Kader Dan Kaderisasi – Pengertian, Jenis, Faktor dan Cara Memaknainya Lengkap

Posted on

Pengertian,Jenis, Faktor dan Cara Memaknai Kader Dan Kaderisasi

Pengertian Kaderisasi – Untuk bisa memahami bagaimana pentingnya dan makna dari kader dan kaderisasi, maka logisnya lebih baik kita jelaskan dahulu pengertian dari dua kata tersebut. baik secara etimologi maupun secara terminologi. Kader berasal dari Bahasa Yunani yaitu cadre yang artinya adalah bingkai. Sedangkan secara terminologi pengertian kader adalah, subjek yang ada di dalam sebuah organisasi yang tugasnya adalah untuj mewujudkan visi dan misi organisasi tersebut. dari pengertian itu anda bisa memahami bagaimana pengertian kaderisasi, yaitu sebuah proses yang dilakukan oleh para kader dalam organisasi dalam mewujudkan visi dan misinya. Kaderisasi biasanya dilakukan oleh para kader, lalu membingkai gambaran organisasi supaya terlihat lebih jelas dan membedakannya dengan sesuatu yang bukan gambar atau gambaran dari organisasi yang lainnya.

Pengertian,Jenis, Faktor dan Cara Memaknai Kader Dan Kaderisasi

Jenis-Jenis Kader

Organisasi adalah sekumpulan beberapa individu yang satu tujuan dalam visi dan misinya. Yang menjadi pengkhusus, dalam organisasi dibandingkan dengan kumpulan dari beberapa individu yang lainnya seperti misalnya komunitas, gang dan lainnya yang sifatnya lebih terstruktur, normatif dan sistematis. Mengapa terstruktur? Karena di dalam sebuah organisasi dibagi dalam beberapa tingkatan dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, yang sesuai dengan kapasitas.

Dikatakan normatif karena di dalam suatu organisasi yang berisi beberapa norma atau kaidah, tentang apa yang harus dan tak boleh dilakukan. Yang dimana setiap anggota organisasi yang mematuhi dan melanggar norma, akan dikenakan sangsi dan apresiasi. Disebut sistematis karena di dalam suatu organisasi setiap anggotanya bekerja dalam suatu sistem, dalam rangka untuk mewujudkan tujuan dari visi dan misi organisasi tersebut.

Perbedaan kapasitas dan dedikasi yang dilakukan oleh setiap anggota, pada sebuah organisasi meniscayakan sebuah perbedaan posisi di dalam struktur. Prinsip umumnya adalah bila sebuah objek yang kecil atau anggota, mengelola objek yang besar atau organisasi yang kemungkinan besarnya adalah objek yang besar. Dan kemungkinan kecilnya adalah subjek yang kecil, yang ikut membesarkan objek yang memang besar tersebut.

Baca Juga :   Metodologi Penelitian : Pendekatan, Jenis & Contohnya Lengkap

Kemungkinan kecil itu akan menjadi besar dan selama subjek yang dimaksud memperbesar pikiran dan tindakannya. Bila ditinjau dari kapasitas dan dedikasi yang sudah dilakukan oleh suatu organisasi, maka hanya akan terbagi ke dalam dua jenis. Yaitu senior dan junior.

  • Senior adalah anggota atau subjek yang melakukan kaderisasi kepada anggota organisasi lainnya.
  • Junior adalah anggota atau objek yang harus melewati kaderisasi yang dilakukan oleh anggota yang lainnya.

Dari kaderisasi yang dilakukan oleh senior dan junior tersebut, maka akan melahirkan tiga jenis anggota organisasi. Yaitu anggota yang memiliki junior tetapi tidak memiliki senior di atasnya, anggota yang memiliki junior dan memiliki senior di atasnya, dan anggota yang tidak memiliki junior tapi memiliki senior di atasnya.

Dari klasifikasi tersebut maka dapat dibedakan antara yang menjadi kader dan bukan kader. Anggota tingkat pertama adalah kader yang terbaik, bahkan bisa dikatakan sebagai pendiri organisasi. Anggota tingkat yang kedua adalah kader yang tugasnya membantu kader tingkat pertama, dalam melakukan kaderisasi demi terwujudnya visi dan misi organisasi. Yang menjadi target kaderisasi yang juga termasuk ke dalam bagian dari proses, dalam mewujudkan tujuan dari sebuah organisasi. Contoh kader mengkader yang tepat ini adalah Socrates yang mengkader Plato dan Aristoteles. Sedangkan di Indonesia misalnya H.O.S Cokromianoto yang mengkader Soekarno.

Faktor-Faktor Progresivitas Kaderisasi

Aristoteles mengajarkan kita tentang empat macam sebab, yang membuat akibat menjadi bisa eksis. Empat macam sebab itu antara lain :

  1. Efisien. Yaitu sebab yang tugasnya adalah sebagai subjek yang mengadakan suatu akibat. Contohnya bila roti adalah akibat maka sebab efisiennya adalah koki.
  2. Final. Adalah sebab yang tugasnya adalah sebagai tujuan universal yang menimbulkan akibat. Contohnya jika roti adalah akibat maka sebab finalnya adalah makanan.
  3. Formil. Adalah suatu sebab yang fungsinya sebagai tujuan partikulir atau bentuk yang mengadakan suatu akibat. Contohnya bila roti adalah akibat, maka sebab formilnya adalah donat.
  4. Materil. Yaitu sebab yang tugasnya sebagai susunan atau bahan-bahan yang mengadakan sebuah akibat. Contohnya jika roti adalah akibat, maka sebab materilnya adalah tepung terigu, telur, air dan lainnya.
Baca Juga :   Seni Rupa Modern : Sejarah, Pengertian, Aliran, Ciri, Unsur, Fungsi Dan Contohnya

Sebab-sebab tersebut juga disebut dengan faktor. Bila dihubungkan kembali dengan konteks kaderisasi, maka faktor-faktor itu mengembangkan progresivitas kaderisasi. Faktor tersebut terdiri dari empat macam, diantaranya yaitu :

  1. Faktor senior. Yang dimaksud dengan faktor senior adalah senio secara umum, baik anggota tingkat pertama ataupun yang kedua. Untuk anggota tingkat pertama, pemikiran dan tindakan mereka akan menjadi penentu progresivitas kaderisasi. Karena kader terbaik itulah yang akan menjadi sebab awal atau pendiri organisasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa anggota tingkat kedua, juga termasuk senior yang menjadi faktor progresivitas kaderisasi. Mereka menjadi founding father yang menentukan cetak biru, norma serta tujuan dalam berorganisasi. Semakin besar kapasitas dan dedikasi di dalam kaderisasi, maka akan semakin besar juga perannya sebagai faktor dari progresivitas kaderisasi tersebut. karena kapasitas dan dedikasi tidak berbicara tentang siapa yang lebih dulu hadir dalam organisasi, tetapi siapa yang berperan dan dibutuhkan dalam sebuah organisasi.
  2. Faktor tujuan. Tujuan atau visi dan misi organisasi juga menjadi salah satu bagian yang penting di dalam progresivitas kaderisasi. Tujuan tidak boleh terlalu tinggi, karena hal itu akan membuat anggota kesulitan dalam mencapainya. Tetapi tujuan juga tidak boleh terlalu rendah karena akan membuat anggota bekerja dengan tidak cerdas dan keras dalam mencapainya. Tujuan itulah yang menjawab pertanyaan, mau dibawa kemana kaderisasi tersebut. tujuan juga sering dihubungkan dengan visi dan misi. Visi diserap ke dalam bahasa inggris, yaitu vision yang artinya pandangan ke depan pada apa yang dilihat hari ini. Sedangkan misi juga diserap dalam bahasa inggris yaitu mision, yang artinya adalah langkah dalam mewujudkan misi itu sendiri. Visi dan misi tak pernah lepas dari kaderisasi di dalam sebuah organisasi.
  3. Faktor keteladanan. Senior yang bertugas mengkader junior harus mempertanyakan kepada dirinya sendiri, sebelum mengkader bahwa junior yang akan dikader akan dibentuk menjadi kader apa. Jawaban yang paling logis adalah menjadi kader seperti dirinya, atau melebihi dirinya sendiri. Tentu keteladanan juga harus menjadi prinsip dari setiap senior. Karena junior yang dikader akan meneladani pemikiran dan juga tindakannya. Yang dimana senior yang diteladani akan meneladani tindakan dan pemikiran senior yang mengkadernya terdahulu. Pertanyaannya adalah siapa yang diteladani oleh para kader terbaik, yang sering diasosiasikan pada mereka yang tindakan dan pemikirannya paling sesuai dengan tujuan dalam organisasi. Terlepas dari apakah ia yang paling awal atau belakangan masuk ke dalam organisasi.
  4. Faktor program kerja. Pada umumnya program kerja adalah perwujudan yang konkrit dalam satu tujuan organisasi, yang dilakukan dengan konsisten sekitar 1-5 tahunan. Keberhasilan dalam mewujudkan program kerja, akan mendapatkan penghargaan, baik dari pihak internal organisasi ataupun eksternal organisasi. Sedangkan kegagalan atau kurangnya perwujudan dalam program kerja akan mendapat sangsi, baik itu sanksi administratif, denda, maupun sanksi moral. Keberhasilan dan kegagalan tersebut bisa dilihat dengan jelas dan lengkap, di dalam rapat akhir untuk laporan pertanggungjawaban. Akumulasi dan optimalisasi program kerja, juga akan mengakibatkan pola kaderisasi yang progresif.
Baca Juga :   Wiraswasta : Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur dan Contohnya Lengkap

Cara Memaknai Pentingnya Kaderisasi

Kaderisasi adalah jawaban dari proses manusia dalam menuju kesempurnaan. Kaderisasi itu bermakna, karena akan menjadikan manusia semakin memanusiakan dirinya dan manusia yang lainnya. Dengan meningkatkan nilai kemanusiaannya. Kaderisasi itu penting karena sejak dulu hingga sekarang dan di daerah manapun akan dilakukan oleh manusia yang universal, dilakukan oleh manusia yang satu pada manusia yang lainnya secara objektif, dan tanpa kaderisasi manusia akan menghilangkan nilai kemanusiaan yang subtansial.

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian kaderisasi, jenis dan juga faktor-faktornya. Semoga informasi ini berguna bagi setiap pembaca, dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda tentang organisasi.

Baca Juga :