Indeks Harga : Pengertian, Tujuan, Macam, Ciri, Penyusunan Dan Metode Perhitungannya Lengkap

Posted on

Indeks Harga : Pengertian, Tujuan, Macam, Ciri, Penyusunan Dan Metode Perhitungannya Lengkap

Macam-Macam Indeks Harga – Indeks harga adalah ukuran statistik yang digunakan untuk menyatakan beragam perubahan harga yang terjadi dari waktu ke waktu.

Indeks harga konsumen (IHK) b. Indeks harga produsen (IHP) c. Indeks paritas.

Tujuan Perhitungan Indeks Harga

  1. Sebagai barometer atau petunjuk dari keadaan ekonomi secara umum.
  2. Sebagai pedoman dalam menetapkan berbagai kebijakan dan juga administrasi perusahaan.
  3. Sebagi deflator.
  4. Sebagai pedoman untuk membeli berbagai jenis barang.
  5. Sebagai pedoman untuk mengatur upah gaji buruh atau untuk menyesuaikan kenaikan gaji buruh saat terjadi inflasi.

Macam Macam Indeks Harga

Indeks Harga Konsumen (IHK)

Adalah indeks harga yang diambil dari perubahan harga dari jasa dan barang yang dikonsumsi dari masa ke masa. IHK mengambil data dari empat kelompok, diantaranya yaitu kelompok makanan, perumahan, aneka barang, dan jasa. IHK juga digunakan dalam Badan Pusat Statistik sebagai indikator inflasi di Indonesia.

Indeks Harga Perdagangan Besar/Indeks Harga Produsen

Adalah indeks yang menggambarkan perubahan dalam harga pembelian barang oleh setiap pedagang besar. Indeks harga pada perdagangan besar ditetapkan dengan kuantitas/ukuran borongan yang dilakukan. Contohnya hasil pertambangan, hasil pertanian, hasil industri, impor serta ekpor.

Indeks Harga yang Diterima dan Dibayar Petani

Adalah indeks harga yang wajib dibayar oleh para petani baik untuk biaya hidup atau biaya produksi yang di dalamnya mencakup biaya hipotek, pajak, upah. Rasio paritas adalah rasio antara indeks dengan harga yang dibayar dan diterima di periode tertentu.

Baca Juga :   Pelaku Ekonomi : Pengertian Dan Peran Para Pelaku Kegiatan Ekonomi Lengkap

Indeks Harga Implisit

Adalah cara/metode yang dipakai untuk membandingkan pertumbuhan ekonomi riil dengan pertumbuhan ekonomi nominal. Metode ini melibatkan semua jenis barang yang diproduksi. Indeks harga implisit sudah menjadi ukuran inflasi dari masa ke masa yang dimana, harga dasar perhitungan GNP riil digunakan sampai GNP sekarang.

Ciri Ciri

  1. Indeks harga digunakan untuk perbandingan harga dari waktu ke waktu.
  2. Dalam menetapkan harga indeks didasarkan oleh harga yang relevan.
  3. Indeks harga juga ditetapkan oleh sampel dan bukan dari populasi.
  4. Menghitung indeks harga yang dilatarbelakangi waktu yang memiliki kondisi ekonomi yang stabil.
  5. Perhitungan indeks harga dilakukan dengan memakai metode yang sesuai dan juga tepat.
  6. Perhitungan indeks harga dihitung melalui pembagian harga tahun dan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar, lalu dikalikan 100.

Penyusunan Indeks Harga

Tujuan dari perumusan adalah untuk menghitung semua perubahan yang terjadi dan untuk membandingkan perubahan diantara variabel sosial serta ekonomi. rumus penyusunan angka indeks yaitu :

  1. Apakah yang akan diukur?
  2. Bagaimana cara atau metode untuk mengukurnya?
  3. Untuk apa pengukuran tersebut dilakukan?

Sumber dan Syarat Perbandingan Data

Dalam menyimpan indeks indeks harga diperlukan data selama kurun waktu atau periode tertentu. Data itu berupa jumlah produksi atau harga barang yang saling berkaitan dari waktu ke waktu. Penghitungan angka indeks juga menentukan jenis barang yang akan dihitung.

Secara umum, terdapat kesulitan dalam perhitungan indeks. Yaitu memilih komponen yang masuk dalam kumpulan variabel, yang nantinya diperhitungkan. Contoh :

1. Indeks bahan makanan

Anda harus memilih jenis makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat umum. Namun pemilihan jenis barang/makanan itu harus representatif atau dapat mewakili. Cara ini disebut dengan judgment sampling.

2. Pemilihan Periode Dasar

Waktu dari periode atau tahun yang memiliki angka indeks 100 dalam tahun yang berikutnya sebagai tahun tertentu. Contoh :

Baca Juga :   Pengertian Ekonomi : Definisi, Prinsip, Motif Dan Kegiatan Ekonomi Lengkap

Diketahui sebuah angka indeks mulai dari tahun 2000 hingga 2003, diantaranya yaitu:

  • tahun 2000 = 100
  • tahun 2001 = 110
  • tahun 2002 = 115
  • tahun 2003 = 120

Dari indek harga yang telah diketahui di atas, tahun dasarnya meruakan tahun 2000, hal ini sebab tahun tersebut menunjukkan angka 100%.

Faktor yang harus diperhatikan saat memilih tahun dasar yaitu :

  1. Pemilihan periode tahun dasar bisa dilaksanakan ketika perekonomian cenderung relatif stabil.
  2. Periode dasar mempunyai jangka waktu yang tidak terlalu pendek ataupun terlalu panjang. Jarang sekali tahun dasar yang memakai jangka waktu hingga seminggu lebih lama dari 5 tahun.
  3. Pemilihan tahun dasar bisa dilandasi dengan sebuah kejadian penting.

3. Pemilihan Timbangan (Weight)

Anda juga harus memerhatikan faktor kuantitas suatu barang, faktor kuantitas ini digunakan sebagai timbangan atau angka penimbang untuk membandingkan kualitas barang. Jenis barang dianggap penting, faktor penimbangnya lebih tinggi dari barang yang nilainya kurang penting.

Metode Perhitungan

Ada dua jenis metode perhitungan dalam indeks harga, yaitu :

  1. Angka indeks sederhana (simple agregative methode) dibagi dalam wujud yang berupa agregatif sederhana dengan rata-rata harga yang relatif.
  2. Angka indeks yang ditimbang, dibagi dalam wujud agregatif sederhana serta dengan rata-rata harga relatif yang tertimbang.

Berikut penjelasannya :

1. Indeks Harga Tidak Tertimbang dengan Metode Agregatif Sederhana

Angka indeksnya meliputi indeks harga, kualitas, dan juga nilai.

Angka indeks harga (price = P)

Angka indeks kuantitas (quantity = Q)

Keterangan :

  • IA = indeks kuantitas tidak ditimbang
  • Qn = kuantitas yang mau dihitung angka indeks
  • Qo = kuantitas pada tahun dasar

Angka indeks nilai (value = V)

Keunggulan dari menggunakan metode agregatif sederhana adalah sifatnya sederhana, hingga akan lebih mudah menghitungnya. Kelemahan dari menggunakan metode agregatis sederhana adalah bila terjadi perubahan kuantitas satuan barang, maka angka indeksnya akan ikut berubah.

Baca Juga :   Pengertian Bank Konvensional : Tujuan, Fungsi dan Prinsipnya Lengkap

Angka Indeks Tertimbang

Perhitungan angka indeks tertimbang dilakukan dengan beberapa metode, seperti :

Metode agregatif sederhana

Rumusnya :

Keterangan :

  • IA = indeks harga yang ditimbang
  • Pn = nilai yang dihitung angkanya
  • Po = harga pada tahun dasar
  • W = faktor penimbang.

Contoh perhitungannya :

2. Metode Laspeyres

Adalah angka indeks yang dihitung dengan memerhatikan beragam faktor penimbangnya dan kuantitas tahun dasar.

Rumusnya :

Kelemahan metode laspeyres :

  • Hasil perhitungan yang lebih besar (over estimate), dikarenakan jumlah permintaan mengalami penuruan.
  • Qo lebih besar dibandingkan dengan Qn.

Contoh perhitungannya :

3. Metode Paasche

Adalah angka indeks yang dihitung dengan memerhatikan beragam faktor penimbang kuantitas tahun yang dihitung dengan memakai angka indeksnya yaitu Qn.

Rumusnya :

Contoh perhitungannya :

Kelemahan metode paasche:

  • Hasil perhitungan cenderung lebih rendah (under estimate), dikarenakan harga suatu barang mengalami kenaikan sehingga permintaan menjadi menurun.
  • Qn ebih kecil dibandingkan Qo.

Menggunakan metode dengan mengintegrasikan angka indeksnya itu, dengan cara mengenakan metode angka indeks Drobisch and Bowley.

4. Metode Drobisch and Bowley

Rumusnya :

5. Metode Irving Fisher

Disebut dengan cara perhitungan indeks yang paling ideal. Karena metode ini menghitung indeks dengan cara mencari rata-rata ukur dari indeks Laspeyres dan indeks Paasche.

Rumusnya :

6. Metode Marshal Edgewarth

Adalah metode yang menghitung angka indeks dengan cara ditimbang dan dihitung dengan menggabungkan kuantitas dasar, dan kuantitas tahun N. lalu dikalikan dengan harga pada tahun dasar dan tahun N.

Rumusnya :

Contoh perhitungannya :

Demikianlah pembahasan materi tentang Macam-Macam Indeks Harga yang dilengkapi dengan pengertian, macam, tujuan, ciri, penyusunan dan metode perhitungannya. Semoga dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat bagi anda semua.

Baca Juga :