Metode Penelitian : Pengertian, Macam dan Contohnya Lengkap

Posted on

Pengertian, Macam dan Contoh Metode Penelitian

Pengertian Metode – Pada umumnya metode penelitian adalah proses atau cara yang dilakukan dengan cara yang lebih spesifik, dalam menyelesaikan masalah yang diajukan pada sebuah riset. Pengertian dari metode penelitian adalah ilmu yang menjelaskan bagaimana sebuah penelitian dilakukan.

Metode Penelitian

Pendapat lainnya mengatakan bahwa metode penelitian adalah serangkaian langkah yang sistematis atau terstruktur yang dilakukan oleh peneliti, dalam menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan objek peneliti. Berikut ini beberapa langkah yang sistematis dalam metode :

  • Proses identifikasi dan merumuskan masalah
  • Penyusunan kerangka berpikir
  • Merumuskan hipotesis
  • Pembahasan masalah
  • Membuat kesimpulan dan saran

Mengapa para peneliti memerlukan metodologi saat melakukan penelitian? Karena mereka dapat mendapatkan hasil penelitian yang tepat, bisa dipertanggungjawabkan, dan dapat menyelesaikan masalah yang diteliti.

Metode Penelitian Menurut Para Ahli

  1. Menurut Prof. Dr. Sugiyono metode penelitian adalah cara ilmiah dalam mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
  2. Menurut Muhiddin Sirat metode penelitian adalah cara dalam memilih topik masalah dan penentuan judul pada suatu riset.
  3. Menurut Prof M.E. Winarno metode adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan teknik yang teliti dan sistematik.
  4. Menurut Heri Rahyubi metode penelitian adalah model atau cara yang dapat dilakukan dalam suatu kegiatan belajar mengajar demi tercapainya suatu proses pembelajaran yang baik.
  5. Menurut Muhammad Nasir metode penelitian adalah cara utama yang digunakan oleh peneliti dalam mencapai tujuannya, dan untuk menentukan jawaban atas masalah yang diajukan.

Macam-Macam Metode Penelitian

Pada umumnya metode penelitian dikelompokkan ke dalam beberapa macam. Diantaranya yaitu :

Metode Kualitatif

Adalah metode penelitian yang sifatnya memberi penjelasan dengan menggunakan analisis. Di dalam pelaksanaannya metode ini sifatnya subjektif, yang dimana proses penelitian lebih diperlihatkan dan cenderung lebih fokus pada landasan teori.

Metode penelitian ini disebut juga metode etnografi karena jamak dan digunakan untuk melakukan pengamatan dalam kondisi sosial budaya.

Metode Kuantitatif

Adalah bentuk penelitian yang dilakukan dengan cara yang sistematis, terstruktur dan juga terperinci. Di dalam pelaksanaanya metode ini fokus pada penggunaan angka, tabel, grafik, dan diagram dalam menampilkan hasil data atau informasi yang didapatkan.

Metode Survei

Adalah suatu jenis metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil riset, yang berbentuk opini atau pendapat dari orang lain yang berinteraksi secara langsung dengan objek yang telah diamati. Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh suatu gambaran yang umum, melalui sampel dari beberapa orang.

Baca Juga :   Surat Perjanjian : Pengertian, Fungsi, Ciri Dan Contohnya Lengkap

Metode Ekspos Facto

Adalah metode penelitian dalam meneliti hubungan sebab dan akibat dari sebuah peristiwa. Dari keterkaitan sebab dan akibat tersebut akan ditemukan kemungkinan yang baru, yang dapat dijadikan indikator di dalam proses riset.

Metode Deskriptif

Adalah metode penelitian yang tujuannya adalah untuk menjelaskan suatu peristiwa yang sedang berlangsung, di masa sekarang dan di masa lalu. Metode riset ini bisa dibagi menjadi dua macam yaitu, Longitudinal (sepanjang waktu) dan Cross Sectional (waktu tertentu).

Contoh Laporan Metode Penelitian

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1. Tempat dan Waktu Penelitian
  2. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an

Daarul Qur’an Cipondoh Tangerang Banten

  1. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2008.

  1. Metode Penelitian

Dalam kesempatan penelitian ini dilakukan pendekatan secara analisis

kualitatif, melalui analisis kualitatif mengandung makna suatu

penggambaran atas data dengan menggunakan kata dan baris kalimat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan

memahami suatu situasi sosial, peristiwa, peran, interaksi dan kelompok.

Menurut John W. Creswell, ahli psikologi pendidikan dari University of

Nebraska, Lincoln (Creswell, 1994:150-1) metode pendekatan kualitatif

merupakan sebuah proses investigasi.

 

Peneliti juga lebih menekankan pada obyektivitas dan kejujuran

yang diwujudkan dengan menjelaskan tujuan penelitian kepada informan.

Selain itu merahasiakan identitas informan, sehingga konsekuensi dari hasil

penelitian ini tidak berdampak kepada informan yang telah memberikan

informasi. Data dan informasi yang digunakan dalam penelitian ini

didapat dari observasi dan wawancara. Informasi yang didapat dari observasi

langsung, cacatan wawancara, rekaman wawancara, dan foto kegiatan.

Informasi tersebut dalam bentuk dokumen dan catatan peristiwa yang diolah

menjadi data.

 

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.

Menurut Maman (2002; 3) penelitian deskriptif berusaha menggambarkan

suatu gejala sosial. Dengan kata lain penelitian ini bertujuan untuk

menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat studi.

Metode kualitatif ini memberikan informasi yang mutakhir sehingga

bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta lebih banyak dapat

diterapkan pada berbagai masalah (Husein Umar, 1999:81). Sedangkan

penelitian ini lebih memfokuskan pada studi kasus yang merupakan

penelitian yang rinci mengenai suatu obyek tertentu selama kurun waktu

tertentu dengan cukup mendalam dan menyeluruh. Menurut Vredenbregt

(1987: 38) Studi kasus ialah suatu pendekatan yang bertujuan untuk

mempertahankan keutuhan (wholeness) dari obyek, artinya data yang

dikumpulkan dalam rangka studi kasus dipelajari sebagai suatu keseluruhan

yang terintegrasi, di mana tujuannya adalah untuk memperkembangkan

pengetahuan yang mendalam mengenai obyek yang bersangkutan yang

Baca Juga :   Teks Rekaman Percobaan : Pengertian, Struktur, Ciri Kebahasaan, Unsur Kebahasaan Lengkap

berarti bahwa studi kasus harus disifatkan sebagai penelitian yang eksploratif

dan deskriptif.

Dari segi teknik penulisan, penulis berpedoman pada buku: Pedoman

Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi yang diterbitkan oleh Tim Penyusun UIN

Syarif Hidayatullah, Jakarta: UIN Jakarta Press, 2008.

1. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian adalah suatu pedoman yang dipakai peneliti

untuk mengumpulkan data penelitian yang diperlukan agar menjadi

mudah dan sistematis dalam memperolehnya. Instrument merupakan

alat bagi upaya pengumpulan data yang diinginkan.

2. Teknik Pengumpulan Data

3. Jenis dan Sumber data

Prosedur pengambilan data penelitian menggunakan dua jenis data, yang

dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Data Primer

Data primer yang dimaksud meliputi data yang diperoleh dari hasil

wawancara pihak manajemen PPPA Daarul Qur’an serta dari hasil observasi.

2. Data Sekunder

Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang

diperoleh melalui studi kepustakaan.

3. Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Observasi dengan melakukan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti

atau dapat dirumuskan sebagai proses pencatatan pola perilaku subyek

(orang), obyek (benda) atau kejadian sistematik tanpa adanya pertanyaan atau

komunikasi dengan individu-individu yang diteliti. Metode ini dilakukan

tanpa perlu memberikan pertanyaan kepada responden. Peneliti melakukan

pengamatan baik di lingkungan kerja alami ataupun di laboratorium, dan

mencatat perilaku subyek penelitian. Pengamatan terhadap objek yang akan

diteliti, berusaha mengumpulkan data dari fenomena yang telah muncul untuk

memberikan penafsiran, yang diperoleh melalui data primer dalam

pengumpulan data. Observasi dilaksanakan dengan melakukan pengamatan

langsung terhadap proses pelaksanaan kerja dan hasil kerja yang diperoleh dan

untuk menilai tingkat akurasi data dan informasi yang disampaikan oleh setiap

unit kerja yang dianggap perlu dengan pertimbangan:

  • Adanya data atau informasi yang dinilai kurang layak atau

meragukan, sehingga perlu diobservasi ke lapangan (unit kerja

yang bersangkutan).

  • Adanya unit organisasi yang spesifik dan cenderung mengarah

kepada bentuk organisasi fungsional sehingga perlu pendalaman

lebih khusus untuk perumusan dan pengkajiannya.

 

1. Wawancara adalah percakapan dengan maksud untuk maksud tertentu. Pada

metode ini peneliti dan responden berhadapan langsung (face to face) untuk

mendapatkan informasi secara lesan dengan tujuan mendapatkan data yang

dapat menjelaskan permasalahan penelitian. Sesuai dengan jenisnya,

peneliti memakai jenis wawancara,yaitu:

2. Wawancara berstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan dengan

mengajukan beberapa pertanyaan secara sistematis dan pertanyaan

yang diajukan telah disusun sebelumnya.

3. Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara dengan

mengajukan beberapa pertanyaan secara lebih luas dan leluasa

Baca Juga :   Teks Eksposisi : Pengertian, Struktur, Jenis Dan Cirinya Lengkap

tanpa terikat oleh susunan pertanyaan yang telah

dipersiapkan sebelumnya, biasanya pertanyaan muncul secara

sepontan sesuai denagn perkembangan situasi dan kondisi

ketika melakukan wawancara.Dengan tehnik ini diharapkan

terjadi komunikasi langsung, luwes dan fleksibel serta terbuka,

sehingga informasi yang didapat lebih banyak dan luas.

 

1. Dokumentasi merupakan kegiatan penelitian dengan mengamati berbagai

dokumen yang berkaitan dengan topik dan tujuan penelitian, teknik ini

sering disebut juga observasi historis. Dokumentasi merupakan merupakan

suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis

dokumen-dokumen,baik dokumen tertulis,gambar maupun elektronik.

Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan

dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan

utuh. Jadi studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan

atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen

yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-

dokumen tersebut.

2. Teknik Analisis Data

Analisa data adalah proses penyusunan data agar dapat ditafsirkan. S

Nasution (1996:126) menjelaskan bahwa menyusun data berarti

menggolongkannya kedalam pola, tema atau kategori sehingga dengan demikian

tidak akan terjadi chaos. Tafsiran atau interpretasi data artinya memberikan

makna kepada analisis, menjelaskan pola atau kategori, mencari hubungan

antara berbagai konsep yang mencerminkan pandangan atau perspektif

peneliti, dan bukan kebenaran. Kebenaran hasil penelitian masih harus dinilai

orang lain dan diuji dalam berbagai situasi lain. Hasil interpretasi juga bukan

generalisasi dalam arti kuantitatif, namun lebih bersifat hipotesis kerja yang

senantiasa harus diuji kebenarannya dalam situasi yang lain. Adapun metode

analisis yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk analisis kualitatif.

Teknik ini digunakan untuk memberikan gambaran manajemen PPPA Daarul

Qur’an.

Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis secara induktif, dengan

model metode perbandingan tetap. Metode ini dimulai dengan mereduksi data,

pengkatagorisasian, sintesisasi dan menyusun hipotesis kerja. Langkah-langkah

tersebut dijelaskan dengan disesuaikan pada subyek penelitian yang diteliti di

lapangan nantinya.

 

Untuk menganalisis penelitian ini, maka dilakukan dengan langkah-

langkah sebagai berikut: (Miles dan Huberman, 1992: 18)

1 Pengumpulan informasi, melalui wawancara maupun observasi langsung.

2. Reduksi. Langkah ini adalah untuk memilih informasi mana yang sesuai

dan tidak sesuai dengan masalah penelitian.

3. Penyajian. Setelah informasi dipilih maka disajikan bisa dalam bentuk

tabel, ataupun uraian penjelasan.

4. Tahap akhir, adalah menarik kesimpulan. (Miles dan Huberman, 1992: 18)

Wawancara yang diajukan kepada informan semata-mata sebagai bahan

kajian yang mendasar untuk membuat kesimpulan. Bagaimanapun

pendapat banyak orang merupakan hal penting meskipun tidak dijamin

validitasnya. Semakin banyak informasi, maka diharapkan akan menghasilkan

data yang sudah tersaring dengan ketat dan lebih akurat.

Demikian pembahasan mengenai pengertian metode penelitian yang lengkap. Semoga dapat memberi manfaat untuk setiap pembaca dan menambah wawasan anda.

Baca Juga :