Objektif Dan Subjektif – Pengertian, Perbedaan Beserta Penjelasannya

Posted on

Perbedaan Objektif Dan Subjektif Lengkap

Objektif Adalah – Seorang peneliti tentu harus memiliki sikap yang objektif. Karena peneliti harus menghasilkan kesimpulan yang lebih baik, dengan adanya dukungan data dan fakta tanpa harus mencampurnya dengan pendapat atau perasaan pribadi. Sikap yang objektif itu harus dijunjung tinggi, dalam memandang suatu masalah.

Objektif Dan Subjektif - Pengertian, Perbedaan Beserta Penjelasannya

Karena sikap yang objektif lebih pasti berkat adanya dukungan data/fakta, serta bisa diyakini keabsahannya. Dan sikap subjektif cenderung pada seseorang yang berpikiran relatif, dan hasil dugaan yang berdasarkan perasaan atau selera orang.

Pengertian Objektif dan Subjektif

Objektif adalah sejarah yang terjadi di luar dugaan atau pemikiran manusia. Contoh sejarah yang objektif misalnya tsunami, gempa bumi, maupun bencana yang ditimbulkan oleh alam. Dan subjektif adalah sejarah yang terjadi dengan sepengetahuan manusia, atau karena ulah dari manusia itu sendiri. Misalnya perang, tentang penemuan, dan lain sebagainya.

Perbedaan Objektif dan Subjektif

PerbedaanObjektifSubjektif
Berdasarkan padaPenelitian terhadap fakta terukurKepercayaan pribadi, pendapat, asumsi, dan interpretasi
Umumnya ditemukan padaEnsiklopedi, laporan berita, buku teksBlog, review, komentar di Internet,
editorial surat kabar, biografi
Cocok untuk penentuan keputusan?Cenderung iyaCenderung tidak
Cocok untuk laporan berita?IyaTidak

 

Contoh Nilai Estetis Bersifat Objektif dan Subjektif

Sifat yang objektif di dalam nilai estetika berhubungan dengan keindahan, yang dihasilkan dari sebuah karya seni dari mata dan wujud fisik pada suatu benda. Sementara subjektif merupakan sifat yang tergantung pada individu, dalam memandang estetika dari suatu karya seni dan setiap individu tentu mempunyai pandangan yang berbeda-beda.

Baca Juga :   Musyawarah : Pengertian, Manfaat, Ciri-Ciri, Tujuan dan Fungsinya Lengkap
  • Seseorang menilai karya seni karena memang bagus dan memiliki nilai jual yang tinggi. Hal itu berdasarkan pada pendapat yang tak diperoleh oleh satu orang saja. Tetapi dengan dukungan fakta yang menyatakan bahwa barang itu memang bagus.
  • Seseorang akan menilai karya seni yang bagus dari segi warna yang gelap, sedangkan pendapat orang lainnya menyatakan bahwa karya seni itu tak bagus karena tak menyukai warna gelap itu.

Contoh Sikap Berpikir Objektif dan Subjekif

Berpikir objektif yaitu dengan cara mengambil tindakan atau menyimpulkan dengan melihat apa yang dilakukan oleh si pelaku. Dan berpikir subjektif adalah mengambil tindakan atau menyimpulkan sesuatu dengan melihat siapa yang melakukannya. Contohnya saat ada seorang Polisi yang mengendarai sepeda motor dan menerobos lampu merah, maka :

  • Bila berpikir secara objektif maka polisi itu jelas bersalah karena sudah melanggar lalu lintas.
  • Jika berpikir subjektif maka akan mengatakan, tak apa karena dia Polisi. Mungkin saja dia sedang mengejar pelaku kriminal hingga nekat menerobos lampu merah.

Demikian perbedaan objektif dan subjektif yang dilengkapi dengan masing-masing contohnya. Semoga artikel ini dapat membantu anda, dalam memahami apa pengertian objektif dan subjektif. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :