Pakaian Adat Banten Lengkap

Posted on

Pakaian Adat Banten Lengkap

Pakaian Adat Banten – Banten adalah provinsi paling barat yang dekat dengan Jakarta. Sejarah kebudayaan masyarakat Banten tercampur dengan Sunda dan budaya lainnya. Karena banyak orang luar daerah Banten yang masuk ke Banten dengan melalui jalur laut.

Banten adalah kota yang dekat dengan pelabuhan dan selalu ramai pengunjung. Orang dari luar kota/negeri yang akan melakukan perdagangan. Tak heran bila ada banyak kebudayaan di daerah tersebut. karena munculnya pendatang dari luar, tentu mereka memiliki budaya yang berbeda-beda. Maka terciptalah beragam adat budaya Banten, seperti pakaian adat, alat musik, dan musik khas Banten.

Pakaian Adat Banten Pengantin

Pakaian adat ini adalah pakaian yang biasa dipakai oleh sepasang mempelai, yang akan melangsungkan resepsi pernikahan. Motif dan modelnya hampir mirip dengan pakaian pengantin adat Sunda. Karena dahulu budaya Banten juga dipengaruhi oleh Sunda, sehingga pakaian adatnya mirip dengan adat Sunda.

Pakaian perlengkapan pengantin pria tambahan yang digunaka diantaranya yaitu :

  • Baju koko dengan kerah sebagai atasan
  • Kain samping sebagai bawahan
  • Penutup kepala
  • Sabuk atau ikat pinggang dari kain batik dengan motif serupa
  • Selop
  • Keris atau golok

Pakaian adat wanitanya terdiri dari :

  • Baju kebaya untuk bagian atasan
  • Kain samping atau bisa juga batik untuk bawahan
  • Selendang yang diselempangkan ke bahuadat bange
  • Penutup kepala biasanya terdiri atas kembang goyang yang berwarna keemasan dan terdapat sebuah susunan bunga melati yang biasa diselipkan di bagian sanggul.
Baca Juga :   Rumah Adat Sulawesi Selatan Lengkap

Pakaian Adat Banten Pangsi

Adalah pakaian adat yang sangat dikenal di Jawa Barat khususnya masyarakat sunda. Masyarakat Banten juga mengenakan pakaian adat pangsi sebagai pakaian keseharian. Pakaian adat ini juga pernah dikenakan dalam latihan silat tradisional yang biasa dilakukan masyarakat Banten.

Baju adat pangsi ini adalah singkatan dari Pangeusi Numpang ka Sisi yang memiliki makna pakaian penutup badan. Cara mengenakannya yaitu dengan dibelitkan dan menumpang seperti ketika mengenakan sarung. Kemudian pakaian ini terdiri dari tiga susunan yaitu tangtung, nangtung, dan samping. Pakaian ini khusus dikenakan oleh pria saja.

Pakaian Adat Baduy

Adalah salah satu pakaian yang dikenakan oleh masyarakat adat Banten yaitu suku Baduy. Suku Baduy adalah suku asli Banten. Suku Baduy dikenal sebagai masyarakat yang sangat menutup diri, dari pengaruh zaman atau kemajuan teknologi dan perkembangan zaman.

Suku Baduy juga dibedakan menjadi dua macam yakni suku Baduy dalam (yang dimana suku ini tidak ingin menerima dan tidak ingin berinteraksi dengan masyarakat luar). Dan suku Baduy luar yaitu suku yang masih bisa dan ingin menerima serta ingin berinteraksi dari masyarakat luar, namun dengan batasan-batasan tertentu.

Kedua suku tersebut memiliki perbedaan mencolok baik dari segi pakaian maupun adat yang lainnya. Berikut penjelasannya :

Pakaian Adat Baduy Dalam

Adalah pakaian yang berwarna putih polos yang disebut dengan Jamang Sangsang. Baju Jamang Sangsang sendiri biasanya dipakai dengan cara digantungkan di badan. Pakaian ini mempunyai lubang di bagian lengan dan leher dan tak ada kerah. Pakaian ini juga tak memiliki kancing serta saku. Proses pembuatan bajunya dengan cara dijahit dengan tangan, dan bahannya dari pintalan kapas asli yang asalnya dari hutan.

Baca Juga :   Rumah Adat Aceh : Sejarah dan Filosofinya Lengkap

Untuk menutupi badan bagian bawah masyarakat Baduy biasanya menggunakan sarung berwarna hitam, dan biru tua yang diikat ke pinggang. Kemudian ada juga ikat di kepala yang dibuat dari kain putih yang digunakan untuk pembatas rambut.

Makna warna putih pada baju yang mereka kenakan adalah mereka tetap suci dan tak terpengaruh oleh budaya luar yang cenderung bisa merusak moral.

Pakaian Adat Baduy Luar

Adalah pakaian adat Banten yang warnanya hitam. Makna warna hitam ini adalah baju kampret/kelelawar yang modelnya dinamis dan elegan. Pada pakaian ini, terdapat berbagai jahitan mesin, kancing juga kantong yang terdiri dari berbagai bahan dan tidak harus selalu menggunakan kapas murni.

Perbedaan suku baduy luar dan dalam terlihat dari cara mengikat kepalanya. Ikat kepala orang Baduy luar berwarna biru dengan motif batik. Dan Baduy dalam berwarna putih.

Pakaian Adat Banten Modern

Baju pengantin Banten terdiri atas pakaian adat pria dan pakaian adat banten wanita yang di lengkapi berbagai aksessoris lainya seperti halnya dengan penutup kepala, baju koko, kain samping, ikat pinggang, selop.

Sedangkan pakaian adat banten untuk wanita ada hiasan-hiasan yang berupa seperti kembang giyang, rangkaian bunga melati, kebaya, selendang, busana bawahan, dan selop.

Baju adat Banten modern ditambah dengan aksesoris untuk mempercantik model dan tampilannya. Walaupun bahan dan motifnya sama saja, dengan baju adat Banten yang sebelumnya.

Sekian pembahasan mengenai Pakaian Adat Banten dan penjelasannya lengkap. Semoga dapat dipahami dan dapat menambah wawasan anda. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :