Tips Penting Perawatan Burung Murai Batu Untuk Pemula Lengkap

Posted on

Tips Penting Perawatan Burung Murai Batu Untuk Pemula Lengkap

Burung Murai Batu – Burung murai batu (Copsychus malabaricus) adalah jenis burung kicau yang eksklusif dan juga harganya mahal. Kelebihan burung ini ada pada keindahannya yang eksotis dengan ekornya yang panjang, dan kicauannya yang aduhai indah. Burung kicau yang cerdas ini tergolong dalam keluarga Turdidae, yang kemudian diklasifikasikan ulang ke dalam keluarga Muscicapidae.

Burung murai batu yang tersebar luas ke berbagai daerah bervegetasi melalui kawasan Asia Tenggara serta sub kontinen di India.

Ada beberapa jenis burung murai batu yang dikenal kicaumania Nusantara, yang paling terkenal adalah murai batu Medan. Selain itu, ada pula murai batu Borneo/Kalimantan, Aceh, Lahat, Lampung, dan Jambi. Burung yang satu ini banyak disukai karena suaranya yang sangat indah dan juga variatif. Banyak juga orang yang memeliharanya di rumah dan menjadikannya klangenan serta burung lomba.

Bagi anda yang baru memelihara burung ini, maka anda harus mempelajari ciri dari perilaku burung tersebut. karena setiap jenis burung memiliki karakternya masing-masing, sama halnya dengan burung murai ini. Pada umumnya, burung ini merupakan burung yang agak teritorial khususnya saat musim kawin tiba. Burung murai juga dikenal sebagai jenis burung yang mudah beradaptasi, mudah jinak, tapi juga mudah marah, khususnya bila mendengar suara burung yang sejenis.

Birahi burung murai juga cenderung mudah naik. Bagi pemelihara burung murai yang masih pemula, sangat penting untuk mengatur porsi makan yang tepat, terutama porsi EF (extra fooding). Tapi pemberiannya juga jangan sampai terlalu banyak, karena akan menambah birahi burung. Sama dengan proses penjemuran, juga jangan berlebihan. Tapi jemur sewajarnya saja.

Baca Juga :   Tenaga Endogen – Vulkanisme, Seisme Dan Tektoisme Lengkap

Berikut ini beberapa tips penting dalam memelihara burung murai :

1. Menjaga kebersihan kandang

Memelihara jenis burung apapun tentu yang harus diperhatikan adalah kebersihan kandangnya. Bersihkan kandang setiap hari, dan jangan lupa untuk mengganti pakan dan minumannya setiap hari. Ukuran sangkar burung murai terbilang besar, bahkan ukurannya di atas rata-rata jenis burung kicau lainnya.

2. Pilih pakan berkualitas Burung Murai

Ada dua jenis pakan untuk murai batu. Yang pertama adalah pakan utama, yaitu voer. Tidak semua voer cocok untuk murai batu, pilihlah yang kandungan proteinnya 12-18%.  Voer tak perlu mahal asal cocok dengan si burung. Ganti voer di cepuk pakan setiap hari atau dua hari sekali dan membiarkannya kotor.

Yang kedua adalah pakan sampingan alias EF (extra fooding). Untuk murai batu, Anda bisa memberikan berbagai jenis pakan, seperti jangkrik, kroto, orong-orong, ulat Hong Kong, ulat bambu, cacing, kelabang, belalang, dan sebagainya.

Setiap jenis burung murai memiliki karakternya masing-masing, dan memiliki selera makannya sendiri. Sehingga anda harus menyesuaikan dengan kesukaan murai itu sendiri. Ada hal yang harus diperhatikan dalam memberi makan burung murai. Yaitu pemberian kroto segar diberikan maksimal dua kali seminggu saja, dengan satu sendok masing-masing. Untuk pemberian makan cacing berikan seminggu sekali satu ekor saja. Porsi ekstra fooding ini harus diberikan secara ketat demi menjaga kesehatan burung tersebut.

3. Perawatan dan setting harian

Burung murai batu bisa diangin-anginkan pada pagi hari sekitar pukul 07:00. Lalu Anda bisa memulai pembersihan kandang rutin, mengganti pakan dan minum, serta memberikan EF berupa jangkrik (potong kepala dan kakinya), antara 2-4 ekor, dan taruhlah di cepuk pakannya. Murai batu kemudian dijemur selama 1-2 jam saja, idealnya antara pukul 08:00 sampai 11:00.

Baca Juga :   12 Fungsi Usus 12 Jari Di Dalam Sistem Pencernaan Manusia Lengkap

Namun burung murai tak boleh melihat jenis burung murai yang lainnya, karena akan emosi yang disebabkan oleh sifat teritorial yang dimilikinya. Setelah penjemuran selesai, angin-anginkan di teras selama 10 menit dan setelah itu sangkar bisa dikerodong. Pemasteran bisa Anda lakukan antara pukul 10:00 sampai 15:00 di sore hari, setelah itu burung kembali diangin-anginkan di teras atau mandikan jika perlu. Anda bisa memberinya dua ekor jangkrik bagian cepuknya.

Saat senja burung bisa dikerodong lagi, diistirahatkan kemudian diperdengarkan rekaman suara burung.

Sekian pembahasan mengenai Burung Murai Batu, lengkap dengan tips memeliharanya bagi para pemula. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan menambah wawasan bagi para pecinta burung.

Baca Juga :