Pengertian Paradigma : Contoh Dan Definis Menurut Para Ahli Lengkap

Posted on

Pengertian Paradigma : Contoh Dan Definis Menurut Para Ahli Lengkap

Pengertian Paradigma – Biasanya kata paradigma digunakan oleh beragam orang dengan tingkat keilmuan yang tinggi. Biasanya orang yang menyebutkan paradigma tersebut adalah para aktivis, serta berbagai macam penggerak dalam organisasi. Sama halnya dengan pejabat pemerintah terutama para politikus.

Pengertian Paradigma

Orang-orang tersebut sudah biasa menggunakan kata paradigma karena sudah mengetahui pengertian dan definisinya dengan jelas. Namun banyak juga orang yang tidak paham tentang arti dari paradigma. Mari kita bahas lebih lengkap pengertian dari paradigma, sehingga kita tidak asal menyebutkan tentang paradigma tersebut.

Paradigma

Paradigma dikenal dengan sebuah bukti empiris yang valid, dan merupakan arbiter yang ultimated dalam menyingkap keunggulan diantara paradigma yang juga sekaligus memajukan pencapaian. Dengan penjelasan yang baik secara empiris dengan yang lainnya.

Sifat dari paradigma ini yaitu incommensurebility atau bisa dibandingkan satu langkah lebih maju dibanding dengan teorinya yang terdahulu. Hegemoni paradigma ini menjaga lebih baik pada pemisahan sehingga paradigma yang kurang diketahui atau dipahami, bisa berkembang dengan mendominasi semua proteksionisme atau proteksi kepuasaan dengan paradigma yang lama.

Apa Yang Dimaksud Dengan Paradigma

Paradigma merupakan sebuah konsep, yang pertama diperkenalkan oleh Thomas Kuhn dalam bukunya yang berjudul The Structur Of Scientific Revolution. Paradigma juga merupakan sebuah terminologi kunci di dalam model perkembangan ilmu pengetahuan, yang diperkenalkan oleh Kuhn.

Kemudian dipopulerkan kembali oleh Robert Freidrisch. Dia juga merupakan orang yang pertama yang merumuskan pengertian paradigma dengan lebih jelas. Paradigma merupakan seperangkat konsep yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya, dengan logis dan membentuk sebuah kerangka pemikiran.

Baca Juga :   Arti Implementasi : Pengertian, Tujuan, dan Contohnya Lengkap

Paradigma juga adalah sebuah cara pandang yang mendasar, atau cara kita dalam melihat, memikirkan, memaknai, menyikapi dan memilih tindakan atas sebuah fenomena yang ada. Paradigma juga merupakan suatu diagram atau kerangka pikir, yang menjelaskan tentang fenomena. Paradigma ini mengandung konsep yang terkait dengan fokus keilmuannya.

Pengertian Paradigma Menurut Para Ahli

1. Pengertian paradigma menurut George Ritzer adalah cara pendekatan investigasi, pada suatu objek atau titik awal dalam menggunakan point of view, formulasi dalam sebuah teori, dan mendesain pertanyaan atau refleksi yang sederhana.

2. Pada akhirnya paradigma juga bisa diformulasikan sebagai keseluruhan sistem kepercayaan, nilai dan juga teknik yang digunakan dengan kelompok komunitas ilmiyah.

3. Pengertian paradigma menurut Longman adalah sesuatu yang identik dengan bentuk atau model untuk menjelaskan sebuah proses ide dengan cara yang jelas.

4. Pengertian paradigma menurut Husain Heriyanto adalah seperangkat asumsi teoritis umum, dan hukum serta teknik aplikasi yang dianut dengan cara bersama oleh anggota komunitas ilmiah.

5. Pengertian paradigma menurut Capra adalah sekumpulan konsep, nilai, persepsi dan praktik yang dimiliki bersama oleh sebuah komunitas yang membentuk visi realitas yang menjadi landasan bagaimana komunitas tersebut mengatur dirinya sendiri.

6. Pengertian paradigma menurut Departemen Kesehatan RI adalah hubungan teori yang membentuk susunan, yang mengukur teori tersebut yang berkaitan dengan satu dan yang lainnya hingga mampu menimbulkan hal yang harus diselidiki.

7. Pengertian paradigma menurut Ferguson adalah pola pikir dalam memahami serta menjelaskan sebuah aspek tertentu pada setiap kenyataan.

Penjelasan Tentang Paradigma

Paradigma adalah konsep umum yang didefinisikan sebagai pola, cetak biru ataupun contoh, konsep ini juga penting untuk pemikiran sosial modern yang ada dalam dua konteks. Yang pertama yaitu penyebaran yang disebut dengan argumen kasus paradigma, yang kedua adalah arti dari pentingnya dalam karya yang berpengaruh dari T.S Kuhn.

Baca Juga :   Shalat : Pengertian, Syarat dan Rukun Shalat "Lengkap"

Argumen pada kasus paradigma yang digunakan oleh aliran linguistik yaitu pylosophy dari Oxford pada pertengahan abad ke 20. Argumen tersebut dijumpai di dalam karya Wittergeinstein. Argumen itu juga diambil dari fakta bahwa sebuah kata diajarkan dengan referensi dalam sebuah kasus atau paradigma yang jelas, bahwa dari contoh suatu keadaan contohnya objek, material dan kehendak bebas. Yang dirujuk bahwa kata itu harus ada.

Hal ini tampaknya bisa menimbulkan kritik bahwa mungkin kita didasarkan pada mistifikasi atau ilusi, contohnya kata penyihir pada abad ke 17. Kuhn juga menggunakan istilah dalam bukunya, kemudian istilah itu dianalisis oleh Margaret Masterman. Yang kemudian membedakan 21 macam makna dari istilah ini, di dalam buku edisi pertamnya.

Di dalam postscript edisi kedua 1970, Kuhn membedakan dua makna utamanya. Diantaranya yaitu :

  1. Seluruh konstelasi keyakinan, nilai, teknik dan sebagainya yang dianut dengan sejumlah komunitas tertentu, yaitu sebuah matriks indisipliner.
  2. Sejenis elemen dalam konstelasi itu, solusi teka teki konkret yang bisa menggantikan kaidah eksplisit sebagai basis, untuk ilmu normal yaitu sebuah contoh.

Contoh kedua dari makna ini adalah Principia Mathematika (1687) karya Isaac Newton dan New System Of Chemical Philosopy (1808) oleh Jhon Dalton itu yang menyediakan paradigma bagi kerja ilmu normal sumber, yang akan dieksploitasi. Bukan hipotesis untuk diuji dalam mengolaborasi dan mengembangkan suatu tradisi keilmuan.

Akhirnya saat muncul anomali sampai di titik tertentu akan terjadi krisis serta periode revolusioner dalam sains, yang akan mengawali lagi pembentukan paradigma yang baru sehingga komunitas ilmiah ini bisa menyatu.

Penjelasan Kuhn tersebut memunculkan banyak literatur yang dimana dikatakan bahwa interalia ilmu normal, tidaklah semonolitik yang dideskripsikan oleh Kuhn. Bahwa klaimnya mengenai incommensurability paradigma yang berlebihan, bahwa revolusi merupakan persoalan yang sangat rasional bukan konversi keyakinan. Dan bahwa karyanya juga lemah karena menyamakan realis atau idealis dengan cara sistematik.

Baca Juga :   Jenis Ikan Hiu Terbaru dan Lengkap

Di beberapa tempat Kuhn menggunakan metafora ilmuwan, sesudah ia berkarya di dunia yang berbeda. Sekarang tampak jelas bahwa sesudah pergolakan revolusioner maka akan menjadi masuk akal, untuk berbicara mengenai ilmuwan yang bekerja di dunia sosial atau kognitif yang berbeda-beda. Tapi mereka masih menjelaskan objek atau dunia alam, yang masih sama yaitu di dalam dimensi intransitifnya.

Kuhn gagal melihat perbedaan ini, akibatnya karyanya jadi mengandung paradoks. Yang kedua di sejumlah tempat Kuhn merumuskan kriteria untuk menilai paradigma yang baru. Terutama sejumlah pemecahan persoalan, akurasi prediksi, dan lain sebagainya. Namun ia tidak menyebutnya sebagai suatu hal yang lebih baik. Hal ini tampaknya keliru.

Yang pertama ini mengabaikan kemungkinan historis yang sebenarnya merupakan kriteria atau parsial dalam pilihan rasional.

Demikianlah informasi tentang pengertian paradigma lengkap. Semoga informasi ini bisa memberi wawasan dan pengetahuan bagi kita semua.

Baca Juga :