan imajinasi dan juga perasaan seniman tentang objek tersebut. biasanya isi lukisannya menggambarkan kengerian, kekerasan, kemiskinan, kesedihan, dan maksud lainnya di balik sesuatu yang dilakukan oleh manusia.

Aliran seni rupa ini dipelopori oleh Vincent van Gogh, Paul Gaugiuin, Ernast Ludwig, Karl Schmidt, Emili Nolde, JJ. Kandinsky, dan Paul Klee. Diketahui Affandi beralih ke aliran ekspresionisme karena ia merasa aliran ini sesuai dengan jiwanya.

Kubisme

Kubisme diperkenalkan pertama kali pada pameran respektif Cezanne pada 1907. Menggambarkan corak bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segiempat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus, dan kotak-kotak.

Aliran ini tak menggambarkan bentuk alam, tetapi menempatkan bentuk geometris pada alam. Aliran ini dipelopori oleh Gezane, Pablo Picasso, Metzinger, Braque, Albert Glazes, Fernan Leger, Robert Delaunay, Francis Picabia, dan Juan Gris.

Fuvisme

Fuvisme muncul pada abad ke-20, pertama kali dilontarkan oleh kritikus seni asal Perancis Louise Vauxelles saat mengomentari karya sekelompok pelukis muda. Ciri khasnya yaitu penggunaan warna warni yang terkesan liar, yang dalam bahasa Perancis des fauves artinya binatang liar.

Baca Juga :   10 Perilaku Dan Ciri-Ciri Orang Cerdas "Yang Belum Anda Tahu"

Penganut aliran ini di antaranya seperti Henry Matisse, Andre Dirrain, Maurice de Vlamink, Rauol Dufi, dan Kess Van Dogen.

Dadaisme

Lahir di masa perang dunia ke I, aliran ini bertolak belakang dengan aturan dasar yang ada dalam seni. Seni menggambarkan suatu hal yang indah, tetapi dalam dadaisme justru menggambarkan tentang kekerasan dan kekasaran. Hal ini terjadi karena dilatarbelakangi oleh kondisi peperangan.

Aliran ini juga diperkenalkan dengan metode kolase menggunakan barang bekas, rongsokan, dan/atau bahkan sampah. Tokoh seniman yang terkenal dengan aliran ini adalah Juan Gross, Max Ernst, Hans Arp, Marcel Duchamp, dan  Picabia.

Futurisme

Lahir pada tahun 1909 dengan mengedepankan keindahan gerak. Dikatakan sebagai lawan dari kubisme yang kaku dan statis dalam komposisi, garis, dan warna. Karena fokus utamanya ada pada gerak, maka mungkin sekali ditemukan kuda yang berkaki lebih dari empat di dalam karya seni yang dihasilkan.

Seniman yang menganut aliran ini adalah seperti Umberto, Boccioni, Carlo Cara, Severini, Gioccomo Ballad, dan Ruigi Rusallo.

Surrealisme

Pertama kalinya konsep ini digunakan di dalam karya sastra drama besutan Apollinaire. Lalu diadopsi di dalam karya seni oleh Andre Bizton dengan menggambarkan hal yang biasanya hanya muncul di dalam mimpi. Surealisme bersifat tak realistis, dan tak mungkin berwujud di dalam kehidupan nyata.

Tokoh seniman dengan aliran seni rupa ini misalnya Salvador Dali, Andre Masson, Joan Miro, Sudiardjo, dan Amang Rahman.

Abstraksionisme

Obyek dari aliran absktrak murni berasal dari imajinasi, mimpi, hingga intuisi sang seniman. Dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu :

  • Abstrak ekspresionisme. Adalah pengungkapan perasaan yang menggunakan garis dengan warna. Yang dibagi ke dalam dua jenis, yaitu color field panting yang mementingkan hasil pewarnaan yang cerah dengan bidang lebar. Dan kedua adalah action painting di mana lebih mementingkan proses pengerjaannya dibandingkan hasil.
  • Abstrak geometris. Adalah pengungkapan perasaan dengan melalui penggambaran yang berbentuk geometris. Ada empat jenis abstrak geometris yang berbeda, diantaranya yaitu suprematisme (abstraksi bentuk geometris murni), konsiruktivisme (seni rupa tiga dimensi dengan media bahan modern seperti kawat, besi, plastic, dan/atau kayu), neo plastisisme (seni abstrak yang menampilkan keuniversalan ilmu eksak), dan optional art/op art (menggambarkan susunan pengulangan geometris yang rapi dan menimbulkan ilusi optik).
Baca Juga :   Wiraswasta : Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur dan Contohnya Lengkap

Popular Art

Lebih dikenal dengan sebutan pop art dan pertama kali berkembang di Amerika pada tahun 1956. Aliran ini muncul karena jenuh dengan objek seni dan mengingatkan keadaan sekitar yang seringkali terlupakan. Di dalam pop art, benda apa saja dapat dijadikan objek. Kesan yang ingin disampaikan yaitu sindiran, karikatur, serta humor yang apa adanya.

Seniman penganut aliran pop art yang terkenal antara lain seperti Tom Wasselman, George Segal, Yoseph Benys, Claes Odenburg, dan Cristo.

Post Modern

Yang sering disebut dengan aliran kontemporer. Aliran ini tak memiliki aturan yang mengikat dan terus berkembang, seiring dengan kondisi zaman ketika karya seni itu dibuat. Bisa disebut juga dengan aliran yang merefleksikan situasi dan waktu secara tematik. Ciri utamanya adalah objeknya dinamis dan menunjukkan kebebasan dalam berekspresi, dan juga mencolok.

Seniman yang menjadi tokoh penganut aliran ini adalah Sprinka, Jim Nyoman Nuarta, Supankat, dan Angelina P.

Seni rupa adalah salah satu hasil peradaban kebudayaan manusia. Dan sejak dahulu kala selalu ada benda karya seni yang dihasilkan di suatu masa. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk menyukai keindahan.

Beragam jenis aliran seni rupa yang muncul dan lahir adalah bentuk warisan kebudayaan. Aliran tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial dan juga kecenderungan masyarakat di suatu periode waktu tertentu.

Demikian pembahasan tentang macam-macam aliran seni rupa yang lengkap dengan penjelasannya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda di bidang seni. Dan memberi manfaat bagi kita semua.

Baca Juga :