Senjata Tradisional Jawa Barat dan Keterangannya Lengkap

Posted on

Senjata Tradisional Jawa Barat dan Keterangannya Lengkap

Senjata Tradisional Jawa Barat – Kegunaan senjata tradisional Jawa Barat adalah untuk membantu aktivitas keseharian dari masyarakat setempat. Bisa digunakan untuk menebang, memotong dan membelah. Dulu, alat perang tradisional Jawa Barat digunakan oleh pasukan perang untuk melawan penjajah dari Belanda dan Jepang.

Kini, alat modern sudah mulai bermunculan dengan inovasi baru dan efisiensi. Ada banyak cara untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, agar tak usang ditelan zaman. Berikut ini senjata tradisional dari Jawa Barat dan penjelasannya lengkap.

Senjata Tradisional Kujang

Adalah senjata tikam dengan desain yang unik dan ukurannya sekitar 20-25 cm. di masa silam, senjata ini dipakai untuk sarana perlindungan diri hingga biasanya dikenakan sebagai perlengkapan pakaian untuk para pria.

Awalnya kujang ada di abad ke 8 M, khususnya di masa kejayaan Tarumanegara. Sampai saat ini, kujang sudah mengalami banyak perkembangan. Modifikasi bentuk yang dilakukan pembuatnya sudah menghasilkan beragam jenis kujang, seperti misalnya bentuk burung ciung (kujang ciung), ayam jago (kujang jago), burung kuntul (kujang kuntul), bangkong atau kodok (kujang bangkong), ular naga (kujang naga), badak (kujang badak), dan kujang dengan bentuk agak kurus (kujang kudi).

Senjata Tradisional Balincong

Adalah alat yang biasanya digunakan untuk menggali tanah atau memecah batuan. Beda dengan patik, belincong ini mempunyai dua sisi mata yang arah ketajamannya berlawanan. Satu mata searah dengan gagang dan satu yang lainnya tegak lurus dengan gagang.

Baca Juga :   Rumah Adat Jawa Tengah dan Sejarahnya Lengkap

Senjata Tradisional Patik

Dalam bahasa Indonesia artinya adalah kapak yang biasanya digunakan untuk menebang dan membelah kayu. Senjata ini juga digunakan untuk membuka hutan, mencari kayu bakar, atau kegiatan berat lainnya. Sampai sekarang masih dipakai oleh masyarakat Sunda khususnya yang tinggal di pedesaan.

Senjata Tradisional Bedog

Bedog sunda mempunyai ciri khas yang unik, yang dimana bentuk ujungnya melengkung ke arah mata. Yang merupakan senjata multifungsi. Alat ini juga digunakan untuk aktivitas pria saat bekerja di kebun, menyembelih hewan dan sebagai alat berburu.

Senjata Tradisional Congkrang

Senjata ini sudah langka dan sulit ditemukan. Alat ini juga biasanya dipakai untuk menyiangi rumput kecil di kebun yang bentuknya menyerupai cangkul mini. Yang juga biasa digunakan oleh para ibu saat membantu suaminya bekerja di area pertanian, atau ketika membersihkan halaman sekitar rumah.

Senjata Tradisional Arit

Arit dipakai untuk mencari rumput untuk hewan ternak karena lebih mudah digunakan dibanding senjata yang lainnya. Di beberapa daerah, ditemukan ada banyak senjata tradisional yang bentuknya seperti arit seperti celurit khas Madura, sabit khas Betawi, dan lain sebagainya.

Senjata Tradisional Sulimat

Senjata ini adalah sebolah pisau runcing yang ditancapkan ke dalam tanah. Bagian matanya yang runcing digunakan oleh para petani untuk mengupas kulit kelapa. Penggunaan alat ini akan membuat proses pengupasan kelapa menjadi lebih cepat.

Senjata Tradisional Baliung

Senjata ini biasa digunakan untuk menebang pohon. Gagangnya terbuat dari kayu yang panjangnya sekitar 30 sampai 35 cm. Tekan serta daya dari beliung lebih besar dari bedog karena terbuat dari besi baja yang lebih besar dari pada bedog serta bagian pangkal/tumpul yang tebal.

Baca Juga :   Pakaian Adat Jawa Barat : Penjelasan dan Keunikannya Lengkap

Senjata Tradisional Ani-ani (Ketam)

Adalah pisau kecil yang biasa digunakan untuk memanen padi. Kekurangannya adalah memakan banyak pekerjaan serta waktu. Di zaman dulu suku Sunda sering memakainya ketika memanen padi. Konon mereka tidak boleh menggunakan arit/golok saat memanen padi sehingga lebih sering menggunakan ani-ani.

Gacok

Biasanya petani menggunakannya untuk mengumpulkan jerami, rerumputan kering, dan pekerjaan lainnya. Jika dilihat dari bentuknya, Gacok mirip seperti Garpu, tetapi pada gagangnya mirip seperti alat pacul.

Bajra dan Gada

Di masa lalu Bajra digunakan untuk melawan musuh. Fungsinya memang untuk melawan/memukul musuh. Seiring dengan berjalannya waktu, senjata ini hanya menjadi warisan nenek moyang dan disimpan di museum. Sehingga keberadaannya harus dirawat dan dilestarikan.

Sekian pembahasan tentang Senjata Tradisional Jawa Barat dan penjelasannya secara lengkap. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi bagi anda yang sedang mempelajari sejarah tentang senjata tradisional Indonesia. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :