Pengertian Pergerakan Nasional : Macam, Tujuan Dan Contohnya Lengkap

Posted on

Pengertian, Tujuan Pergerakan Nasional Beserta Macam – macam Dan Contohnya

Pengertian Pergerakan Nasional – Pengertian dari kata pergerakan nasional adalah sebuah perjuangan yang dilakukan oleh organisasi, dengan cara yang modern ke arah perbaikan hajat hidup bangsa Indonesia yang disebabkan oleh rasa tidak puas pada keadaan masyarakat.

Pergerakan Nasional

Istilah tersebut mengandung arti yang luas. Gerakan yang dijalankan tidak terbatas hanya untuk memperbaiki taraf hidup bangsa saja, tetapi juga mencakup berbagai gerakan di beragam sektor. Seperti misalnya sosial, ekonomi, pendidikan,  keagamaan, kebudayaan, wanita, pemuda dan lain-lain.

Pergerakan Nasional

Merupakan gerakan sosial dan politik untuk mendapatkan serta mempertahankan identitas dan juga otonomi nasional, diantara kelompok yang beberapa anggotanya dianggap bangsa. Prinsip yang mendasari ideologi yang memotivasi nasionalisme adalah untuk menjunjung tinggi kepentingan nasional, atau identitas nasional yang menjadi dasar utama dalam mengambil keputusan politik.

Pegerakan nasional di Indonesia diawali dengan berdirinya beragam organisasi dalam pergerakan. Masa pergerakan yang menggerakkan identitas nasional sudah ada sejak tahun 1908-1942 yang dibagi dengan tiga tahap, diantaranya yaitu :

  1. Masa pembentukan (1908-1920), di masa itu berdiri beberapa organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam dan Indische Partij.
  2. Masa yang radikal atau non kooperatif (1920-1930) saat itu berdiri organisasi seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI) dan Partai Nasional Indonesia (PNI).
  3. Masa moderat atau kooperatif (1930-1942), dengan organisasi yang berdiri saat itu yaitu Parindra, Partindo dan Gapi. Selain itu juga ada beberapa organisasi keagamaan, oranisasi pemuda dan organisasi perempuan.

Tujuan Dari Pergerakan Nasional

Berikut ini beberapa tujuan dari pergerakan nasional, diantaranya yaitu :

  1. Untuk mencapai kemajuan serta derajat bangsa melalui pendidikan serta kebudayaan.
  2. Untuk menumbuhkan dan meningkatkan jiwa integritas seluruh golongan dalam memajukan tanah air, yang dilandasi dengan jiwa nasional, dalam rangka mempersiapkan diri ke arah kehidupan rakyat yang merdeka.
  3. Indonesia yang merdeka atas dasar kekuatannya sendiri, Marhaenisme, dan azas non kooperatif.
  4. Untuk menjalankan beberapa aksi politik.
  5. Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  6. Untuk mencapai Indonesia raya dengan cara mempererat tali persaudaraan diantara para pemuda, dan membangkitkan rasa cinta tanah air, bangsa dan budaya Indonesia.
  7. Untuk menyatukan gerakan pemuda di seluruh Indonesia.

Macam-Macam Dan Contoh Dari Pergerakan Nasional

Sudah ada banyak organisasi pergerakan yang lahir sejak masuk abad ke 20 di Indonesia. Berikut diantaranya :

Budi Utomo

Di abad ke 20 mahasiswa tersebar di banyak kota besar di Indonesia. Salah satunya yaitu sekolah kedokteran yang terkenal yaitu STOVIA atau School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen. Yang saat itu berlokasi di Jakarta. Lalu para mahasiswa di sekolah itu sepakat untuk memperjuangkan nasib bangsa Indonesia, melalui pendidikan.

Pada akhirnya Budi Utomo pun lahir tanggal 28 Mei 1908 yang diketuai oleh Dr. Sutomo. Sejak berdirinya organisasi tersebut, maka tanggal 20 Mei 1908 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pendiri Budi Utomo yang lainnya yaitu Gunawan, Cipto Mangunkusumo dan R.T Ario Tirtokusumo.

Baca Juga :   10 Tokoh Pergerakan Nasional Indonesia Terlengkap

Organisasi tersebut bukan hanya sebuah partai politik di awal mulanya, tetapi dengan tujuan utama yaitu untuk kemajuan Hindia Belanda. Ketika perang dunia yang pertama tahun 1914, organisasi ini pun terjun ke bidang politik. Budi Utomo juga mengadakan fusi ke Partai Indonesia Raya atau Parindra di tahun 1835. Sejak itulah Budi Utomo mengalami kemerosotan dan kemunduran di bidang politik.

Sarekat Islam (SI)

Tadinya Sarekat Islam bernama Sarekat Dagang Islam, yang terdiri dari sebuah perkumpulan para pedagang islam. SI didirikan di tahun 1911 di Kota Solo oleh H. Samanhudi. Yang menjadi koperasi perdagangan batik jawa, tujuan dari organisasi ini adalah untuk memajukan perdagangan di Indonesia di bawah panji-panji islam.

Keanggotaan dari SDI masih terbatas dengan lingkup pedagang saja, di awal mereka terbentuk. Tanggal 18 September 1912, organisasi SDI pun diubah namanya menjadi SI. Yang didirikan juga oleh beberapa tokoh dari SDI seperti misalnya H.O.S Cokroaminoto, Abdul Muis dan H Agus Salim.

Tanggal 29 Maret 1913, pengajuan supaya SI menjadi badan hukum ditolak oleh Gubernur Jenderal Idenburg. Hal itu memang disengaja oleh Belanda untuk memecah belah persatuan SI. Lalu di dalam kongres yang dilaksanakan pada tahun 1921 sudah ditetapkan adanya disiplin partai rangkap anggota, yang dimana setiap anggota tak boleh merangkap sebagai anggota organisasi yang lain khususnya PKI.

Sejak itulah SI pecah menjadi dua, yaitu :

  1. SI putih yang tetap berlandaskan pada nasionalisme di dalam islam, yang dipimpin oleh H.O.S Cokroaminoto, H. Agus Salim dan Suryopranoto serta berpusat di Yogyakarta.
  2. SI merah yang berlandaskan sosialisme kiri atau komunis, yang dipimpin oleh Semaun yang berpusat di Semarang.

Lalu kongres di Madiun pun memutuskan bahwa SI putih akan berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam atau PSI, dan di tahun 1927 nama itu berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Sedangkan SI atau sosialis/komunis berubah nama menjadi Sarekat Rakyat (SR) yang merupakan pendukung kuat dari PKI.

Organisasi Pergerakan Indische Partij (IP)

Organisasi partai politik yang pertama di Indonesia adalah Indische Partij. Pendiri organisasi ini dikenal dengan nama tiga serangkai. Yang terdiri dari E.F.E Douwis Dekker (Danidirejo Setiabudi), R.M Suwardi Suryaningrat, dan Dr. Cipto Mangunkusumo. Organisasi ini didirikan tanggal 25 Desember 1912.

Tujuan IP sangat jelas yaitu untuk mengembangkan semangat nasionalisme dari bangsa Indonesia. Keanggotaan IP juga terbuka untuk siapa saja, tanpa harus membedakan suku, ras, golongan dan agama. Di tahun 1913 diselenggarakan persiapan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari Perancis. Belanda juga meminta rakyat Indonesia untuk ikuta merayakan peringatan itu. Tetapi para Indische Partij menentang rencana itu.

Lalu Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat di dalam harian De Express, yang berjudul Als Ik een Nederlander was yang berarti “Seandainya Aku Orang Belanda”. Kemudian Suwardi pun mengecam Belanda, bagaimana mungkin negara yang terjajah seperti Indonesia disuruh untuk merayakan kemerdekaan penjajah.

Mendengar pernyataan itu pemerintah Belanda pun marah, dan akhirnya Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke Belanda.

Perhimpunan Indonesia

Tahun 1908 Belanda mendirikan sebuah organisasi yang bernama Indische Vreeniging. Organisasi tersebut dipelopori oleh Sultan Kasayangan Soripada dan RM Suroto. Dan mahasiswa lainnya yang ikut dalam PI ini yaitu R. Pandji Sosrokartono, Gondowinoto, Notodiningrat, Abdul Rivai, Radjiman Wediodipuro (Wediodiningrat) dan Brentel.

Baca Juga :   Pakaian Adat Betawi, Nama, dan Penjelasannya Lengkap

Tujuan dari PI adalah untuk memerdekakan Indonesia. Dan mendapatkan sistem pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab untuk seluruh rakyat Indonesia. Dengan bergabungnya dua tokoh dari Indische Partij seperti Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat, maka hal itu memberi pengaruh besar di dalam perkembangan organisasi Indische Vreeniging tersebut.

Organisasi Partai Komunis Indonesia (PKI)

PKI berdiri sejak tanggal 23 Mei 1920, terbentuknya PKI tak lepas dari ajaran Marxis yang dibawa oleh Sneevlit. Dengan rekan-rekannya seperti  Brandsteder, H.W Dekker dan P. Bergsma mereka mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) tanggal 4 Mei 1914 di Semarang. Tokoh Indonesia yang tergabung dengan ISDV ini adalah  Darsono, Semaun, Alimin, dan lain-lain.

PKI terus berupaya untuk mendapat kehidupan di masyarakat, salah satunya dengan melakukan infiltrasi pada Sarekat Islam. PKI pun semakin kuat di bulan Februari tahun 1923 yang dimana Darsono kembali ke Moskow, kemudian ditambah dengan beberapa tokoh seperti Alimin dan Muso yang menjadikan peranan politik pada PkI menjadi semakin luas.

Tetapi PKI melakukan pemberontakan di beberapa daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tanggal 13 November 1926. Pemberontakan PKI dianggap sia-sia, karena mereka sudah mengorbankan ribuan orang yang terkena hasutan untuk ikut dalam pemberontakan tersebut. walaupun PKI sudah dinyatakan sebagai organisasi yang terlarang, namun secara ilegal mereka masih melakukan kegiatan politik dan pemberontakan.

Semaun, Darsono, dan Alimin pun melanjutkan propaganda untuk tetap melanjutkan perjuangan aksi revolusioner di Indonesia. Pemberontakan PKI yang terkenal di dalam sejarah hingga kini adalah G30S/PKI. Pemberontakan itu telah membunuh 7 jendral penting di Indonesia saat itu.

Partai Nasional Indonesia (PNI)

PNI didirikan tanggal 4 Juli 1927 di Bandung, dengan berdirinya PNI tidak terlepas dari keberadaan Algemeene Studie Club dan juga dilatarbelakangi oleh situasi sosial politik yang kompleks. Di tahun 1926 terjadilah pemberontakan dari PKI, yang membangkitkan semangat untuk menciptakan kekuatan yang baru untuk menghadapi pemerintah Belanda.

Pendirian PNI dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto dan Mr. Soenarjo. Di awal berdirinya partai ini PNI berkembang dengan cukup pesat. Dan organisasi PNI bertujuan untuk mencapai Indonesia yang merdeka.

PNI menggunakan tiga asas untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu Self help (berjuang dengan usaha sendiri) dan nonmendiancy, sikap terhadap pemerintah juga antipasi dan nonkooperasi. Dasar perjuangan PNI adalah Marhaenisme.

Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI)

Organisasi yang satu ini dibentuk di Bandung tanggal 17-18 Desember 1927. Keanggotaan dari PPPKI meliputi beberapa organisasi lainnya seperti Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII), Budi Utomo, PNI, Pasudan, Sumatranen, Kaum Betawi dan Kaum Studi Indonesia.

Partai Indonesia (Partindo)

Ketika Bung Karno menjadin anggota dari PNI lalu ditangkap di tahun 1929, organisasi PNI pun terpecah menjadi dua bagian yaitu Partindo dan PNI baru. Partindo juga didirikan di tahun 1929 oleh Sartono. Sejak berdirinya organisasi itu, Partindo mempunyai banyak anggota dan terjun ke dalam beberapa aksi politik yang menuju Indonesia merdeka. Tujuan serta asas dari Partindo ini sama dengan PNI, yaitu untuk mencapai Indonesia merdeka dan berasas Self Help dan nonkooperasi.

Dengan bergabungnya Ir. Soekarno di tahun 1932, sesudah ia dibebaskan dari penjara maka Partindo semakin kuat. Karena ada beberapa kegiatan yang sangat radikal yang menyebabkan pemerintah melakukan pengawasan dengan ketat. Partindo bubar di tahun 1936 karena tidak dapat berkembang lagi.

Baca Juga :   10+ Keberagaman Budaya Indonesia Supaya Makin Cinta Indonesia Lengkap

Partai Indonesia Raya (Parindra)

Organisasi ini berdiri di Solo tanggal 26 Desember 1935. Diketuai oleh Dr. Sutomo. Parindra memiliki tujuan yang sama dengan organisasi yang sebelumnya, yaitu untuk mencapai Indonesia yang merdeka. Selain itu asas politik dari Parindra adalah insidental artinya tidak berpegang pada asas kooperasi atau nonkooperasi.

Diantara tokoh Parindra yang terkenal membela kepentingan rakyat di Volksraad adalah Moh Husni Thamrin. Salah satu perjuangan dari Parindra adalah supaya para wakil Volksraad ini semakin bertambah, suara yang berkaitan dengan upaya dalam mencapai Indonesia merdeka semakin diperhatikan oleh pemerintah Belanda.

Hasil perjuangan dari Parindra di dalam Volksraad cukup berhasil karena terbukti bahwa Pemerintah Belanda mengganti istilah Inlandeer menjadi Indonesier.

Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)

Gerindo didirikan oleh orang-orang bekas Parindra di Jakarta tanggal 24 Mei 1937. Tokoh lainnya yang ikut mendirikan Gerindo yaitu Sartono, Sanusi Pane dan Moh Yamin. Tujuan Gerindo yaitu nasional dan mencapai Indonesia yang merdeka. Karena didirikan oleh orang Parindra, maka Gerindro juga menganut asas insidential yang sama dengan Parindra.

Gabungan Politik Indonesia (Gapi)

Beragam partai politik yang dipelopori oleh Sutardjo Kartohadikusumo yang mengajukan usul atau petisi, yang isinya adalah permohonan agar diselenggarakan musyawarah diantara wakil Indonesia dengan Belanda yang dimana anggotanya memiliki hak yang sama tanggal 15 Juli 1936. Tujuan Gapi adalah untuk menyusun rencana pemberian kepada Indonesia suatu pemerintah yang dapat berdiri sendiri.

Namun usul itu ditolak oleh Pemerintah Belanda, atas usul dari Moh Husni Thamrin tanggal 21 Mei 1939. Kemudian dibentuklah organisasi Gapi. Tujuan dibentuknya Gapi ini adalah untuk menuntut Pemerintah Belanda supaya Indonesia memiliki parlemen sendiri.

Akhirnya Pemerintah Belanda membentuk komisi yang dikenal dengan nama Komisi Visman, dan diketuai oleh Dr. F.H.Visman. komisi ini tugasnya adalah menyelidiki dan mempelajari perubahan ketatanegaraan.

Organisasi Pergarakan Keagamaan

Tanggal 18 November 1912 Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Nama Muhammadiyah artinya pengikut Nabi Muhammad SAW. Selain Muhammadiyah ada juga beberapa organisasi keagamaan seperti misalnya Jong Islamienten Bond, Nahdlatul Ulama dan Nahdlatul Wathan.

Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI)

Salah satu andil besar dalam organisasi yang bernama Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), yang didirikan tahun 1926 adalah dibuatnya sumpah pemuda. Organisasi tersebut banyak mendapat dukungan dari organisasi kepemudaan yang lainnya seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Minahasa, Jong Batak dan Jong Islamienten Bond. Yang dengan penuh keyakinan ingin mencapai tujuannya yaitu Persatuan Indonesia.

Para pemuda menginginkan upaya penyatuan pelekatan dasar untuk kemerdekaan, dengan menentang ketidakadilan yang dialami selama masa penjajahan.

Organisasi Pemuda dan Wanita

Perkumpulan pemuda yang pertama berdiri adalah organisasi Tri Koro Dharmo. Organisasi ini berdiri tanggal 7 Maret 1925 di Jakarta atas petunjuk dari Budi Utomo. Diprakarsai oleh Dr, Satiman Wirjosansdjojo, Jadarman dan Sunardi yang setuju untuk mendirikan organisasi kepemudaan yang anggotanya berasal dari siswa sekolah menengah di Jawa dan Madura. Perkumpulan itu dinamakan Tri Koro Dharmo yang artinya adalah tiga tujuan mulia yaitu Sakti, Budi dan Bhakti.

Di Jepara ada juga organisasi yang dipelopori oleh R.A Kartini yang mendirikan sekolah Kartini. Ada pula perkumpulan wanita yang didirikan sebeluk tahun 1920, yaitu Putri Mardika yang didirikan atas bantuan Budi Utomo.

Tujuan Putri Mardika adalah untuk memajukan pengajaran pada anak-anak terutama perempuan, dengan cara memberi penerangan serta bantuan dana, mempertinggi sikap yang merdeka dan melenyapkan tindakan malu-malu yang melampaui batas.

Sekian pembahasan lengkap tentang pengertian pergerakan nasional, yang didasari oleh beberapa organisasi di zaman penjajahan Belanda. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan anda, untuk kewarganegaraan dan sejarah Indonesia.

Baca Juga :