Permintaan Dan Penawaran : Pengertian, Hukum, Faktor Dan Contohnya

Posted on

Permintaan Dan Penawaran : Pengertian, Hukum, Faktor, Dan Soalnya Lengkap

Permintaan Dan Penawaran – Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang ingin dibeli/dimiliki dengan tingkat harga tertentu, yang berlaku di pasar dalam kurun waktu tertentu. Permintaan dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

Permintaan Dan Penawaran : Pengertian, Hukum, Faktor Dan Contohnya

Permintaan Absolut (absolut demand)

Adalah seluruh permintaan pada barang dan jasa yang tak disertai dengan kemampuan daya beli.

Permintaan Efektif (effective demand)

Adalah permintaan pada barang dan jasa yang disertai dengan kemampuan daya beli.

Hukum Permintaan ( The Law Of Demand)

Hukum permintaan tidak berlaku secara mutlak, tetapi mempunyai sifat yang mutlak dan dalam kondisi cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Isi hukum permintaan yaitu, “jika harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan bertambah atau naik, begitu juga sebaliknya, jika harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan berkurang atau turun”.

Hukum permintaan juga berbanding terbalik dengan harga. Misalnya :

Apabila harga suatu barang turun dari yang mahal menjadi murah, maka permintaan semakin banyak. Tetapi sebaliknya, jika harga suatu barang naik dari murah menjadi mahal, maka permintaan akan menurun.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Manusia adalah makhluk sosial yang dinamis, hingga akan terus terjadi perubahan yang dapat memengaruhi kebutuhan hidupnya. Berikut ini faktor yang bisa memengaruhi permintaan. Diantaranya yaitu :

1. Harga barang itu sendiri

Naik atau turunnya harga barang akan memengaruhi permintaan tersebut, yang sesuai dengan bunyi hukum permintaan.

2. Pendapatan October

Pendapatan dari individu akan mencerminkan daya beli dari individu tersebut. tinggi atau rendahnya pendapatan setiap individu akan memengaruhi kualitas atau kuantitas dari permintaan.

3. Intensitas kebutuhan

Mendesak atau tidak, penting atau tidak penting kebutuhan seseorang kepada barang dan jasa, akan tetap mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer biasanya akan lebih penting dari kebutuhan sekunder.

Dan kebutuhan sekunder lebih penting dari kebutuhan tersier hingga pengaruhnya pada jumlah permintaan pun akan berbeda.

4. Distribusi Pendapatan

Semakin meratanya pendapatan yang diterima, maka akan semakin meningkat juga jumlah permintaannya. Sebaliknya jika pendapatan hanya diterima atau dinikmati oleh suatu kelompok tertentu saja, maka secara keseluruhan permintaan juga akan turun.

5. Pertambahan penduduk

Jumlah penduduk juga ikut serta memengaruhi jumlah permintaannya. Semakin banyak jumlah penduduk, maka jumlah permintaan pun akan ikut meningkat.

6. Selera (Taste)

Perkembangan pada dunia mode, pendidikan, dan lingkungan juga akan ikut memengaruhi selera masyarakat. Hal itu juga akan memberi pengaruh yang besar pada jumlah permintaan.

7. Barang pengganti (substitusi)

Adanya barang pengganti yang akan berpengaruh pada jumlah permintaan. Misalnyanya :

  1. Saat harga beras naik, rakyat yang tidak mampu akan beralih membeli jagung.
  2. Ketika harga buku dengan kertas putih naik, maka rakyat tidak mampu akan membeli buku berbahan koran.

Kurva Permintaan

Kurva permintaan juga memberi gambaran tentang hubungan fungsional antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Kurva permintaan menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Artinya :

Semakin rendah harga (P), maka semakin banyak jumlah yang diminta (Q). karena orang yang awalnya tak mampu membeli, dengan harga yang turun pasti akan mampu membeli. Atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli yang riil.

Baca Juga :   Neraca Pembayaran : Pengertian, Sistem Pencatatan, Komponen, Macam-Macam Dan Fungsinya Lengkap

Orang yang tadinya membeli barang lain karena tingkat kemampuannya, sekarang akan menjadi seorang pembeli karena ia mampu. Berdasarkan keterangan itu maka dapat dibuat kurva permintaan yang akan menunjukkan jumlah barang yang akan dibeli, pada berbagai tingkat harga seperti berikut :

Jumlah yang dibeliHarga
100 unitRp. 200,00
90 unitRp. 300,00
80 unitRp. 400,00
70 unitRp. 500,00
60 unitRp. 600,00
50 unitRp. 700,00
40 unitRp. 800,00

Keterangan :

pergeseran dari A ke B dikarenakan adanya penurunan harga yang menyebabkan kuantitas meningkat.

Keterangan :

peningkatan selera yang menimbulkam pergeseran kurva ke kanan atas, sehingga dengan kuantitas yang sama, seorang individu akan membayar dengan jumlah yang lebih tinggi untuk barang atau jasa yang diminta.

Pergeseran Kurva Permintaan

Kurva permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus. Berikut ini penyebab mengapa kurva permintaan bisa berubah. Yaitu :

1. Perubahan Harga

  • Apabila suatu barang mengalami kenaikan harga, maka jumlah permintaan akan berkurang. Dan kurva akan bergeser ke kiri.
  • Apabila harga suatu barang turun, maka jumlah permintaan akan naik. Dan kurva akan bergeser ke arah kanan.

Contoh:

Pergeseran kurva permintaan akibat adanya perubahan harga.

Ketika harga suatu barang Rp.50,00 jumlah permintaan 100 unit. Dan saat harga mengalami kenaikan harga menjadi Rp. 60.00, jumlah permintaan turun menjadi 40 unit. Serta saat harga turun menjadi Rp.70,00, maka permintaan akan meningkat menjadi 120 unit.

2. Perubahan Pendapatan Masyarakat

  • Apabila pendapatan masyarakat naik atau tinggi, maka jumlah permintaan akan bertambah atau naik juga. Dan kurva akan bergeser ke arah kanan.
  • Apabila pendapatan masyarakat turun atau rendah, maka jumlah permintaan akan berkurang atau turun. Serta kurva akan bergeser ke arah kiri.

Contoh:

Pergeseran kurva permintaan akibat adanya perubahan pendapatan masyarakat.

Pendapatan masyarakat pada awalnya Rp.40,00 jumlah permintaan sebanyak 40 unit. Saat pendapatan meningkat menjadi Rp.50,00 jumlah permintaan naik menjadi 50 unit.

Ketika pendapatan turun menjadi Rp.30,00 jumlah permintaan berkurang menjadi 30 unit.

Pengertian Penawaran

Adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual di beragam tingkat harga yang berbeda, dalam kurun waktu serta tempat tertentu. Jumlah penawaran adalah akibat dari adanya permintaan, dan begitu juga sebaliknya. Sehingga permintaan atau penawaran tak dapat dipisahkan.

Hukum Penawaran ( The Law Of Supply)

Isi dari hukum penawaran yaitu, “Jika harga suatu barang naik, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan akan bertambah atau meningkat. Apabila harga suatu barang atau jasa turun, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan akan ikut berkurang atau turun”. Hukum penawaran akan berbanding lurus dengan harga barang.

Hukum penawaran tak akan berlaku mutlak yang sifatnya ceteris paribus. Sehingga terjadilah perbedaan diantara hukum penawaran dengan hukum permintaan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Sama dengan permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya sebagai berikut :

1. Biaya produksi (input)

Tinggi dan rendahnya biaya produksi yang dikeluarkan akan memengaruhi harga jual dari suatu barang. Hingga akhirnya akan ikut memengaruhi jumlah yang ditawarkan.

2. Teknologi

Maju dan mundurnya atau canggih dan tidaknya teknologi akan ikut memengaruhi jumlah penawaran. Semakin canggih teknologi maka produktivitasnya pun akan menjadi semakin besar. Harga menjadi murah dan jumlah yang ditawarkan akan meningkat dan begitupun sebaliknya.

3. Harapan keuntungan

Tingkat keuntungan yang diperoleh produsen, besar atau kecilnya laba juga akan menentukan harga jualnya. Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barangnya murah, hingga jumlah penawaran pun akan meningkat. Akhirnya keuntungan pun akan ikut meningkat.

Baca Juga :   Diskon (Rabat), Bruto, Neto dan Tara : Pengertian Beserta Contoh Soalnya Lengkap

4. Kebutuhan akan uang tunai

Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai pada perusahaan, akan berpengaruh besar pada harga jual yang akhirnya akan memengaruhi jumlah penawaran barang/jasa.

5. Harapan harga masa yang akan datang

Bagi produsen yang bisa menahan barang untuk dijual pada saat harga dinilai lebih menguntungkan, maka kemudian produsen akan menahan barang dan hal itu bisa memengaruhi jumlah penawaran.

Kurva Penawaran

Adalah garis yang berasal dari gabungan beberapa titik di tingkat harga dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Kurva penawaran bergerak/bergeser dari arah kiri bawah ke arah kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga suatu barang tinggi, maka produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak.

 

HargaJumlah yang ditawarkan
Rp. 100,00200 unit
Rp. 200,00300 unit
Rp. 300,00400 unit
Rp. 400,00500 unit
Rp. 500,00600 unit

Keterangan: peningkatan harga yang berakibat pada penawaran yang meningkat dari A ke B.

Keterangan: perkiraan peningkatan harga di masa mendatang dengan mengurangi jumlah yang ditawarkan waktu ini (dari A ke B).

Pergeseran Kurva Penawaran

Kurva penawaran akan bergeser tergantung pada faktor yang dapat memengaruhinya. Jika harga suatu barang naik, maka jumlah penawarannya pun akan bertambah. Kurva pun bergeser ke arah kanan. Dan bila harga barang turun maka jumlah penawarannya akan berkurang. Kurva pun bergeser ke arah kiri.

Contoh :

Pergeseran kurva penawaran akibat adanya perubahan harga barang.

Ketika harga suatu barang sebesar Rp.40,00 jumlah unit yang akan ditawarkan berjumlah 40 unit.

  • Ketika harga barang tersebut naik menjadi Rp.50,00 jumlah unit yang ditawarkan akan bertambah menjadi 60 unit. Dan kurva mengalami pergeseran ke arah kanan.
  • Sementara saat harga barang turun menjadi Rp.20,00 maka jumlah unit yang ditawarkan akan berkurang menjadi 25 unit. Dan kurva akan bergeser ke arah kiri.

Keseimbangan Harga

Setiap pembeli/permintaan berupaya untuk mendapatkan barang/jasa dengan harga semurah mungkin. Sedangkan penjual/penawar akan berusaha untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat adanya tawar menawar yang terjadi antara penawaran dan permintaan, maka akan tercapai kesepakatan atau titik temu yang disebut dengan keseimbangan harga.

1. Pengertian Harga Keseimbangan

Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi/rendahnya harga barang yang sudah disepakati oleh produsen dan konsumen. Dengan adanya harga keseimbangan, maka produsen bersedia melapas barang/jasa. Sedangkan permintaan untuk konsumen bersedia untuk membayar harga yang ditawarkan itu.

Di dalam kurva harga keseimbangan, berlangsunglah titik temu diantara kurva permintaan dengan penawaran yang disebut dengan equilibrium price.

2. Proses terbentuknya Harga Pasar

Terbentuknya harga pasar ini akan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang mampu memengaruhi permintaan serta penawaran tersebut. dan setiap faktor mempunya peran yang berbeda, dalam menggeserkan kurva dari jumlah permintaan dan juga penawaran. Dengan pergeseran kurva pada permintaan dan penawaran akan mengakibatkan pergeseran tingkat harga keseimbangan.

Contoh :

P sebesar Rp. 400,00 mengalami Equilibrium Price dengan jumlah yang ditawarkan (S) sama dengan jumlah yang diminta (D), yakni sebesar 5.000 unit.

Produsen menawarkan barang dengan harga Rp.600,00 dengan jumlah barang yang ditawarkan berjumlah 7.000 unit.

Sementara pembeli kemudian menawar dengan harga Rp.200,00 dengan jumlah barang yang diminta berjumlah 7.000 unit.

Sebab diantara keduanya tidak terjadi kesepakatan, maka produsen kemudian berupaya untuk menurunkan harga.

Baca Juga :   Perusahaan Jasa : Pengertian, Karakteristik, Bukti Transaksi Dan Kelebihan Serta Kekurangannya Lengkap

Sementara pembeli berupaya untuk menaikkan penawarannya kembali.

Demikian seterusnya hingga pada akhirnya terjadi titik temu di harga Rp.400,00 dengan jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, sejumlah 5.000 unit.

3. Penggolongan Pembeli dan Penjual

Pembeli dan penjual dapat dikelompokkan berdasarkan perbandingan harga pasar dan harga pokok bagi penjual atau produsen, dan juga kemampuan membeli untuk konsumen atau pembeli. Berikut ini pengelompokkannya :

  1. Pembeli super marginal,yakni golongan pembeli yang mempunai kemampuan untuk membeli di atas harga pasar.
  2. Pembeli marginal,yakni golongan pembeli yang mempunyai kemampuan daya beli sama dengan harga pasar.
  3. Pembeli sub marginal,yakni golongan pembeli yang memiliki kemampuan membeli barang di bawah harga pasar.
  4. Penjual super marginal, yakni golongan penjual yang mempunyai perhitungan terhadap harga pokok di bawah harga pasar.
  5. Penjual marginal, yakni golongan penjual yang mempunyai perhitungan terhadap harga pokok yang sama dengan harga pasar.
  6. Penjual sub marginal,yakni kelompok penjual yang mempunyai perhitungan harga pokok di atas harga pasar.

Kesimpulannya :

  1. Ada penjual/pembeli yang memperoleh keuntungan. Pembeli yang memiliki kemampuan daya beli yang tinggi atau pembeli super marginal. Akan mendapatkan premi konsumen. Penjual yang memiliki hitungan harga pokok di bawah harga pasar atau penjual super marginal. Akan mendapatkan premi produsen.
  2. Terdapat penjual dan pembeli yang mengalami kerugian. Pembeli sub marginal memiliki kemampuan membeli di bawah harga pasar. Dan penjual sub marginal yang memiliki hitungan harga pokok di atas pasar.
  3. Terdapat pembeli dan penjual yang impas. Tidak memperoleh kerugian atau keuntungan karena harga pokok sama dengan harga pasar. Serta kemampuan membeli yang sama dengan harga pasar.

4. Pergeseran Titik Keseimbangan

Titik keseimbangan atau yang disebut Equilibrium Price akan mengalami perpindahan atau pergesera. Yang  diakibatkan adanya aktivitas naik turunnya perubahan penawaran ataupun permintaan.

Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan

Jika jumlah permintaan naik dan jumlah penawaran masih tetap sama, maka ada kecenderungan harganya akan mengalami kenaikan.

Contoh :

Di harga Rp.10,00 jumlah permintaan sejumlah 40 unit. Apabila jumlah permintaan meningkat menjadi 50 unit, maka harga akan ikut naik menjadi Rp.30,00.

  • Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan

Jika jumlah permintaannya menurun dan jumlah penawaran masih sama saja, maka harga pun cenderung akan turun.

Contoh :

Pada harga Rp.35,00 jumlah permintaan barang sebanyak 55 unit. Jika jumlah permintaan berkurang menjadi 40 unit, maka harga pun akan ikut turun menjadi sebesar Rp.15,00.

  • Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran

Jika jumlah penawaran naik dan jumlah persamaan masih sama atau tetap, maka harga pun akan cenderung turun.

Contoh :

Pada harga Rp.50,00 jumlah penawaran barang sebanyak 40 unit. Apabila jumlah penawaran naik menjadi 60 unit, maka harga akan turun menjadi sebesar Rp.30,00.

  • Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah penawaran

Jika jumlah penawarannya turun sementara jumlah permintaannya masih sama atau tetap, maka harga akan cenderung naik.

Contoh :

Pada harga Rp.35,00 jumlah penawaran barang sebanyak 45 unit. Apabila jumlah penawaran turun menjadi sebanyak 35 unit, maka harga akan naik menjadi sebesar Rp.35,00.

Contoh Soal Permintaan dan Penawaran

Yang bukan merupakan ciri dari penawaran yaitu :

  1. Meningkat saat harga barang atau jasa tersebut meningkat
  2. Menurun saat harga barang atau jasa tersebut menurun
  3. Dipengaruhi oleh selera
  4. Dipengaruhi dengan teknologi
  5. Dipengaruhi dengan harapan akan harga di masa mendatang

Pembahasan:

Jawaban yang benar yaitu (c) dipengaruhi selera. Sebab, selera akan mampu mempengaruhi permintaan konsumen, tetapi tidak dapat mempengaruhi penawaran oleh produsen.

Sekian pembahasan dan penjelasan lengkap tentang permintaan dan penawaran. Semoga artikel ini dapat dipahami dan dapat menambah pengetahuan anda di bidang ilmu Ekonomi. semoga memberi manfaat.

Baca Juga :