Permainan Tradisional Indonesia : Daerah Asal, Cara Bermain, Dan Sejarahnya Lengkap

Posted on

Permainan Tradisional Indonesia : Daerah Asal, Cara Bermain, Dan Sejarahnya Lengkap

Permainan Tradisional Indonesia – Permainan tradisional artinya sesuatu yang dilakukan dengan berpegang teguh pada norma/adat kebiasaan, yang sudah ada secara turun temurun dan bisa mewariskan rasa puas atau senang untuk sang pelaku permainan.

Tak semua permainan tradisional memerlukan peralatan atau bahan tertentu. Permainan yang tidak memerlukan bahan atau perlatan, jumlahnya jauh lebih banyak dibanding permainan yang memerlukan alat/bahan tertentu. Untuk permainan yang memerlukan bahan/peralatan merupakan hasil pemberian alam dan juga lingkungan.

Masyarakat Indonesia di masa lalu sampai masa kini bisa menerima dan memanfaatkan pemberian dari alam dan lingkungan, dalam memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan hidup ini mencakup kehidupan yang lahiriah dan rohaniah, termasuk jenis permainan yang menyenangkan.

Permainan Tradisional Indonesia

Berikut ini ada beberapa jenis/nama permainan tradisional yang berasal dari Indonesia. Diantaranya yaitu sebagai berikut :

ABC Lima Dasar

Permainan ini adalah jenis permainan yang sangat sederhana. Dalam memainkan ABC 5 dasar tidak dibutuhkan bahan/peralatan lainnya. Setiap pemainnya memakai kelima jarinya untuk bermain. Di dalam permainan ini, setiap permainan juga diharuskan untuk berpikir secara cepat.

Sebelum permainan dimulai, seluruh peserta juga harus menyepakati tema apa saja yang digunakan. Sesudah itu para peserta mengeluarkan jari dengan cara bersamaan. Lalu dihitung seluruh jari yang dikeluarkan pemain dan dihitung dengan menggunakan huruf. Setiap peserta juga harus menyebutkan sesuatu yang memiliki awalan dengan huruf yang terpilih, yang sesuai dengan tema.

Pemain yang menjawab paling lambat atau tidak menjawab akan dikenai hukuman, sesuai dengan kesepakatan bersama pada awal permainan. Permainan ini dapat dilakukan oleh lebih dari dua orang.

Permainan Tradisional Bakiak

Permainan ini cukup unik. Karena dalam permainan ini peserta harus menggunakan bakiak. Yang dimana permainan ini biasanya dilakukan dengan cara beregu. Setiap regu harus melakukan permainan dengan bersamaan. Setiap satu bakiak biasanya dipakai oleh dua/tiga orang, tergantung bagaimana jenis bakiaknya. Bila di dalam satu tim memiliki kekuatan yang berbeda-beda, maka tim akan menjadi lebih mudah jatuh.

Setiap tim juga harus memiliki satu pemimpin yang mengomando jalan supaya bakiak dipakai berjalan dengan stabil. Tim yang sampai lebih dahulu di batas permainan adalah pemenangnya.

Lomba Balap Karung

Sama dengan nama permainannya yaitu balap karung, maka dalam permainan ini digunakan karung sebagai medianya. Seluruh pemain balap karung harus antri siap di garis start yang sudah ditentukan dengan memakai karung tersebut.

Cara untuk mencapai garis finis tergantung pada strategi setiap pemainnya. Biasanya ada yang dengan cara meloncat- loncat, berjalan, ataupun meloncat dengan zig- zag. Bila di tengah permainan ada yang jatuh maka ia boleh langsung berdiri, lalu melanjutkan permainan sampai garis finish.

Tarik Tambang 

Adalah jenis permainan yang beregu, yang dimana di dalam tarik tambang ini akan dibagi menjadi dua tim pemain. Garis tengah dibuat di tanah dan satu orang berdiri di garis tersebut sebagai wasit. Tali tambang akan diletakkan dengan melewati garis tengah. Kedua tim juga berdiri berbaris dengan berhadap-hadapan.

Tim satu memegang tali sebelah kanan dan tim lainnya memegang sebelah kiri. Saat ada aba-aba dari wasit maka permainan pun dimulai dengan masing-masing tim berusaha menarik tambang, sehingga tim lawan pun akan tertarik ke depan.

Baca Juga :   Budi Utomo : Tokoh Pendiri, Sejarah Lengkap, Perkembangan dan Hasil Kongres Budi Utomo

Setiap tim yang berhasil menarik timnya, maka tim itulah yang menjadi pemenangnya. Permainan tarik tambang ini biasanya diadakan di acara lomba 17 Agustus.

Main Bola Bekel

Permainan yang satu ini biasanya dilakukan oleh anak perempuan. Permainan ini terdiri dari bola dan bekel. Pemain akan memantulkan bolanya ke lantai dengan diikuti oleh biji bekel. Ada lima level dalam permainan bola bekel tersebut. level 1 yaitu bola dipantulkan, pemain mengambil bekel satu per satu lalu dua-dua, tiga-tiga, dan seterusnya. Sambil diambil keseluruhan dengan cara bersamaan.

Level 2 bekel akan diubah posisinya di posisi kiri. Level 3, bekel diubah lagi di posisi miring ke kanan. Level 4 bekel diubah menjadi posisi telungkup. Dan di level 5 bekel diubah di posisi tengah. Pengambilan bekel untuk seluruh level sama dengan level yang pertama.

Benteng – bentengan

Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak laki-laki. Yang dimana dalam permainan ini akan dibagi menjadi dua tim. Tim yang satu tugasnya menjadi benteng dan tim lainnya menjadi musuh. Tim musuh akan berusaha menghancurkan benteng lawan.

Permainan Tradisional Gatrik

Permainan gatrik juga disebut dengan permainan bentik. Dalam permainan ini, regu akan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendapat bagian untuk menyilangkan gatrik pendek dan yang lebih panjang, yang diletakkan di atas batu. Kelompok yang satunya tugasnya adalah menjaga dan menangkap gatrik. Bila tim penjaga tak bisa menangkap gatrik, maka tim yang pertama akan memperoleh satu poin dan berhak untuk bermain lagi.

Main Boi – boian

Permainan ini adalah permainan yang dilakukan dengan cara beregu. Ada dua kelompok dalam permainan boi-boian yang setiap timnya terdiri dari 4-5 anggota. Yang dibutuhkan dalam permainan ini adalah pecahan genting serta bola kasti.

Tim A tugasnya menyusun pecahan genting dan tim B bertugas untuk merobohkan pecahan itu dengan menggunakan bola kasti. Bila ada anggota tim A yang terkena bola, maka akan dinyatakan gugur dari permainan tersebut. bila tim B memukul bola dan tak sampai menghancurkan susunan genting, maka akan dinyatakan gugur. Permainan akan dinyatakan berakhir bila sudah ada salah satu tim yang anggotanya gugur semua.

Permainan Tradisional Congklak

Congklak biasa disebut dengan dakon, adalah permainan yang menggunakan bidang panjang dengan tujuh cekungan di masing-masing sisi serta dua cekungan yang lebih besar di bagian tengah. Pada setiap ujung kanan dan kirinya biasanya disebut dengan lumbung.

Dalam permainan ini biasanya menggunakan biji misalnya biji sawo, sirsak dan sebagainya. Atau ada juga yang menggunakan batu kerikil. Congklak terbuat dari cangkang kerang laut yang bentuknya oval atau yang serupa dengan bahan plastik. Lumbung di ujung kanan adalah milik si pemain A dan lumbung sebelah kiri milik pemain B.

Cara bermainnya yaitu pemain A memilih cengkungan di areanya lalu mengambil bijinya dan membaginya satu per satu. Tanpa harus mengisi lumbung yang bukan miliknya. Jika biji terakhir yang jatuh pada lumbung yang kosong maka pemain A berhenti dan diganti dengan pemain B.

Kemenangan pada pemain congklak, akan dilihat dari berapa banyak jumlah biji yang ada di masing-masing lumbung pemain. Kunci permainan ini terletak pada biji yang diambil dari setiap cekungan, semakin sering berjalan maka akan semakin sering juga mengisi lumbungnya.

Permainan Tradisional Engrang

Engrang adalah permainan yang menggunakan dua batang bambu dengan panjang masing-masing dua M. di bagian bawah ke atas diberi pijakan yang digunakan untuk berjalan/berlari. Permainan ini dapat dimainkan sendiri atau bersama-sama. Saat bermain engrang, yang penting adalah menjaga keseimbangan badan. Karena bila tak seimbang, maka pemain engrang akan jatuh.

Permainan Tradisional Engklek

Permainan ini dapat dilakukan oleh laki-laki/perempuan, tetapi lebih sering oleh anak perempuan. Untuk permainannya maka harus digambar di atas tanah atau di atas jalan lebih dulu, 8 kotak dan setengah lingkaran di bagian ujung. Untuk menentukan siapa yang memulai permainan lebih dulu bisa dengan cara hompimpa, atau dengan melempar gacoan di kotak.

Baca Juga :   Bilangan Asli : Pengertian dan Contohnya Lengkap

Pemain yang mendapat giliran main harus berjalan dengan meloncat pada kotak yang sudah ada dengan menggunakan satu kaki, boleh kanan/kiri.

Bermain Gasing

Gasing merupakan permainan yang bisa berputar pada poros dan bisa seimbang pada titik. Bentuk dari gasing bermacam-macam, ada gasing yang bentuknya tabung ada juga yang bentuknya kerucut. Di bagian tengah terdapat batang kecil yang dihubungkan dengan tali.

Saat tali gasing ditarik maka gasing akan berputar. Tarikan pada gasing ini berpengaruh pada kecepatan berputar gasing tersebut. pemain dengan gasing yang berputar lebih lama atau bisa menjatuhkan gasing lawan lebih dulu, maka dialah pemenangnya. Permainan gasing ini dilakukan paling sedikit oleh dua orang. Permainan ini biasanya dilakukan di luar ruangan/halaman.

Permainan Gobak Sodor

Adalah salah satu jenis permainan tradisional yang beregu, dengan jumlah pemain 3-5 anak. Tugas salah satu tim adalah menghadang tim lawan yang akan menyebrang, karena untuk memenangkan permainan ini maka seluruh anggota harus bolak balik menyerang tanpa tersentuh oleh tim lawan yang berjaga-jaga.

Permainan Kasti

Adalah permainan yang dilakukan secara beregu dengan menggunakan bola. Dalam permainan ini yang paling dibutuhkan adalah kekompakan antar regu dan juga ketangkasannya.

Ada tiga teknik dalam permainan kasti, yaitu   teknik melempar, teknik memukul bola dan teknik menangkap bola. Dua regu dalam permainan kasti dibagi menjadi regu pemukul bola dan juga penjaga. Kerjasama dalam hal ini sangat penting, karena dengan kerja sama yang baik maka akan semakin menguatkan anggota kelompok dalam memenangkan permainan. Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah pemukul yang dibuat dari kayu yang kuat dan juga bola kasti.

Tapi bila tak ada bola kasti, maka bisa diganti dengan membuat bola yang dibuat dari karet uang yang ditutupi dengan benang sehingga menyerupai dengan bola kasti. Dalam satu regu permainan, biasanya terdiri dari 12 anggota. Bagi regu pemukul, setiap pemainnya diberi kesempatan memukul bola sebanyak satu kali.

Tapi untuk pemukul akhir diberi kesempatan memukul tiga kali. Perlu diperhatikan juga saat meletakkan kayu pemukul harus ada di dalam garis.

Pukulan disebut berhasil jika bola yang dipukul melampaui garis pukul bola, yang telah ditentukan. Untuk pemukul bola, sesudah memukul bola lalu harus berlari menuju pos 1 dan 2 serta 3 dengan cara berkala. Bila berhasil maka akan mendapat nilai. Untuk penjaga yang berhasil menangkap bola maka juga akan mendapat nilai. Untuk kelompok yang mendapat nilai yang besar, maka dinyatakan sebagai pemenangnya.

Bermain Kelereng

Permainan kelereng adalah permainan yang digemari anak laki-laki. Tapi tak jarang anak perempuan yang ikut bermain. Pemain dengan cara bergilir akan melempar kelereng ke garis start, kelereng pemain yang paling dekat dengan garis start akan menjadi pemain terakhir untuk memulai.

Pemain juga secara bergiliran melentingkan kelereng dari garis start yang mengarah ke lubang kelereng. Lubang ini dibuat sedalam bentuk kelereng di tengah area permainan. Cara melentingkannya adalah dengan meletakkan ujung jari jempol tangan kanan, di atas garis dan keempat ujung jari lainnya juga diletakkan di depan garis.

Kemudian kelereng diletakkan diantara atas ujung jari tengah tangan kiri dan ujung jari tengah tangan kanan. Lalu jari tengah dilentingkan dengan menekan kelereng, kemudian dilepas atau ditembakkan dengan mengarah ke lubang kelereng.

Sesudah seluruh pemain melentingkan kelereng ke arah lubang kelereng, lalu menentukan giliran permainan berdasar pada jarak terdekat kelereng dengan lubang. Siapa yang paling dekat, maka dia menjadi pemain pertama. Begitulah seterusnya. Pemain utama akan menjadi pemain pertama yang memulai permainan tersebut.

Untuk memulai permainan atau untuk memperoleh angka, maka pemain harus memasukkan kelereng ke dalam lubang. Sesudah berhasil memasukkan kelereng ke dalam lubang, maka pemain melanjutkan permainan dengan memburu kelereng pemain yang lainnya. Memburu kelereng lawan dengan cara melentingkan kelereng dan menembak kelereng sampai kena lawan. Kelereng yang kena tembak bisa ditembak terus menerus dengan syarat jarak pentalan tembakan bergeser, dalam satu jengkal tangan. Pemain terus bermain sampai kelerengnya mati dan diganti oleh pemain berikutnya. Kelereng mati jika lentingan kelereng tak kena lawan dan jarak pentalan kelereng penembak dengan yang ditembak, lebih kecil dari jengkal tangan. Pemain terakhir yang menyelesaikan permainan, dinyatakan kalah dan mendapat hukuman berdasarkan kesepakatan.

Baca Juga :   Integritas : Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Manfaatnya Lengkap

Permainan Tradisional Ketapel

Bermain ketapel adalah permainan yang digemari oleh anak-anak. Yang dibuat dari ranting pohon atau kayu bercabang dua, yang berbentuk huruf Y. di ujung cabang kayu disematkan karet penthil serta ditambah dengan kain yang menjadi wadah pendorong pelurunya.

Biasanya pelurunya menggunakan batu kerikil atau benda kecil lainnya. Selain digunakan untuk bermain, ketapel juga bisa digunakan untuk berburu burung.

Cara permainannya cukup dengan mengarahkan ketapel ke arah sasaran, lalu tarik kain yang sudah ada pelurunya. Kemudian lepaskan kembali. Cara menarik kain umpan sangat berpengaruh dengan kecepatan dan juga ketepatan peluru. Tapi permainan tak akan aman bila dimainkan oleh anak yang masih kecil karena terbilang berbahaya bila salah sasaran.

Permainan Tradisional Lari Tempurung

Permainan ini adalah lomba lari dengan menggunakan tempurung kelapa yang dibagi dua. Fungsi tempurung adalah sebagai alas kaki, di bagian tengah tempurung diberi tali untuk menarik tempurung saat berlari. Pemain harus menginjak tempurung serta mengangkat talinya supaya tempurung bisa berjalan. Pemain yang sampai ke garis finish paling cepat akan menjadi pemenangnya.

Bermain Layang- layang

Layang-layang adalah salah satu permainan yang dikenal luas di kalangan masyarakat. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada dasarnya bentuk layang-layang adalah belah ketupat.

Kerangka layang-layang dibuat dari bambu lalu dibentuk belah ketupat, dan pada dua bambu di tengah membentuk tanda tambah (+). Lalu kerangka dilapisi dengan kertas sesuka hati.

Lalu diberi benang untuk mengendalikan layang-layang di bagian ujungnya. Bentuk layang-layang zaman sekarang semakin unik.

Dalam menerbangkan layangan dibutuhkan bantuan orang lain yang memegang ujung layang-layang, dan kita menjadi pengendali benang. Lalu perhatikan arah gerak angin saat mengendalikan layang-layang, karena jika angin datang dari belakang maka layang-layang akan jatuh.

Supaya layang-layang semakin di atas, maka lepaskan dengan perlahan tapi tetap perhatikan ke arah atas. Bisa saja layangan itu dimainkan lalu putus atau tersangkut. Untuk menurunkan layang-layang, tarik benang perlahan kemudian lilitkan benang seperti kondisi di awal.

Bermain Lenggang Rotan / Hulahop

Holahop adalah alat yang bentuknya lingkaran dengan bahan yang lunak, dan bisa digunakan untuk mengembangkan berbagai aktivitas gerak atau permainan yang dapat dilakukan perorangan, berpasangan atau berkelompok dan bisa dilakukan di mana saja.

Cara bermainnya cukup mudah, letakkan hulahop di lantai dengan posisi datar, lalu melangkah masuk ke dalam hulahop dengan posisi berdiri tegak atau sikap sempurna. Angkat satu kaki perlahan ke atas dengan menekukkan lutut lebih dulu. Rentangkan tangan ke samping untuk menjaga keseimbangan badan.

Pertahankan badan agar bisa berdiri tegak dengan satu kaki dalam waktu beberapa menit, dengan kaki sebagai penopang tetap berada dalam holahop. Bila bermain dengan teman, maka coba beri tantangan untuk waktu yang lebih lama. Dan siapa yang paling lama berdiri maka ialah pemenangnya.

Permainan Tradisional Lompat Karet

Lompat karet biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Dalam membuat tali lompatan, diperlukan banyak karet. Satu per satu karet dirangkai sampai menjadi tali. Permainan ini bisa dilakukan perorangan atau bersama.

Bila dimainkan berkelompok maka dua orang bertugas memegang tali. Satu anak memegang tali bagian kanan dan satu anak memegang tali bagian kiri. Tali direntangkan dengan posisi paling rendah, sampai posisi tinggi. Pemain yang tak bisa melompat maka keluar dari permainan dan menggantikan posisi teman yang memegang tali.

Permainan Masak- masakan

Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak perempuan, di dalam permainan ini ada yang berperan sebagai ibu, anak, tamu atau ada peran lain yang dibutuhkan. Permainan ini juga dilakukan persis dengan kegiatan sehari-hari, karena memang meniru kegiatan keseharian.

Bahan dan alat yang digunakan dalam permainan ini biasanya tumbuhan yang ada di sekitar. Dan alat-alatnya biasanya menggunakan botol bekas, kaleng, atau wadah- wadah yang sudah tidak di gunakan lagi.

Demikian jenis-jenis permainan tradisional Indonesia yang biasanya dimainkan oleh anak-anak. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda, dan menjadi pengingat jenis permainan apa saja yang anda lakukan ketika masih kecil.

Baca Juga :