Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia – Pengertian, Definisi, Macam Beserta Contohnya Lengkap

Posted on

Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Lengkap

Pengertian Hak Dan Kewajiban Warga Negara Menurut Para Ahli – Pada dasarnya setiap manusia sudah memiliki hak, bahkan sejak ia masih dalam kandungan, sampai dilahirkan ke dunia. Karena janin di dalam perut tidak mungkin sudah memiliki kewajiban.

Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia

Pengertian Hak

Hak memiliki dua macam arti diantaranya yaitu arti hak secara umum atau nature rights, atau hak alami atau hak secara khusus atau hak legal/hak hukum. Hak secara umum disebut dengan apa yang kita ketahui tentang hak. Sedangkan hak secara khusus bisa disebut sebagai apa yang negara dan para ahli katakan mengenai batasan hak.

Pengertian Hak Secara Umum

Menurut pemahaman dasar manusia, pada dasarnya hak adalah sebuah kebebasan. Yang merupakan arti hak yang paling umum. Hak atau kebebasan tersebut mengikat dalam diri seseorang. Ada hak yang dicabut dan ada hak yang tak bisa dicabut kecuali oleh Sang Pencipta. Yaitu hak untuk hidup.

Sehingga tak salah bila terjadi genosida dan peperangan dimana-mana, maka ada yang berhasil merenggut nyawa sipil atau warga negara yang tak ikut berperang. Pimpinan perang atau orang yang bertanggung jawab tersebut nantinya akan diadili oleh pengadilan internasional, atas pelanggaran hak terhadap hak untuk hidup.

Pengertian Hak Menurut KBBI

Arti atau pengertian hak menurut KBBI diantaranya yaitu :

  1. Benar,
  2. Milik atau kepunyaan,
  3. Kewenangan,
  4. Kekuasaan untuk berbuat sesuatu,
  5. Kekuasaan yang benar atas sesuatu,
  6. Derajat atau martabat,
  7. Kewenangan dalam hukum.

Hal itu adalah padanan kata hak yang juga menjadi arti kata dari hak itu sendiri. Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sehingga jelaslah bahwa menurut negara Indonesia hak merupakan pengembangan dari kata kebebasan, dan sekaligus menjadi pembatas kebebasan tersebut karena dalam arti hak ketujuh, yang isinya kewenangan dalam hukum. Sedangkan hukum juga dibuat oleh orang yang berbeda, yang dalam hal ini adalah perwakilan dari anggota DPR.

Hak Menurut Para Ahli

1. Definisi hak menurut Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto pengertian hak ini dibagi menjadi dua, diantaranya hak relatif atau searah dan hak jamak atau absolut. Penjelasannya :

  • Hak relatif/searah. Adalah hak yang berhubungan dengan perjanjian dan atau hukum kerja sama.
  • Hak jamak arah/ absolut. Merupakan hak yang berhubungan dengan hak pribadi/individu, hak atas objek material, hukum tata negara dan hak kekeluargaan.

2. Definisi Hak Menurut R.M.T Sukamto Notonagoro

Menurut Soekamto pengertian hak adalah kuasa dalam menerima atau melakukan sesuatu, yang semestinya diterima atau dilakukan oleh suatu pihak tertentu. Dan tidak bisa oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya bisa dituntut dengan paksa olehnya.

3. Definisi Hak menurut  George Nathaniel Curzon

George Nathaniel Curzon membagi pengertian hak menjadi lima bagian, diantaranya yaitu :

  • Hak sempurna. Yaitu hak yang bisa dilaksanakan melalui sebuah proses hukum.
  • Hak utama. Hak yang diperluas oleh hak lainnya, hak tambahan, dan yang melengkapi hak utama.
  • Hak publik. Adalah hal yang dimiliki oleh seseorang, masyarakat, dan negara.
  • Hak positif dan negatif. Adalah hak yang diperoleh seseorang dengan syarat adanya tindakan, dan hak negatif diperoleh dengan syarat supaya tidak melakukan suatu tindakan.
  • Hak milik. Adalah hak seseorang pada barang atau kedudukan.

4. Definisi Hak menurut John Salmond

John Salmond membagi pengertian hak menjadi 4 bagian, yaitu :

  • Hak dalam arti sempit. Yaitu hak yang diperoleh oleh seseorang dengan syarat melakukan kewajiban tertentu.
  • Hak kemerdekaan. Merupakan hak yang dimiliki oleh seseorang dalam melakukan kegiatan dengan syarat tak perlu mengganggu dan tidak melanggar hak milik orang lain.
  • Hak kekuasaan. Adalah hak yang diperoleh seseorang dalam mendapat kekuasaan, mengubah hak-hak, kewajiban, dan lainnya, melalui jalur dan cara hukum.
  • Hak kekebalan/imunitas. Adalah hal yang dimiliki seseorang untuk bebas dari kekuasaan hukum orang lain.
Baca Juga :   Pakaian Adat Betawi, Nama, dan Penjelasannya Lengkap

Macam-Macam Hak

Ada beberapa macam dalam hak, yang diantaranya yaitu sebagai berikut :

Hak Absolut

Adalah sebuah hak yang diakui di dalam perjanjian HAM internasional. Pengertian hak abosulut ini yaitu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian, yang berlaku di mana saja. Dan tetap berlaku dalam keadaan gawat darurat sekalipun.

Salah satu jenis hak absolut ini adalah hak untuk hidup dan hak untuk bebas dari perbudakan.

Hak Individual dan Hak Sosial

Hak individual adalah setiap hak yang mengikat dan dimiliki oleh setiap individu di dalam bernegara. Bisa disebut juga dengan hak warga negara. Contohnya hak untuk bekerja, dan hak untuk berbicara. Hak untuk memiliki tempat tinggal, dan hak untuk menganut agama yang diakui oleh negara.

Pengertian hak sosial adalah semua hak yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat, yang dalam hal ini warga negara dalam kepentingan masyarakat dan bernegara. Misalnya hak untuk memilih presiden dan wakilnya, anggota DPR, serta hak untuk mengembangkan kebudayaan dan hak untuk mendapat pengajaran.

Hak Legal dan Hak Moral

Hak legal adalah hak yang diterima oleh setiap warga negara yang diberikan oleh hukum yang berlaku di negara tersebut. hak legal seperti hak atas kepemilikan tanah berdasarkan sertifikat tanah, dan hak untuk memperoleh pengacara.

Hak moral adalah hak yang diterima oleh setiap individu berdasar atas prinsip atau peraturan etis.

Hak Positif dan Hak Negatif

Hak postif menurut Prof. Aeon Skoble adalah suatu hak yang sifatnya positif, yang menjadi hak yang mengharuskan individu atau orang lain dalam menyediakan apa yang menjadi hak pribadi seseorang. Misalnya hak untuk mendapat pendidikan yang layak. Hak yang mengharuskan individu/badan untuk turun tangan dalam memberi pendidikan yang layak.

Pengertian hak negatif adalah hak yang mengharuskan seseorang untuk tidak berbuat apa-apa atas sebuah tindakan, yang menjadi hak seseorang. Misalnya hak untuk menguraikan pendapat di muka umum, jika ada aparat atau pihak yang menghalangi anda dalam mengutarakan pendapat di muka umum. Maka artinya ia melanggar hak anda.

Hak Umum dan Hak Khusus

Hak khusus adalah hak yang timbul dalam hubungan yang khusus, diantara beberapa individu karena fungsinya yang khusus yang dimiliki oleh setiap orang pada orang yang lainnya. Contohnya kegiatan pinjam meminjam uang antar manusia, dan janji pengembalian dalam waktu tertentu.

Hak umum adalah hak yang dimiliki oleh manusia bukan karena fungsi atau hubungan tertentu, tetapi karena ia adalah manusia. Misalnya HAM atau Hak Asasi Manusia.

Mengapa Hak Harus Dibatasi

Mengapa hak harus dibatasi sedangkan arti dari hak itu sendiri adalah kebebasan? Hal ini menjadi pertanyaan yang mendasar bagi setiap orang, yang mulai mengenal hak atau bagi yang belajar PKN. Hak pada setiap manusia dan hak warga negara, sesungguhnya tidak dibatasi oleh manusia manapun. Jika memang hal itu adalah hak manusia atau individu itu sendiri. Hak akan dibatasi oleh hak tersebut, misalnya oleh manusia dan individu lainnya.

Misalnya saat anda mempunyai hak atas motor maka anda berhak memakaianya dengan kecepatan yang anda inginkan. Anda juga berhak menabrakan motor itu dengan ugal-ugalan di jalan. Tetapi individu atau orang lain memiliki hak hidup, dan hak di jalanan. Sehingga bila anda ugal-ugalan di jalanan hal itu akan mengancam orang lain. Dan dibuatlah hukum atau UU peraturan yang menjamin setiap hak manusia atau warga negara.

Pengertian Kewajiban Secara Umum

Kewajiban pada umumnya atau berdasarkan pada pemahaman kebanyakan orang tentang kewajiban tersebut, adalah tanggung jawab yang bentuknya adalah keharusan. Arti dari tanggung jawab yang juga merupakan keharusan adalah kita harus melakukan sesuatu, tetapi bila tidak dilakukan maka akan ada konsekuensi yang akan dibebankan.

Pengertian Kewajiban Menurut KBBI

Bila melihat dari KBBI online maka pengertian kewajiban adalah suatu hal yang memang diwajibkan, pekerjaan atau tugas dan kewajiban juga merupakan tugas menurut hukum. Sehingga bila hanya mengacu kepada KBBI saja, maka kewajiban ini hanya sebatas pada pengertiannya saja dan bukan hal yang disandingkan dengan hak.

Untuk mendapatkan hak biasanya orang harus melakukan kewajibannya dahulu. Tapi dalam kenyataannya tidak seperti itu.

Pengertian Kewajiban Menurut Prof. R. M. T. Sukamto Notonagoro

Menurut Guru Besar yang satu ini kewajiban adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh pihak tertentu, dengan rasa tanggung jawab yang pada prinsipnya bisa dituntut dengan paksa oleh orang yang memiliki kepentingan.

Baca Juga :   Rumah Adat NTT, Filosofi, Keunikan dan Cerita Mistiknya Lengkap

Berdasarkan pengertian kewajiban menurut Prof. R. M. T. Sukamto Notonagoro tersebut, maka kewajiban memang bisa timbul atas dua hal. Yang pertama karena keinginan sendiri, dan yang kedua karena keinginan dari orang atau pihak lainnya. Sehingga kewajiban seseorang bisa berasal dari adanya hak yang dimiliki oleh orang lain, terhadap orang yang diberi kewajiban.

Hubungan Antara Hak Dan Kewajiban

1. Hak dan Kewajiban selalu bersama

Hak dan kewajiban selalu erat kaitannya. Keduanya adalah dua sisi di dalam satu koin. Jika negara memberi kita hak untuk hidup sebagai warga negara, maka artinya kita diberi kewajiban untuk tidak mengambil aksi yang akan membahayakan hidup kita. Dan harus menghargai nyawa orang lain.

Sama halnya dengan jika kita mempunyai hak untuk bekerja dan mendapat bayaran, ada kewajiban bagi kita untuk menyadari bahwa orang lain juga mempunyai hak yang sama.

2. Hak seseorang adalah kewajiban bagi yang lainnya

Orang yang bijak berkata bahwa hak hanya bisa dinikmati dalam dunia yang ada kewajibannya. Untuk segala hak yang ada terdapat kewajiban yang melekat padanya. Pada saat seseorang gagal dalam melaksanakan kewajibannya, maka haknya juga akan gugur. Saat seseorang melaksanakan kewajibannya maka haknya menjadi valid, dan akan mampu menagih kewajiban dari orang lain.

Contohnya saat seseorang yang bekerja di perusahaan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan tugasnya, saat dia gagal maka haknya dalam memperoleh gaji akan hilang sepenuhnya. Atau bahkan diberhentikan dari pekerjaannya. Namun saat muncul kewajiban bagi pemilik perusahaan untuk membayar gaji karyawan, karena mendapat gaji atas pekerjaannya adalah hak dari karyawan.

3. Setiap hak mengandung kewajiban untuk kebaikan sosial

Bila kita mempunyai hak maka hak itu harus tidak merugikan masyarakat, atau individu dan kelompok lain. Dirugikan di sini maksudnya adalah hak itu tidak mencabut atau mengambil hak orang lain atau masyarakat. Misalnya kita memiliki hak hidup, untuk bertahan hidup kita tak boleh mengambil kehidupan orang lain seperti contohnya mencuri makanan dan tindakan kriminal yang lainnya.

Sehingga di zaman sekarang yang dimana HAM sudah mengalami globalisasi, seharusnya tak ada hak yang mempunyai nilai yang buruk untuk masyarakat.

4. Kewajiban pada negara

Kewajiban pada negara dan kebutuhan negara dalam membayar pajak dan kewajiban lainnya muncul karena negara memberi hak dan menjamin serta menjaga hak individu dan juga masyarakat. Sehingga masyarakat dan individu mempunyai kewajiban serta tanggung jawab pada negara.

Sebaliknya bila rakyat atau warga negara melakukan semua tanggung jawabnya, yang dibebankan olehnya maka warga negara berhak atas hak yang dijaminkan atasnya melalui UU. Sehingga bila warga negara tidak merasa haknya dikurangi oleh negara, maka warga negara berhak mengadu dan menagih hak itu pada negara. Misalnya dengan melakukan demonstrasi.

Perbedaan Hak Dan Kewajiban

1. Definisi yang berbeda

Perbedaan yang pertama antara hak dan kewajiban adalah definisi dari kedua kata tersebut. yaitu hak adalah sesuatu yang boleh dan kewajiban adalah sesuatu yang harus.

2. Ada atau tidaknya sangsi hukuman

Perbedaan berikutnya terletak pada sangsi. Pada dasarnya hak memiliki sangsi yang jika tidak diambil, akan tetap merugikan. Sedang kewajiban jika tidak dilakukan akan ada sangsi yang mengikat.

3. Subjek atau sejumlah subjek

Perbedaan yang ketiga adalah dari sisi subjeknya. Hal ini berlaku untuk diri sendiri, kecuali pada kasus tertentu. Dan kewajiban berlaku pada banyak orang sekaligus sebagai satu entitas.

4. Ya atau tidak

Hak bisa saja ya dan bisa juga tidak, sedangkan kewajiban hanya boleh ya saja. Artinya hak mempunyai hak untuk tidak dilakukan, dan dilakukan oleh individu tersebut. sedangkan kewajiban harus ya dan harus dilakukan. Jika tidak maka ada sangsi atau hukuman, atau pencabutan hak yang mengikat pada kewajiban itu sendiri.

5. Hak lebih dulu diatur daripada kewajiban

Perbedaan berikutnya dari hak dan kewajiban adalah siapa yang lebih dulu hadir yang diatur oleh negara. Pada dasarnya hak dan kewajiban yang lebih dulu diatur adalah haknya, yaitu dalam sebuah konstitusi. Lalu dirumuskanlah kewajiban sebagai turunannya.

Artinya negara memberi hak kepada warga negara atau penduduknya, sehingga warga negera mempunyai kewajiban dalam mengikuti aturan yang dibuat oleh negara sesudahnya. Hak yang diberikan oleh negara ini di luar hak absolut dan alami. Karena hak absolut dan alami tak berbatas pada negara, dan tidak bisa dibatasi dengan apapun. Seperti misalnya hak untuk hidup, yang tercantum dalam piagam HAM internasional.

Hubungan Hak Dan Kewajiban Warga Negara

Menurut Koerniatmanto S (2000) hak dan kewajiban warga negara menekankan pada aspek suatu negara. Warga negera merupakan anggota dari suatu negara, sebagai anggota negara maka seorang warga negara memiliki kedudukan yang khusus pada negaranya. Seorang warga negara juga mempunyai hubungan hak dan kewajiban, yang sifatnya timbali balik pada negara.

Baca Juga :   Nama Pakaian Adat Yogyakarta Lengkap

Hak warga negara Indonesia sudah diatur oleh negara yang saat ini resmi dibentuk yang kita kenal dengan UUD 1945. Lalu diturunkan pada aturan yang lebih rendah yaitu  Undang undang No.12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan Republik Indonesia.

Contoh Hak Dan Kewajiban Negara Menurut UUD

Contoh dari hak warga negara

Bila melihat pasal yang berada dalam UUD 1945 ada banyak hak warga negara yang sudah ditetapkan di dalamnya, diantaranya yaitu :

  • Berhak mendapat perlindungan hukum (pasal 27 ayat (1))
  • Berhak mendapakan pekerjaan dan penghidupan yang layak. (pasal 27 ayat 2).
  • Berhak mendapatkan kedudukan yang sama di mata hukum dan dalam pemerintahan. (pasal 28D ayat (1))
  • Bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama yang dipercayai. (pasal 29 ayat (2))
  • Berhak memperleh pendidikan dan pengajaran.
  • Memiliki hak yang sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku. (pasal 28)
  • Pasal 28 – kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
  • Pasal 30, ayat (1) – hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang.
  • Pasal 27, ayat (1) – segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2), taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

2. Hak Warga Negara dalam Pasal 27-34 UUD 1945

  1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  2. Hak membela negara
  3. Hak berpendapat
  4. Hak kemerdekaan memeluk agama
  5. Hak mendapatkan pengajaran
  6. Hak utuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia
  7. Hak ekonomi untuk mendapat kan kesejahteraan sosial
  8. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial

3. Contoh kewajiban warga negara

  • Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi : segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahandan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
  • Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.
  • Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan : Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain.
  • Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.”
  • Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945. menyatakan: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.”

Wujud Hubungan Warga Negara Dengan Negara

Warga negara dan negara mempunyai hubungan timbal balik antara hak dan kewajibannya. Warga negara mempunyai hak sehingga negara memiliki kewajiban atas warga negara. Sebaliknya negara juga memiliki hak dan warga negara memiliki kewajiban yang harus dipatuhi.

Supaya negara berjalan dengan lancar maka diperlukan beberapa peran. Peran ini adalah tugas yang dilakukan semampunya, oleh setiap individu warga negara. Dengan kesadaran tersebut maka negara akan tetap lestari dan warga negara akan lebih sejahtera.

Wujud hubungan nyata antara warga negara dengan negara bisa ditemukan di dalam UUD 1945 pasal 27-34 mengenai hak hak warga negara yang berhubungan dengan negara yaitu :

  1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.Hak membela negara
  2. Hak berpendapat
  3. Hak kemerdekaan memeluk agama
  4. Hak mendapatkan pengajaran
  5. Hak utuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia
  6. Hak ekonomi untuk mendapat kan kesejahteraan sosial
  7. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial

Dan kewajiban bagi warga negara pada negara dan pemerintah di dalam UUD 1945 yaitu :

  1. Kewajiban dalam menaati hukum dan pemerintahan
  2. Kewajiban dalam membela negara
  3. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya one man rights is others men duties, yang artinya satu hak berarti kewajiban pihak lain dan begitu juga sebaliknya. Hal yang sama berlaku juga untuk negara dan warga negara. Hak dan kewajiban warga negara pada dasarnya adalah hak dan kewajiban :

  1. Hak negara untuk dibela
  2. Hak negara untuk menguasai bumi, air, dan kekayaan untuk kepentingan rakyat
  3. Kewajiban negara untuk menjamin sistem hukum yang adil
  4. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara
  5. Kewajiban negara mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat
  6. Kewajiban negara meberi jaminan sosial
  7. Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah

Sekian pembahasan dan penjelasan tentang hak dan kewajiban warga negara Indonesia lengkap. Semoga bisa menambah wawasan anda, dan memberi manfaat bagi kita semua.

Baca Juga :