Perbedaan Candi Hindu Dan Budha Lengkap

Posted on

Perbedaan Candi Hindu Dan Budha Lengkap

Perbedaan Candi Hindu Dan Budha – Perbedaan dari candi Hindu dan Budha akan terlihat dari bentuk dasar atap candi tersebut. candi adalah bangunan bersejarah yang dibangun sebagai simbol agama, budaya dan juga peradaban di masa itu.

Secara umum candi digunakan untuk tempat pemujaan dewa dan dewi bagi para pemeluk agama Hindu dan Budha. Candi juga dimanfaatkan sebagai istana, gapura, tempat pemandian, dan lain sebagainya. Arsitektur bangunan candi dirancang dengan sangat detail dan menggunakan seni yang tinggi. Hingga bisa membuat kagum setiap orang yang melihatnya.

Candi Hindu dan Budha

1. Candi Hindu

Pada umumnya candi Hindu digunakan untuk makam para raja Hindu di zaman dahulu, yang pernah berkuasa. Dengan cara memakamkan abu jenazahnya di dalam candi tersebut. candi Hindu memiliki tiga bagian, yaitu :

  • Bagian dasar yang disebut dengan bhurloka dan yang menyimbolkan dunia yang fana.
  • Tubuh candi yang disebut dengan  bhurvaloka yang menyimbolkan dunia pemurnian atau pembersihan.
  • Bagian atas atau atapnya yang disebut dengan svarloka yang menyimbolkan dunia para dewa. Yang berbentuk runcing biasanya disebut dengan Ratna.

Sebagian besar candi Hindu ini dihiasi dengan beberapa arca tiga dewa utama di dalam kepercayaan Hindu, yang disebut dengan Trimurti yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa. Arca tersebut biasanya menggambarkan cerita tentang Ramayana dan Krisnayana. Biasanya arah pintu utamanya ada di sebelah barat.

Tata letak candinya yaitu simetris dan linier, sesuai dengan topografi wilayah setempat. Bangunan candi yang utama ada di belakang dan jauh dari pintu masuk dan biasanya dibangun di tanah yang paling tinggi, di kawasan komplek candi tersebut.

Ada pula perwayangan yang letaknya di depan bangunan candi yang utama. Contoh candi Hindu adalah Candi Prambanan, Candi Gedong Songo, Candi Penataran, Candi Cangkuang, Candi Gebang, dan Candi – candi di kawasan Dieng.

Baca Juga :   9 Anggota Panitia Sembilan Beserta dengan Tugasnya Lengkap

2. Candi Budha

Fungsi candi Budha secara umum adalah sebagai tempat ibadah atau tempat pemujaan para dewa, baik untuk keluarga kerajaan maupun untuk masyarakat di zaman itu.

Candi Budha memiliki 3 bagian candi yaitu :

  • Yaitu bagian dasar candi yang menjadi simbol tentang manusia yang identik dengan dosa.
  • Yautu bagian tengah canti yang menjadi simbol tentang kehidupan manusia di dunia yang fana ini, yang penuh dengan nafsu.
  • Yaitu bagian atap candi yang menjadi simbol manusia yang sudah mencapai nirwana. Biasanya berbentuk tambun atau disebut dengan stupa.

Sebagian besar candi biasanya dihiasi dengan arca Budha seperti arca kelompok Dyani Budha dan arca kelompok Dyani Bodhisatwa yang biasanya menceritakan tentang Lelitavistara dan Avadana atau Jataka. Tata letak candi Budha yaitu simetris dan mandala konsentris. Bangunan candi utamanya ada di bagian tengah kompleks, yang dikelilingi oleh candi kecil yang ditata dengan rapi.

Contoh dari Candi Hindu adalah Candi Borobudur, Candi Plaosan, Candi Kalasan, Candi Sewu, Candi Sari, Candi Banyunibo, Candi Sumberawan, Candi Muara Jambi, Candi Muara Takus, Candi Biaro Bahal, dan Candi Jabung.

Perbedaan Candi Hindu dan Budha

Perbedaan Candi Hindu dan Budha
PembedaCandi HinduCandi Budha
FungsiSecara umum candi Hindu berfungsi sebagai makam para raja Hindu yang pernah berkuasa. Dengan cara memakamkan abu jenazah para raja di candi.Secara umum candi Budha berfungsi sebagai tempat ibadah atau tempat pemujaan para dewa baik untuk keluarga kerajaan ataupun untuk masyarakat di zaman itu.
Struktur3 bagian candi Hindu yaitu :

1.       Bhurloka yaitu bagian dasar candi yang menyimbolkan dunia fana.

2.       Bhurvaloka yaitu tubuh candi yang menyimbolkan dunia permurnian atau pembersih.

3.       Svarloka yaitu bagian atas atau atap candi yang menyimbolkan dunia para dewa.

3 bagian candi Budha yaitu :

1.       Kamadhatu yaitu bagian dasar candi sebagai simbol bahwa manusia identik dengan penuh dosa.

2.       Rupadhatu yaitu bagian tengah candi sebagai simbol bahwa kehidupan manusia di dunia fana yang penuh dengan nafsu.

3.       Arupadhatu yaitu bagian atas atau atap candi sebagai simbol bahwa manusia yang telah mencapai nirwana.

Bentuk Puncak CandiMeruncing dan biasanya disebut dengan Ratna.Tambun dan biasanya disebut dengan Stupa.
Bentuk Puncak Candi secara UmumDagoba yang berbentuk tabung.Kubus.
Bentuk Bangunan CandiRampingBesar dan tambun
Arca CandiSebagian besar candi – candi Hindu dihiasai dengan arca – arca 3 dewa utama dalam kepercayaan Hindu yang disebut sebagai Trimurti. Ketiga dewa tersebut adalah

1.       Dewa Brahma

2.       Dewa Wisnu

3.       Dewa Siwa

Sebagian besar candi – candi Budha dihiasai dengan arca – arca Budha seperti arca kelompok Dyani Budha dan arca kelompok Dyani Bodhisatwa.
Penggambaran Cerita ArcaRamayana dan KrisnayanaLelitavistara dan Avadana atau Jataka.
Bahan Pembuatan CandiSebagian besar candi Hindu terbuat dari batu – batu merah yang tidak di bakar, dan bahkan ada pula yang dibuat hanya menggunakan batu bata biasa.Sebagian besar candi Budha terbuat dari batu andesit yang telah mengalami pemotongan secara rapi.
Atap CandiAtap candi – candi Hindu menunjukkan adanya undakan dan biasanya terdiri dari 3 tingkat undakan.Atap candi – candi Budha umumnya hanya satu tingkatan yang terdiri undakan – undakan yang berukuran kecil namun jumlahnya banyak dan membentuk satu kesatuan dengan lengkungan halus.
Arah Pintu UtamaBaratTimur
Hiasan Relung dan Gawang Pintu pada CandiHiasan kepala Kala tengah yang terlihat menyeringai dan dilengkapi dengan bagian rahang bawah yang terletak di bagian atas pintu.Hiasan gawang pintu berupa Gaya Kala Makara yaitu kepala Kala dengan peringai mulut yang menganga lebar namun tanpa rahang bagian bawah yang biasanya diletakkan bagian atas pintu utama dan terhubung dengan Makara ganda.
Style Hiasan Relief pada CandiHiasan relief biasanya terlihat lebih rendah dan teksturnya tidak terlalu menonjol. Gambar hiasan relief ini menyerupai tokoh – tokoh pewayangan Bali.Hiasan relief biasanya terlihat lebih tinggi dan bertekstur menonjol. Gambar relief ini dibuat dengan gaya natural.
Tata LetakTata letak candi Hindu adalah asimetris dan linier sesuai dengan topografi wilayah setempat.

Bangunan candi utama berada di belakang dan jauh dari pintu masuk serta biasanya dibangun di tanah yang paling tinggi di kawasan kompleks candi tersebut.

Terdapat pula perwayangan yang terletak di depan bangunan candi utama.

Tata letak candi Budha adalah simetris dan mandala konsentris.

Bangunan candi utama berada di bagian tengah kompleks candi tersebut yang dikelilingi oleh candi – candi kecil yang ditata rapi.

ContohCandi Prambanan, Candi Gedong Songo, Candi Penataran, Candi Cangkuang, Candi Gebang, dan Candi – candi di kawasan Dieng.Candi Borobudur, Candi Plaosan, Candi Kalasan, Candi Sewu, Candi Sari, Candi Banyunibo, Candi Sumberawan, Candi Muara Jambi, Candi Muara Takus, Candi Biaro Bahal, dan Candi Jabung.

 

Bentuk candi sudah banyak dipengaruhi oleh kedatangan pedagang, penjajah dan penyerang yang menyebabkan berubahnya gaya arsitektur serta teknik konstruksinya. Contohnya pengaruh dari India yang menyebabkan berubahnya arsitektur candi dengan gayanya yang klasik. Selain India ada pula Cina dan Arab dan beberapa negara Eropa.

Itulah perbedaan candi Hindu dan Budha yang lengkap. Yang semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang sejarah di Indonesia.

Baca Juga :