Biografi KH Ma’ruf Amin Dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Posted on

Biografi KH Ma’ruf Amin Dalam Bahasa Inggris dan Artinya

KH Ma’ruf Amin. He is a cleric who now serves as General Chair of the Indonesian Ulema Council (MUI) and Chair of PBNU. Aside from being a cleric he was also a politician who had served as a Member of the MPR and the DPR representing the PKB party.

Studied at the Cane Ireng Islamic Boarding School

At the age of 12, Ma’ruf Amin went to study at the Tebu Ireng Islamic Boarding School, Jombang, East Java in 1955. This pesantren gave birth to many prominent ulama figures from the NU circle. Ma’ruf Amin’s education at the Tebu Ireng boarding school starts from the basic. After completing studying at the Cane Ireng boarding school, Ma’ruf Amin then continued his education in Jakarta precisely at Muhammadiyah High School. However, his education was not completed.

Ma’ruf Amin chose to return to Banten and explore Islam in various boarding schools again. Starting from the Pesantren Caringin, Labuan, and Pesantren Petir, Serang, and Pelamunan Pesantren, Serang.

Moved to Jakarta

After marrying Siti Churiyah, he then moved to Jakarta and settled in North Jakarta. There Ma’ruf Amin then continued his education by studying at Ibnu Khaldun University Bogor in the Faculty of Ushuludin. He was also active in the Jakarta Ansor Youth Movement organization and became its chairman in 1964.

Biodata KH Ma’ruf Amin

Name: Prof. DR. Kiai Haji Ma; ruf Amin

Place, date of birth: Tangerang, August 1, 1943

Parents: Mohamad Amin

Wife: Siti Churiyah, Wury Estu Handayani

Son: Siti Haniatunnisa, Siti Makrifah

Profession: Scholars and Politicians

Biography of KH Ma’ruf Amin

KH Ma’ruf Amin was born on August 1, 1943 in Desan Kresek in the Tangerang area, Banten. Quoted from CNN Indonesia, that of the family line of KH Ma’ruf Amin is a descendant of a great ulama from Banten who was once an imam of the Grand Mosque called Shaykh An Nawawi Al Bantani.

KH Ma’ruf Amin’s family

KH Ma’ruf Amin married a woman named Siti Huriyah who also came from a family of scholars in 1963. From this marriage Ma’ruf Amin was blessed with two children. KH Ma’ruf Amin’s son was named Siti Haniatunnisa, Siti Makrifah. In 2013, his wife Siti Huriyah died. After that he remarried with Wury Estu Handayani in 2014.

Childhood History

Ma’ruf Amin’s childhood was spent more in the village of Kresek, Tangerang. His father named KH. Mohammad Amin is a great Banten scholar. Activities or activities Ma’ruf Amin as a child in the morning he spent attending elementary school. then in the afternoon, he spent studying the Koran at the Ibtidaiah Madrasah. It is known that Ma’ruf Amin studied religion for several months at the Citangkil Islamic Boarding School, Cilegon, Banten, owned by KH. Sham’un Alwiah.

Baca Juga :   Explanation Text VS Procedure Text : Penjelasan , Pengertian Dan Perbedaan  Serta Contoh Lengkap Dalam Bahasa Inggris

Become a Member of the Jakarta Parliament

Armed with his experience as chairman of the Jakarta Ansor GP, Ma’ruf Amin’s career in politics has risen. He succeeded in becoming a member of the DKI Jakarta DPRD Faction in the 1971.KH Ma’ruf Amin election event. It was known that in 1989, the name Ma’ruf Amin began to enter the PBNU circle after being appointed as Khatib Aam Syuriah PBNU in an NU Mukhtamar held in the title of NU Mukhtamar at the Krapyak Islamic Boarding School.

Join Founding PKB

After the resignation of President Soeharto in 1998, KH. Ma’ruf Amin served as the head of Team Five formed by PBNU. From this team, the National Awakening Party (PKB) was born. After the National Awakening Party was established, KH. Ma`ruf Amin then served as a member of the Indonesian People’s Consultative Assembly from the National Awakening Party (PKB) representative. He has also been a Chairperson of Commission VI of the Indonesian Parliament from the National Awakening Party (PKB).

Chairman of the Indonesian Ulema Council (MUI)

After Gusdur stepped down, KH. Ma’ruf Amin then spent more of his activities in the Indonesian Ulema Council as Chairman of the MUI Fatwa Commission from 2001 to 2007. He was known as an ulama who then subsequently made President Susilo Bambang Yudhoyono at that time appoint KH. Ma’ruf Amin is a member of the Presidential Advisory Council or Watimpres.

His vast experience in the religious and political fields succeeded in delivering KH. Ma’ruf Amin has served as Rais ‘Aam or PBNU’s general chairperson from 2015 to 2020. In addition, he also served as chairman of the Central MUI since 2015.

It is known that KH. Ma`ruf Amin never received a master’s education to a doctorate level in the field of religion. However, his vast knowledge about religion makes him not much different from people who have doctorates so it is natural that he holds a degree as Professor of Doctor.

Indonesian Vice-Presidential Candidates

In August 2018, the name KH. Ma’ruf Amin was appointed as a candidate for vice president of the Republic of Indonesia who accompanied Joko Widodo as Indonesia’s presidential candidate in the presidential election held in 2019.

Baca Juga :   Biografi Soekarno Dalam Bahasa Inggris Dan  Artinya

Terjemahan :

KH Ma’ruf Amin. Beliau adalah  seorang ulama yang sekarang  menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) dan Ketua PBNU. Selain sebagai ulama beliau juga adalah  seorang politisi yang pernah menjabat sebagai Anggota MPR dan DPR mewakili partai PKB.

               

Biodata KH Ma’ruf Amin

Nama :Prof. DR . Kiai Haji Ma;ruf Amin
Tempat, tanggal lahir :Tangerang , 1 Agustus 1943
Orangtua :Mohamad Amin
Istri :Siti Churiyah, Wury Estu Handayani
Anak :Siti Haniatunnisa, Siti Makrifah
Profesi :Ulama dan Politisi

Biografi KH Ma’ruf Amin

KH Ma’ruf Amin dilahirkan pada tanggal 1 Agustus 1943 di Desan Kresek di wilayah Tangerang, Banten. Di kutip dari CNN Indonesia, bahwa dari silsilah keluarga KH Ma’ruf Amin adalah  keturunan dari ulama besar yang  berasal dari  Banten yang pernah menjadi imam Masjidil Haram  yang bernama Syeikh An Nawawi Al Bantani.

Keluarga KH Ma’ruf Amin

KH Ma’ruf Amin menikah dengan seorang wanita yang bernama Siti Huriyah yang juga berasal dari keluarga ulama pada tahun 1963. Dari pernikahannya tersebut  Ma’ruf Amin dikaruniai  dua orang anak. Anak KH Ma’ruf Amin bernama Siti Haniatunnisa, Siti Makrifah. Pada tahun 2013, istri beliau Siti Huriyah wafat. Sesudah  itu beliau menikah lagi dengan Wury Estu Handayani pada tahun 2014.

Riwayat Masa Kecil

Masa kecil Ma’ruf Amin lebih banyak di habiskan di desa Kresek, Tangerang. Ayah beliau  yang bernama KH. Mohammad Amin adalah  seorang ulama besar Banten. Aktifitas atau kegiatan Ma’ruf Amin semasa  kecil di waktu pagi hari  beliau  habiskan bersekolah di SD. kemudian sorenya harinya , beliau  habiskan belajar mengaji di Madrasah Ibtidaiah. Diketahui  bahwa Ma’ruf Amin sempat belajar agama selama beberapa bulan di Pesantren Citangkil, Cilegon, Banten milik KH. Syam’un Alwiah.

Belajar di Pesantren Tebu Ireng

Pada usia 12 tahun, Ma’ruf Amin pergi belajar ke Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur yaitu pada tahun 1955. Pesantren ini banyak melahirkan tokoh – tokoh ulama besar dari kalangan NU. Pendidikan Ma’ruf Amin di pesantren Tebu Ireng tersebut di mulai dari dasar. Setelah menyelesaikan  menimba ilmu di pesantren Tebu Ireng, Ma’ruf Amin kemudian  melanjutkan pendidikannya di Jakarta tepatnya di SMA Muhammadiyah. Akan tetapi pendidikan nya itu tersebut tidak di selesaikan.

Ma’ruf Amin memilih untuk kembali ke Banten dan lebih mendalami mengenai agama islam di berbagai pondok pesantren lagi. Mulai dari Pesantren Caringin, Labuan, serta Pesantren Petir, Serang, dan Pesantren Pelamunan, Serang.

Pindah Ke Jakarta

Setelah menikah dengan Siti Churiyah, beliau lalu  Pindah ke Jakarta dan menetap di Jakarta Utara. Disana Ma’ruf Amin kemudian melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di Universitas Ibnu Khaldun Bogor di Fakultas Ushuludin. Beliau juga aktif dalam  organisasi Gerakan Pemuda Ansor Jakarta dan menjadi ketuanya pada tahun 1964.

Menjadi Anggota DPRD Jakarta

Berbekal dengan pengalamannya sebagai ketua GP Ansor Jakarta, Karir Ma’ruf Amin di politikpun menanjak. Beliau  berhasil menjadi anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golongan Islam pada gelaran pemilu 1971.KH Ma’ruf Amin diketahui bahwa  pada tahun 1989, nama Ma’ruf Amin mulai masuk di lingkaran PBNU sesudah  didaulat sebagai Khatib Aam Syuriah PBNU dalam sebuah Mukhtamar NU yang di gelar di Pesantren Krapyak.

Ikut Mendirikan PKB

Pasca lengsernya Presiden Soeharto pada tahun 1998, KH. Ma’ruf Amin menjabat sebagai ketua Tim Lima yang dibentuk oleh PBNU. Dari tim inilah kemudian lahir Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB. Setelah Partai Kebangkitan Bangsa berdiri, KH. Ma`ruf Amin lalu  menjabat sebagai anggota MPR RI dari perwakilan Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ). Beliau  juga pernah menjadi seorang  Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ).

Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI )

Setelah Gusdur lengser, KH. Ma’ruf Amin lalu lebih banyak menghabiskan aktifitasnya di Majelis Ulama Indonesia sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI sejak  tahun 2001 sampai 2007. Beliau  yang di kenal sebagai seorang ulama yang kemudian selanjutnya membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat  itu menunjuk KH. Ma’ruf Amin masuk dalam Anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Watimpres.

Pengalamannya yang sangat banyak dalam  bidang agama serta politik berhasil  mengantarkan KH. Ma’ruf Amin menjabat sebagai Rais ‘Aam atau ketua umum PBNU sejak tahun 2015 sampai 2020. Selain itu beliau juga menjabat sebagai ketua MUI Pusat sejak  tahun 2015.

Diketahui  bahwa KH. Ma`ruf Amin tidak pernah mengenyam pendidikan master hingga ke jenjang doktor pada bidang agama. Akan tetapi  pengetahuan nya yang sangat luas mengenai  agama membuat beliau  tidak berbeda jauh dengan orang yang telah  bergelar doktor sehingga sangat wajar apabila beliau  memperoleh  gelar sebagai Professor Doktor.

Calon Wakil Presiden Indonesia

Pada bulan Agustus 2018, Nama KH. Ma’ruf Amin di tunjuk sebagai calon wakil presiden republik Indonesia yang mendampingi Joko Widodo sebagai calon presiden Indonesia pada pemilihan presiden yang di adakan  pada tahun 2019.

Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Baca Juga :   Procedure text : Pengertian, Tujuan , Jenis, Generic Structure beserta Contoh Terlengkap

Baca Juga :