Surat Perjanjian : Pengertian, Fungsi, Ciri Dan Contohnya Lengkap

Posted on

Surat Perjanjian : Pengertian, Fungsi, Ciri Dan Contohnya Lengkap

Surat Perjanjian – Di dalam dunia bisnis pasti berkaitan erat dengan surat perjanjian. Misalnya surat perjanjian tentang jual beli tanah atau surat perjanjian sewa menyewa dan lain sebagainya. Surat perjanjian ini tujuannya adalah untuk mengingatkan kedua belah pihak, atau lebih dalam melakukan suatu hal. Sampai saat ini mungkin banyak orang yang belum mengetahui apa itu surat perjanjian.

Surat Perjanjian

Pengertian Surat Perjanjian

Bagi sebagian orang masih banyak yang bertanya-tanya tentang surat perjanjian, dan bagaimana cara membuatnya. Surat perjanjian adalah jenis surat yang isinya tentang perjanjian atau kesepakatan diantara kedua pihak, tentang hak dan kewajibannya masing-masing yang sifatnya mengikat diri untuk melakukan suatu hal atau tidak melakukan sesuatu. Secara umum surat perjanjian dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Surat perjanjian autentik. Yaitu surat perjanjian yang dalam proses pembuatannya dihadiri atau diketahui oleh pejabat pemerintah, yang ditunjuk sebagai saksi.
  2. Surat perjanjian di bawah tangan adalah surat perjanjian yang dalam proses pembuatannya tak menggunakan saksi dari pejabat pemerintahan.

Perlu diketahui juga bahwa penggolongan surat perjanjian tersebut di atas tak berhubungan dengan keabsahan surat perjanjian yang sudah dibuat. Contohnya sebuah surat perjanjian yang dibuat tanpa notaris, surat itu masih dianggap sah bila memenuhi syarat sahnya dalam sebuah perjanjian.

Fungsi Surat Perjanjian

Dari penjelasan di atas tentang surat perjanjian, maka fungsi surat ini adalah sebagai bukti yang autentik bahwa ada beberapa pihak tertentu yang sudah melakukan kesepakatan atau perjanjian. Surat perjanjian juga menjadi sebuah dasar dalam melaksanakan beberapa hal yang telah menjadi kesepakatan oleh pihak yang membuat perjanjian tersebut.

Sebuah surat perjanjian juga bisa dijadikan acuan ketika digunakan menggugat pihak yang melanggar kesepakatan yang sudah dibuat di dalam surat perjanjian. Kegunaan lainnya dari surat perjanjian yaitu :

  1. Pihak yang sudah membuat perjanjian akan merasa tenang karena adanya kepastian di dalam surat perjanjian tersebut.
  2. Bisa digunakan untuk mengetahui dengan jelas sampai mana batas hak dan kewajiban, antara pihak yang melakukan sebuah kesepakatan atau perjanjian.
  3. Bisa menghindari perselisihan antara pihak yang melakukan perjanjian yang mungkin saja timbul di masa depan.
  4. Digunakan sebagai acuan dalam menyelesaikan sebuah perselisihan atau perkara yang mungkin muncul akibat adanya perjanjian itu.

Karena memiliki beberapa fungsi yang bisa membantu dalam suatu urusan bisnis atau urusan keluarga, dan banyak orang yang membuat surat perjanjian untuk kesepakatan/perjanjian tertentu.

Syarat Sahnya Surat Perjanjian

Sebuah surat perjanjian akan dianggap sah dan memenuhi beberapa syarat tertentu. Berikut ini beberapa syarat sah sebuah surat perjanjian :

  1. Surat perjanjian harus ditulis di atas kertas segel atau bisa menggunakan kertas biasa yang dilengkapi juga dengan materai.
  2. Dalam membuat surat perjanjian harus dilandasi dengan rasa ikhlas, rela dan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.
  3. Isi dari sebuah surat perjanjian harus dipahami dengan baik oleh kedua belah pihak, yang melakukan perjanjian/kesepakatan tersebut.
  4. Pihak yang sepakat dalam membuat surat perjanjian haruslah dewasa dan dalam keadaan waras, ketika membuat surat perjanjian tersebut.
  5. Isi dari surat perjanjian harus jelas dan terperinci.
  6. Isi dari surat perjanjian juga harus tunduk pada UU dan norma susila yang berlaku.
Baca Juga :   Kumpulan Kata Cinta Romantis Paling Bermakna, Lucu dan Menyentuh Hati Lengkap

Dalam membuat sebuah surat perjanjian, harus memenuhi syarat sah tersebut di atas. Agar surat perjanjian itu sah dan berlaku. Bila surat perjanjian itu sudah memenuhi syarat di atas, maka surat perjanjian itu bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Ciri-Ciri Surat Perjanjian

Untuk membedakan surat perjanjian dengan surat yang lainnya, maka surat perjanjian ini mempunyai ciri dan karakteristiknya tertentu. Seseorang bisa mengenali surat perjanjian dari karakteristik atau cirinya. Berikut ciri-ciri dari surat perjanjian :

  1. Isi surat perjanjian pasti berdasarkan hukum, kesusilaan dan terikat dengan kepentingan umum dan juga ketertiban.
  2. Objek dari sebuah surat perjanjian juga disebutkan dengan jelas.
  3. Penulisan identitas dari pihak terkait ditulis dengan lengkap dan juga jelas.
  4. Ada beberapa saksi yang menyaksikan dan menandatangani surat perjanjian.
  5. Ada tanda tangan dan nama jelas dari kedua belah pihak.
  6. Isi dari surat perjanjian adalah mengenai mekanisme penyelesaian apabila terjadi sengketa.
  7. Dalam surat perjanjanjian ada penjelasan mengenai latar belakang kesepakatan.

Itulah beberapa ciri dari surat perjanjian. Dengan mengetahui apa saja cirinya, maka seseorang dapat membedakan surat perjanjian dengan jenis surat yang lain.

Contoh Surat Perjanjian Berdasarkan Jenisnya

Berdasarkan pengertian surat perjanjian, maka ada beberapa surat perjanjian yang biasa digunakan. Surat perjanjian yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terdiri dari beberapa jenis. Diantaranya yaitu :

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Adalah surat yang isinya mengenai pihak penjual yang wajib menyerahkan sebuah barang kepada pembeli. Kemudian pihak pembeli juga wajib menyerahkan sejumlah uang yang sejumlah harga barang, pada pihak penjual. Objek perjanjian jual beli ini bisa berupa barang yang dapat dipindahtempatkan, atau barang yang bergerak.

Objek juga bisa berupa barang yang tak dipindahtempatkan atau barang yang tidak bisa bergerak, misalnya tanah/rumah. Surat perjanjian juga beli ini mempunyai tujuan yaitu untuk menjamin kepastian pembayaran, pada sejumlah uang dan penyerahan sebuah barang. Berikut ini contoh dari surat perjanjian jual beli :

 

Saya Yang Bertanda Tangan Di Bawah Ini

 

Nama                     : Supriyadi, SH

 

Tempat, Tanggal : Temanggung, 21 Mei 1960

 

Alamat                  : Jampirejo Timur No. 375 Temanggung

 

Pekerjaan             : Swasta

 

Yang nantinya dalam surat perjanjian jual beli tanah ini disebut sebagai penjual

 

Nama                                       : Bambang

 

Tempat, Tanggal Lahir        : Temanggung, 14 Januari 1974

 

Contoh Surat Keterangan Penghasilan

Alamat                                    : Jampiroso Selatan No. 422 Temanggung

 

Pekerjaan                               : Swasta

 

Untuk selanjutnya disebut sebagai pihak pembeli

 

Dari kedua belah pihak tersebut telah melakukan kesepakatan untuk melakukan jual beli sebidang tanah dengan luas 540 m2 atas nama Supriyadi, SH. Adapun batas-batas tanah yaitu sebagai berikut:

 

  1. Sebelah barat dan utara berbatasan dengan tanah milik Ibu Sri Rejeki.

 

  1. Sebelah selatan dan timur berbatasan dengan tanah milik Bapak Gunawan.

 

  1. Perjanjian ini dapat dilakukan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

 

Pasal 1

 

Pihak Penjual menjaminkan bahwa sebidang tanah tersebut merupakan milik dari pihak penjual dan tidak sedang disewakan kepada pihak manapun.

 

Pasal 2

 

Dari kedua belah pihak melakukan jual beli sebidang tanah dengan harga Rp 360.000.000,- , untuk pembayaran akan dilakukan secara tunai dan tidak melalui perantara.

 

Pasal 3

 

Pihak penjual akan menyerahkan sebidang tanah tersebut kepada pihak pembeli beserta kelengkapannya pada tanggal 10 Desember 2018.

Baca Juga :   17+ Contoh Surat Keterangan Umum, Biasa, Dinas, Kerja, Magang, Kuliah, KPR, Perusahaan Lengkap

 

Pasal 4

 

Untuk biaya pengalihan sepenuhnya akan dilimpahkan oleh pihak pembeli.

 

Pasal 5

 

Pihak pembeli wajib membayarkan pajak jika terjadi pengalihan hak atas jual beli sebidang tanah.

 

Pasal 6

 

Hal-hal lain yang belum tercantum ke dalam surat perjanjian jual beli ini dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan atau dapat dirundingkan dengan musyawarah dari kedua belah pihak.

 

Pasal 7

 

Jika terjadi selisih paham antara kedua belah pihak maka akan diselesaikan secara hukum.

 

Demikian surat perjanjian jual beli ini dibuat berdasarkan kesepakatan dan persetujuan jual beli dari kedua belah pihak.

 

Temanggung, 16 November 2018

 

Pihak Penjual                                                                                                                                     Pihak Pembeli

 

 

(Tanda Tangan dan Materai)                                                                                       (Tanda Tangan dan Materai)

 

 

Supriyadi, SH                                                                                                                                      Bambang

 

 

Saksi

 

(Slamet)

 

Contoh Surat Perjanjian Sewa Beli (Angsuran)

Adalah sebuah surat perjanjian yang di dalamnya terdapat ketentuan, yaitu pembayaran yang dilakukan dengan cara mengangsur. Barang akan diserahkan kepada pembeli sesudah surat perjanjian ditandatangani. Tetapi hak kepemilikan masih ada pada pihak penjual sampai cicilan tersebut lunas. Berikut ini contoh surat perjanjian sewa beli :

 

Surat perjanjian ini dibuat pada tanggal 03 April 2016, antara

 

Nama                              : Supriyanto

 

Tempat, tanggal lahir  : Temanggung, 20 Agustus 1960

 

Alamat                            : Jampirejo Timur 04/05 Temanggung

 

Pekerjaan                       : Swasta

 

Yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

 

Nama                              : Prawito

 

Tempat, tanggal lahir  : Temanggung, 19 Juni 1968

 

Alamat                            : Bebengan 04/05 Kertosari Temanggung

 

Pekerjaan                       : Swasta

 

Yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

 

Kedua belah pihak yang bertindak masing-masing dalam kedudukannya tersebut akan menerangkan bahwa

 

PIHAK PERTAMA adalah pemilik atau yang berhak atas tanah seluas 540 m2 atas nama Supriyanto dengan sertifikat hak milik nomor 64813566 yang berlokasi di Jampirejo Timur 04/05 Temanggung.

 

PIHAK PERTAMA hendak menjual sebidang tanah tersebut kepada PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA hendak membeli sebidang tanah tersebut secara kredit.

 

Kedua belah pihak bersepakat untuk membuat perjanjian sewa beli sebidang tanah dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut

 

PASAL 1

 

HARGA

 

Sewa beli sebidang tanah tersebut ditetapkan dengan harga sebesar Rp 80.000.000,- (Delapan Puluh Juta Rupiah).

 

PASAL 2

 

CARA PEMBAYARAN

 

Pembayaran sebidang tanah tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

 

Pembayaran uang muka adalah sebesar Rp 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah) yang akan dibayarkan oleh PIHAK KEDUA pada saat penandatanganan surat perjanjian sewa beli ini, dan surat perjanjian ini sebagai tanda terima yang sah.

Sisa pembayaran yang belum dibayarkan oleh PIHAK KEDUA akan dianggap sebagai hutang dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran sisa akan dilakukan oleh PIHAK KEDUA dengan cara angsuran 1 kali setiap bulan sebesar Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah). Pembayaran angsuran ini terhitung mulai 1 bulan sejak ditandatanganinya surat perjanjian ini.

Pembayaran angsuran dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 30 setiap bulannya kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 3

 

 

 

BUKTI PEMBAYARAN

 

PIHAK PERTAMA akan memberikan sebuah kwitansi untuk setiap pembayaran angsuran. Pembayaran akan dianggap sah, apabila PIHAK KEDUA telah menerima sebuah kwitansi resmi.

Salinan dan bukti kwitansi resmi adalah bukti yang sama dengan sebuah kwitansi yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA dengan tanda tangan asli dari PIHAK PERTAMA.

Baca Juga :   Teks Eksposisi : Pengertian, Struktur, Jenis Dan Cirinya Lengkap

Pembayaran angsuran setiap bulan tanpa kwitansi yang sah akan dianggap tidak berlaku dan risiko yang muncul akan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

Contoh Surat Pengangkatan Karyawan

PASAL 4

 

JANGKA WAKTU PEMBAYARAN

 

Untuk jangka waktu pembayaran angsuran akan ditentukan selama 10 bulan, sejak saat penandatanganan surat perjanjian ini, yaitu tanggal 03 April 2016 sampai tanggal 03 Januari 2017 atau sampai pelunasan angsuran berakhir.

 

PASAL 5

 

DENDA

 

Jika PIHAK KEDUA tidak melakukan pembayaran angsuran pada tanggal yang telah ditentukan, maka sesegera mungkin PIHAK KEDUA harus melakukan pembayaran dan oleh sebab itu maka PIHAK KEDUA akan dikenai denda sebesar 5% per hari dari besarnya angsuran pembayaran yang belum dibayarkan kepada PIHAK PERTAMA.

 

PASAL 6

 

PEMBATALAN

 

Jika pembayaran angsuran tidak dibayarkan oleh PIHAK KEDUA secara berturut-turut selama 3 bulan, maka PIHAK KEDUA telah dianggap lalai.

Keadaan lalai tersebut menyebabkan perjanjian atau kesepakatan ini batal dengan sendirinya.

Dalam hal pembatalan perjanjian atau kesepakatan ini, maka seluruh pembayaran yang telah dibayarkan oleh PIHAK KEDUA akan dikembalikan secara penuh oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 7

 

KEPEMILIKAN

 

Hak kepemilikan atas sebidang tanah tersebut merupakan hak PIHAK PERTAMA selama proses pembayaran belum lunas.

PIHAK KEDUA diperbolehkan untuk menggunakan sebidang tanah tersebut, termasuk mendirikan sebuah bangunan seperti rumah atau hal yang dikehendaki oleh PIHAK KEDUA selama proses pembayaran belum lunas dan atas persetujuan dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 8

 

LARANGAN-LARANGAN

 

Kedua belah pihak dilarang untuk menggadaikan, mengoperkan, memindahtangankan atau melakukan perbuatan yang bertujuan untuk memindahtangankan hak milik atas sebidang tanah tersebut kepada pihak-pihak lain selama proses pembayaran belum lunas.

 

PASAL 9

 

PENYERAHAN

 

PIHAK PERTAMA akan menyerahkan hak milik sebidang tanah tersebut kepada PIHAK KEDUA selambat-lambatnya 7 hari setelah proses pembayaran angsuran telah lunas.

PIHAK PERTAMA akan memberikan seluruh kekuasaan kepada PIHAK KEDUA dalam hal balik nama atas kepemilikan sebidang tanah tersebut.

PASAL 10

 

BIAYA-BIAYA

 

Biaya pembuatan sertifikat atas sebidang tanah tersebut pada sebuah instansi yang berwenang dan biaya yang berhubungan dengan pemindahan serta penyerahan hak sebidang tanah tersebut, agar nantinya hak milik menjadi atas nama PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA bersedia membayar segala macam jenis pajak, pungutan serta iuran yang berhubungan dengan sebidang tanah tersebut sebelum diserahkan kepada PIHAK KEDUA.

Setelah sebidang tanah tersebut diserahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, maka pajak, pungutan dan iuran akan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

PASAL 11

 

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

 

Kedua belah pihak telah bersepakat dalam menyelesaikan perselisihan dengan menggunakan cara musyawarah mufakat. Bilamana dalam musyawarah tersebut tidak dapat menyelesaikan sebuah perselisihan, maka kedua belah pihak telah sepakat akan menggunakan jalur hukum dalam menyelesaikan perselisihan.

 

Demikian surat perjanjian ini dibuat berdasarkan rasa ikhlas dan tanpa paksaan dari pihak manapun dan harus dipatuhi serta dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 asli dan masing-masing surat memiliki bunyi yang sama, bermaterai cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama.

 

Pihak Pertama                                                                                                                                   Pihak Kedua

 

 

(tanda tangan dan materai)                                                                                         (tanda tangan dan materai)

 

 

 

Supriyanto                                                                                                                                          Prawito

 

 

 

Saksi

 

Nuraini

 

Sekian pembahasan dan penjelasan lengkap mengenai surat perjanjian. Yang disertai dengan pengertian, fungsi, syarat sah, ciri dan contohnya. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang tepat bagi anda yang akan membuat surat perjanjian.

Baca Juga :